Blog Kajian Muslimah






Thursday, March 01, 2007
Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam
Pemateri : Ibu Inditsr
Tanggal : 26 Februari 2007

nora: Innalhamda lillah nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahimin syururi anfusina waminsyayyi aati `amalina mayyahdillah fala mudillalah waman yudlil falaahadiyalah

nora: segala puji bagi Allah yg telah memberikan kita nikmat iman dan islam sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menggali ilmu di hari ini Sholawat dan salam bagi qudwah kita, Rasulullah saw beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman. Mari kita buka kajian hari ini dengan membaca basmallah bersama-sama. Bismillahirrohmaanirrohiim.

Lita Keren: Bismillahirahmanirrahim
ihtirom: jazakillah mba diana
indit _: ibu mod sudah bisa dimulai?
nora: iya silahkan mbaknora: afwan bos dibelakangkunora: ukhti fillah kita simak dulu materi dari ibu Indit ya.. tafadhol mbak
indit _: haik jazakumulloh khoion katsiro.....terima kasih kepada tim kamus kajian muslimah yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan pada saya unutk bersama-sama berdiskusi dengan hadirin di forum ini.
indit _: Assalamu'alaikum warakhmatullaahi wa barokatuhindit _: Bismillaahirrohmaanirrohiim....
indit _: Innal hamdalillaahi nasta'inuhu wa nastaghfiruhu wa na udzu billahiAsyhadu 'al ila ha ilallahu wa'asy hadu anna Muhammadarosululloh.
indit _: sebelumnya..
indit _: Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh swt yang telah melimpahkan banyak kenikmatan pada hadirin semua. Diantaranya nikmat iman dan nikmat Islam.indit _: Betapa banyak saudara-saudara kita yg mungkin pada saat ini sedang mengalami kesulitan, kesusahan, kesempitan atau ujian-ujian yg lain.

indit _: Kita bisa duduk dan bersama-sama mengikuti kajian Islam saat ini juga merupakan kenikmatan besar dari Alloh. Karena masih banyak saudara2 kita yang barangkali ingin seperti kita yang disini, namun tidak memungkinkan.
indit _: Alhamdulillah....indit _: Sholawat dan salam kita panjatkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
indit _: InsyaAlloh hari ini akan membahas tentang Hak dan Kewajiban wanita dalam Islam. indit _: Mungkin kajiian hari ini sudah sering kita dengar....mudah2an akan menjadi pengingta kita bersama.
indit _: Alhamdulillah, kita yang hadir dalam forum ini adalah mereka-mereka yg InsyaAlloh termasuk orang-orang yang mendapat kenikmatan berIslam.
Dalam Islam Alloh tidak memberi hak dan kewajiban yang istimewa utk kaum pria saja, namun menyamakan hak dan kewajiban, baik pada kaum perempuan maupun kaum laki-laki.tentu saja kesamaan hak dan kwajiban ini sesuai kodrat yang ditentukan Alloh.Alloh memberikan balasan kebaikan pada kaum pria ataupun perempuan, bagi yg berbuat kebaikan, tidak ada pengkecualian.Seperti dalam surat An Nahl(16):97indit _: Barangsiapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami balas ia dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan. Demikian juga dalam Ali Imran(3):195
Maka Rabb mereka mengabulkan mereka(dengan berfirman):Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dianatra kalian, baik laki-laki maupun perempuan, krn sebagian kalian adalah dari sebagian yang lain. Demikian juga Alloh memberi ancaman bagi siapa saja, perempuan maupuan laki-laki,bagi yang melanggar aturanNYA dengan siksaan yang pedih.Seperti dalam suart Al Jin(72):23=Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada Alloh dan RasulNYA, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, bagi mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Dari 3 surat tadi, jelas bhw Alloh memberi balasan yang sama kepada kaum perempuan maupun kaum pria....ketika berbuat kebaikan akan mendapat balasan kebaikan pula, demikian sebaliknya.Dalam kajian hari ini saya tidak membahas apa dan bagaimana perbedaan atau persamaan hak dan kewajiban kaum perempuan atau laki-laki, mudah2an di lain waktu akan ada pembahasan yg lebih detil.Hari ini lebih menyorot pada hak dan kwajiban wanita dalam Islam.Hak dan kewajiban wanita dalam Islam sendiri bisa dilihat dari sisi wanita sebgai anak, sebagai Istri dan Ibu.
Hari ini akan lebih membahas pada sisi wanita sebagai anak.Sebagai anak, wanita Islam memiliki hak dan kewajiban yang berjenis-jenis lagi: terhadap orang tua, terhadap kaum kerabat, dan terhadap masyarakatjadinya bertingkat-tingkat...mudah2an bisa difahami.
Hak dan kewajiban wanita thd orang tua sendiri akan terbagi dlm:yang pertama tentang hak...
a. Hak Cinta dan Kasih sayangHak ini harus ada, karena jika anak-anak (laki-laki maupun perempuan) tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, maka pembentukan kejiwaan dan akhlaqnya tidak akan sempurna.
betapa banyak anak-anak yang tidak cukup mendapat kasih sayang dari orang tuanya, ketika tumbuh dewasa, ia menjadi orang-orang dewasa yang tidak matang kepribadiannya.
salah satu contoh yang bisa saya sebutkan, di Jepang, ketika di masa kecil seorang anak mendapat perlkuan yang kasar dan kejam, maka dia pun akan memiliki perlakuan yang kejam thd orang sekitarDalam Hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dengan sanad Abu Hurairah ra, tuturnya:
Aqra bin Habis melihat Rasululloh saw mencium Hasan ra (cucu Rasul), kemudian Aqra berkata:Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, dan tidk satupun dari mereka yang kucium".
kemudian Rasululloh bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi".
indit _: hari ini membahas ttg Hak kewajiban wanita dalam Islam, dilihat perannya sebagai anakDari hadist tadi..kita melihat bhw Rasululloh demikian memiliki kelembutan hati, sehingga tidak segan-segan mencium cucunya.Erlin Oktaviani Rahayu: lanjut mbaindit _: Iya mbak rina..sama-sama mengasaha diri
Menjadi sunatulloh bagi anak2 yang tdk terpenuhi kasih sayangnya, atau malah dididik dgn kekerasan, akan tumbuh menjadi orang2 dewasa yang keras pula.Naudzubillahi min dzalik....mudah2an kita bukan termasuk didlmnya..
indit _: kemudian...b. Hak tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuanSikap mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan adalah suatu kezaliman dlm membagi cinta kepada anak2nya, dan dalam waktu yang sama, hal itu menentang lahirnya anak perempuan dan itu adalah perbuatan jahiliyah.Imam Tirmidzi dengan sanad dari Ibnu Abbas ra, menuturkan bhw Rasullloh bersabda:"Barangsiapa memiliki anak wanita kemudian ia tidak menyakitinya, menghinakannya dan tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan, maka Alloh akan memasukkanya ke dalam syurga".Dari Ibnu Majah dengan sanad ibnu Abbas: "Muliakanlah anak-anak kalian"lieberina: tp t'kadang perasaan dibedakan itu ada
indit _: wah nanti saya ingin tanya lbh detil ke m rina....kondisinya spt apa? indit _: krn bisa jadi hal2 spt itu masih ada dlm masyarakat Indonesia
indit _: tapi dilanjut dulu ya...ke hak dan kewajibanberikutnya...indit _: c. Hak mendapatkan pendidikan dan pembinaaneuisadri: maaf ya temans, lebih baik kita menyimak aja dl. biar lebih enak
indit _: Pendidikan pertama dan terpenting adalah mengenal rukun-rukun Islam, dasar-dasarnya, akhlaq-akhlaq dan adab-adabnya. Kemudian memberikan pengenalan kepada mereka ttg shirah Rasullloha dan para sahabat, dan pelajaran tentang ibdah, baik secara teori maupun praktek.
maaf ada kesalahan ketik...Rasullloha=RasulullahSemuanya ini hendaknya tidak "hanya" menghandalkan pada sekolah, pelaksanaan di rumah juga sangat penting.Pendidikan dan pembinaan yang dilakukan dirumah juga mesti berkesinambungan, kalau perlu diberi fasilitas yang baik dan kondusif bagi anak (misalnya: perpustakaan, VCD dll).Dan terus mendapat perhatian dan bimbingan dari kedua orang tuanya.Perhatian yang terus menerus dari orang tua sangat penting, karena anak akan berkembanga dan mendapat pengaruh dari berbagai lingkungan.Tiap tahap perkembangan anak, memiliki lingkungan yang tidak sama.Maka orang tua tdak boleh merasa bosan dan jenuh memberikan perhatian pada anak-anak mereka.Selanjutnya bisa ditambah dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat utk dunia, agar anak-anak memiliki persiapan utk masa depannya, baik utk dunia dan akherat nantinya.
Yang perlu diingat bagi kaum perempuan ada syarat dalam menuntut ilmu:
1. Tidak ikhtilat dengan kaum laki-laki,kalaupun kondisi lingkungan tidak bisa dihindarkan maka perlu menjaga diri agar tidak jatuh dalam kubang dosa dan kesalahan. 2. Tidak menuntut ilmu yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang telah Alloh tetapkan untuknya.
d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia
indit _: mbak adinda_poetri...selamat bergabung di forum ini, kajian hari ini ttg hak dan kewajiban wanita dlm Islam, dilihat peran sebagai anak
indit _: mudah2an msh bisa mengikuti sisa waktu yg ada...msh panjang
indit _: Iya saya lanjut kembali....dgn d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang muliaAkhlaq yang mulia merupakan bekal yang penting bagi seorang anak utk tumbuh menjadi dewasa, dan contoh2 akhlaq mulia bisa dilihat langsung dari teladan kedua oeang tuanya.Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin MusaRasululloh bersabda)
Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin Musa: (Rasululloh bersabda)Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"kemudianindit _: Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas: (Rasululloh bersabda)"Sebagian dari hak seroang anak terhadap ayahnya adalah mendidiknya dengan baik dan memberikan nama yang baik pula".Kalau ada anak yang durhaka pada orang tuanya, mesti dipilah-pilah dengan baik penyebabnya, bisa jadi tidak 100 % kesalahan dari sang anak.Bisa jadi anak kurang mendapat teladan yang baik dari orang tuanya.indit _: iya dilanjutkan lagi pada
e. Hak memberi nafkah dgn tidak bakhil dan berlebih-lebihanKalau orang-tua (ayah) tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya,, maka anak2nya akan terlantar dan sang ayah akan mendapat dosa. Namun seorang ayah tidak dituntut utk memberikan nafkah sesuai kemampuannya.Hanya ia tetap juga tidka boleh cuci tangan dari kewajiabn memberi nafkah.Yang perlu ditekankan adalah..orang tua memberikan nafkah sesuai kemampuannya..jadi sbg anak tidak menuntut lebih dari yang kedua orang tua miliki.
Hadist.."Satu dinar yang kamu nafkahkan kepada di jalan Alloh, membebaskan budak, utk fakir miskisn dan utk keluargamu...yang paling besar ganjarannya dari semua itu adalah dinar yang kamu nafkahkan utk keluargamu".

Yang dipaparkan diatas hak wanita sbg anak...selanjutnya adalah kewajibannya.. 2. Kewajiban Wanita(Anak) terhadap Orang tua Al Isra(17) 23-24:Dan Rabb mu telah memerinthakan kepadamu spy kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah bebruat baik kepada kedua orang tua dgn sebaik2nya.
Jika salah seorang diantar keduanya atau kedua2nya sampai berumur lanjut dlm pemeliharaanmu, maka jgnlah seklai-kali mengatakan perktaan 'ah' dan jangan membentak mrk dan ucapkanlah dgn perktaan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu thd keduanya dgn penuh kasih sayang. Dan ucapkalah..Robbir khamhumaa kamaa robbayani shoghiroo..
Wahai Rabb ku kasihinilah mereka brdua, sbgmn mrk mengkasihi(mendidik) aku waktu kecil. Subahanalloh..dlm surat ini, penuh dgn ajaran2 yg mulia utk menghormati orang tua..Erlin Oktaviani Rahayu: duh..jd sedih indit _: kita tdk boleh mengatakan kata 'ah' pada mereka....indit _: brgkali dianatar kita ada yg sudah memiliki anak, sudah pernah merasakan apa dan bgmn liku-liku dlm mengandung, melhairkan, merawat dan mendidik anak....indit _: kalau dikembalikan pada do'a tadi....bagi mereka yg sdh menjadi seornag ibu, akan tahu bgmn perjuangan ibu ataupun bapak kita dikala kita semua msh bayi....indit _: masih balita, masih belum dewasa, masih belum tahu banyak hal....begitu banyak yang diberikan orang tua pada kitaindit _: Imam Bukhari dgn sanad Abdullah bin Mas'ud ra:Saya bertanya pada Rasululoh: "Amala apa yang paling dicintai Alloh SWT ?"
indit _: "Shalat pada waktunya", kemudian apalagi?

indit _: Bebrbakti pada orang tua", kemudian apalagi?indit _: Jihad fii sabilillah"indit _: Sebaliknya ada hadist riwayat Imam Tirmidzi, dengan sanad Abdurrahman bin Abi Bakrah:Rasululloh berucap:indit _: "Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?indit _: "Menyekutukan Alloh dan durhaka pada orang tua", Selanjutnyaindit _: "Bersaksi palsu atau berkata palsu"

indit _: Kemudian....Islam memandang bahawa perbuatan baik seroang anak kepada orang tua saja tidak cukup, namun Islam juga menuntut mereka agar berbuta baik pada teman2 mereka semasa masih hidup.indit _: HR Imam Bukhari dgn sanad Ibnu Umar ra."Sesungguhnya salah satu perbuatan baik yang paling utama adalah silaturahmi yang digalang seseorang kepada org2 yang terdekat bapaknay setelah wafat".

indit _: Dari ayat-ayat dan beberapa hadist, bisa disimpulkan bentuk berbakti pada orang tua itu:indit _: a. Ketaatan anak pada orang tua atas semua perintah dan permintaannya selama masih dalam koridor ketaatan kepada Alloh SWT.indit _: b. Berbuat baik kepada keduanya dalam setiap keadaan, meski kedaunya masih dalam keadaan kafir;suatu tendensi kemanusiaan yang wajar dan dijunjung tinggi oleh Islam.indit _: c. menghormati keduanya di setipa waktu dan kesempatan; ketika keduanya hidup-penghormatnnya diwujudkan dengan cara berbakti kepada keduanya, dan setelah kedunay wafat bisa diwujudkan dengan bersedekah (atas namanya).indit _: d. Tidak membentak keduanyaindit _: e. Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya setelah keduanya meninggal dunia.sal_fia has joined the conference.

indit _: f. Berbuat baik kepada teman-teman mereka setelah mereka wafatindit _: g. menunaikan janji-jani(wasiat) mereka setelah mereka wafat.indit _: h. Menyambungkan tali silahturahmi yang tidak mungkin disambung kecuali oleh keduanya.sal_fia: Assalamu'alaikum wr wb indit _: i. Tidak melakukan tindakan durhaka terhadap keduanya meski ringan, demikian pula terhadap kerabata dan teman-teman keduanya.

indit _: InsyaAlloh demikian isi kajian yg bisa saya sampaikan...wallohu alam bisshowab, mengingat waktu, saya kembalikan ke ibu mod.indit _: atau bisa langsung pada tanya jawab?
DISKUSI

Erlin Oktaviani Rahayu: mba aku mo tanya dunkz...indit _: iya silahkan..gimana mbak Nora..langsung saja ya?diana: diana: mba nora kayaknya ada perlu, bu..diana: silakan langsung aja, boleh Erlin Oktaviani Rahayu: selama ini...aku dah banyak bgt ngerepotin ortukuindit _: Ok..silahkan mbak erlin..indit _: listen..
nayla_47: nti sy boleh tanya ya mbanayla_47: Erlin Oktaviani Rahayu: tp...aku blm bisa membalas budi baik mereka??Erlin Oktaviani Rahayu: apa klo cm mendo'akan termasuk bls budi jg??indit _: iya mbak nayla..setelah mbak erlin ya..Erlin Oktaviani Rahayu: afwan klo ga nyambungdiana: iya, mba nayla giliran berikutnya.. nayla_47: ok...diana: indit _: cukup mbak erlin pertanyaannya?Erlin Oktaviani Rahayu: cukup mbaindit _: ok saya coba menjwab ..dalam membalas budi kepada orang tua, pertama tidak mesti berbentuk 'materi'( harta, kedudukan ata sejesinya).indit _: dengan akhlaq yang baik, berbuat baik pada orang tua, juga menjadi salah satu bentuk bals budi kita pada orang tua.Lita Keren: indit _: kedua...kita embalsa budi pada orang tua, semampu kita..kalau kita mampu dgn sekolah kemudian bisa lulus dgn cepta atau nilai baik, insyaAlloh orang tuapun akan senangindit _: kalau kita memiliki kelebihan harta (dll), semampunya kita membnatu mereka...nv1_smileey: mba boleh nanya...mungkin agak ga nyambung ya...saya pernah baca kl setiap perbuatan anak yg soleh akan mendatangkan pahala bagi orangtua yang sudah meninggal... indit _: kuncinya bgmn membuat mereka tentram dan senang dgn apa yg kita 'miliki'.nv1_smileey: benarkah begitu?
Erlin Oktaviani Rahayu: SUBHANALLAH...jwbnnya bgs bgt indit _: harat sebanayk apapun ataupu kebaikan sebesar papaun tdk bisa membalas jasa baik kedua orang tua kita...spt yg tadi saya sempat paparkan.
Erlin Oktaviani Rahayu: alhamdulillah ortuku menyarankan untk menekuni bhs inggris (b'tolak blg ma background)lieberina: gimn dg ortu yg tdk seharusx m'dpt kebaikn itu
Yessy Akmaloni: jawabannya kok ga keliatan yaindit _: mbak nv1_smileey...iya insyaAlloh begitu...kalau dlm hadist lbh diperjelas lagi misalnya dgn menymabung tali silahturahmi kerabat orang tua kita(yg sdh wafat)Yessy Akmaloni: tanya dong? indit _: terkait dgn pertanyaan mbak erlin...tentu saja kalau ada perbedaan pendapat, kita bisa komunikasi dgn baik dgn orang tuanayla_47: menyangkut kel. dari pihak ibu. kebetulan...anak2-nya se-liqo dgn saya. suatu saat qt silaturahmi ke rumah MR (murobbi). entah knapa salah satu dr mrk bilang ke MR kalau sy bukan saudara. kalaupun saudara, itu jauh. Adiknya jg dulu seperti itu. Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak seindit _: listen..nayla_47: mba...itu p'tanyaan saya. mohon dicatat ya mba....kartika dewi: mba nayla kepotong pertanyaannyakartika dewi: Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak se
indit _: iya yg bagina terkahir terputus...nayla_47: okYessy Akmaloni: jawaban utk pertanyaan mbak erlin ga keliatan nih nayla_47: agak sedikit keberatan berurusan dgn mereka....

indit _: ok mbak nayla....akan sy jawab, tapi ..utk mbak erlin gimana, sdh cukup jawabannya?
indit _: mbak yessy setelah mbak nayla ya..
indit _: sebenarnya ingin tahu lbh detil permsalahan dr mbak nayla, tapi dr yg saya tangkap dulu...kalaupun bukan saudara keluarga dekat, tapi sebagai sesam muslim bukannya kita bersaudara ukhuwah dalam islam malah memiliki makna yang kuat dan insyaAlloh ikatan yang dalam juga, mindit _: yang perlu digali, permasalahan apa yg terjadi dlm keluarga mbak nayla...tentunya bisa diceritkan pada orang2 yg kita sdh kenal cukup dekat, agar bisa memhami dgn 'pas' kondisi masing2..kondisi mbak nayla, juga saudra jauh tadi.
indit _: dalam ukhuwah islamiyah....seadanianya saudara kita sedang sakit, ibarat kita pun spt merasakan sakitnya itu..nayla_47: masalahnya mba...sy sendiri jg ga tau knapa

nayla_47: kalau di bilang sakit hati...ya jelas. bagaimanapun sy manusia biasa.nayla_47: samapi ada keinginan untuk pindah ke murabbi lainindit _: saudara mbak nayla, juga akan lebih baik tdk mengungkit2 bhw mbak nayla adalah saduara dekat atau jauh.....kalau mmg tdiak ada keperluan yg urgent, apalagi mbak naylanya tdk suka dgn hal tsb.

nayla_47: tapi kemudian sy pikir....tdk akan menyelesaikan masalah. mba apakah salah kalau lantas sy menjaga jarak? indit _: kalau da permsalahan ..sikap hilmi(bijaksana) coba kita kedepankan, hendaknay tdk sampai terbwa emosi Saran saya, mbak nayla meminta penjelasan pada fihak2 yg terlibat, misalnya yg mbak nayla sebut sbg murobbi...agar permsalahn tdk larut, dan mbak nayla merasa tdk leg
nayla_47: sy ko ga enak ya mba. nayla_47: sampai saat ini sy hanya lbh bersikap diam dan seperlunya aja.indit _: Alloh sangat menyukai 3 amalan, salah satunya menyambung tali silahturahmi... janagn membuat jarak, tapi selesaika permsalahn yg ada agar semua fihak merasa lega.

irwanti2001: assamualaikum...ikutan ya...nayla_47: ya mba. tapi Alhamdulillah...keluarga dirumah (bapak/ibu) dan sdra yg lain tetap membuka pntu dan hati lebar2 saat mrk t'kena banjir kmrn
nayla_47: Alhamdulillah...sy dan keluarga tdk berniat u/ memutus silaturahmi mba.indit _: subhanalloh....orang tua sdh memberi teladan yg baik, mudah2an kebaikan ini bisa membuka hati saudara mbak nayla (yg brgkali) ada kesalah fahaman, thd keluarga mbak nayla.nayla_47: Alhamdulillah... ga ada dendam mba.indit _: ok ya..bisa dilanjut ke mbak yessy..tingal 5 menitnayla_47: MOhon doa-nya ya..dr semuanayla_47: syukron mba...jazakillah.....indit _: waiyakum......mudah2an hubungan baik diantara keluarga besar tetap terjaga.nayla_47: Amiin....indit _: wah sudah waktunya utk pamitan..sebelumnya...'Keberana itu semata-matanya datangnya dari Alloh, jika ada kesalaahn itu krn kekhilafan dr diri saya".
diana: jazakillah khoiron katsiro bu indit.. nayla_47: terimakasih banyak bu.....indit _: mohon maaf ibu-ibu..mbka-mbak..para hadirin semua atas kekurangn yg ada, jazakumulloh khoiron katsiro tetap setia sampai acara ini selesai..juga utk penyelenggra KAMUSindit _: waiyyakum....
indit _: pamit dulu ya..inysaAlloh akan berjumpa lagi bulan depan..wassalamu'alaikum wr wb..diana: w slm wr wb
diana: alhamdulillah...nayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuhdiana: kita tutup ya kajian hari ini.. diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

icha_ricky05: wa`alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh..diana: Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaik

diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu

diana: amin nayla_47: amin.... diana: jazakumullah khairan katsiro atas kebersamaan ukhtifillah rahimakumullah diana: diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan
diana: sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh Lita Keren: wa'alaikumslm wrwbBaiatusy Syajaroh: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhnayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhBaiatusy Syajaroh: jazakillah khairan atas tausyiahnya ukhti inditsr

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、9:42 AM   2 comments
Hal yang disukai istri dari suaminya
Pemateri : Adi Junjunan Mustafa
Tanggal : 22 Februari 2007

Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:

1. Penuh Pengertian

Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.

2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."

3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)

4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.

5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).


6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.

7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.

8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.

Adi Junjunan Mustafa: bagi yang datang terlambat, silakan mengakses link ini untuk materi barusan

Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/164
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/155
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/169

Adi Junjunan Mustafa: jurnal ke 164 adalah kajian utamanya
Adi Junjunan Mustafa: sekian

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、9:13 AM   6 comments
Thursday, January 25, 2007
Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik


Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik

Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum

Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.

Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.


3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.

Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.

Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.


5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.

Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.


7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

***

Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata ...

To really love a woman,
To understand her,
You've got to know her deep inside ...
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms ...
You know you really love a woman

Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams

http://adijm.multiply.com/journal/item/147


Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:30 PM   0 comments
Monday, January 22, 2007
Rumah Tangga Islami



Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami

Pemateri: Ustz. Vivi (id: hifizahn)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 22 Jan 2007

Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga.

Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :

Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.

Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.

Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:

1. RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.

Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.

2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.

Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.

3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata

Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.

5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.

Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.

6. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar

Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.

7. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam

Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.

8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.

9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk

Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.

10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.

Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.


**sesi tanya-jawab**

#1

ustz_vivi: sudah mbak Yokka?

ukhti_yokka: sudah mbak...jzkl khoir...

ustz_vivi: waiyyakum

ustz_vivi: Oh iya, mohon maaf bagi yang belum menikah ya..

ustz_vivi: wah..itu pembahasannya panjang

ustz_vivi: perlu sesi sendiri nih

ustz_vivi: Tapi sedikit enggak apa-apa

ustz_vivi: untuk muslimah yang sedang dalam persiapan menikah ada 4 persiapan

ustz_vivi: 1. persiapan ruhiyyah, menyadari bahwa menikah itu adalah ibadah

ustz_vivi: maka perlu mulai meningkatkan kesadaran yang tadi itu..kesadaran akan ketundukan kepada semua peraturan Allah

ustz_vivi: terutama yang menyangkut adab-adab berkeluarga

ustz_vivi: 2. Persiapan fikriyyah

ustz_vivi: menyiapkan ilmu tentang pernikahan, sebagai bekal kita sangat penting

ustz_vivi: mislanya, ilmu tentang pergaulan suami siteri

ustz_vivi: ilmu tentang mendidik anak

ustz_vivi: hak dan kewajian dalam keluarga

ustz_vivi: sampai masalah yang sangat pribadi, seperti hubungan seksual

ustz_vivi: banyak orang yang memiliki masalah dalam keluarga ketika bekal fikriyyah ini tidak cukup memadai

ustz_vivi: terutama dalam hal "kehangatan" suami isteri

ustz_vivi: lalu persiapan psikologis

ustz_vivi: siap berbagi kepada orang "asing", terutama yang biasa hidup mandiri..ini sulit

ustz_vivi: siap menghadapi perbedaan-perbedaan antara suami-isteri

ustz_vivi: lamanya berpacaran tidak bisa dijadikan indikator kita sudah mengenal calon pasangan

ustz_vivi: yang penting adalah kedewasaan masing-masing pribadi untuk menerima perbedaan ini

ustz_vivi: ingat, yang penting "kedewasaan"

ustz_vivi: terakhir kesiapan fisik

ustz_vivi: terutama untuk melahirkan dan merawat anak-anak..

ustz_vivi: pengalaman dari orang-orang yang sudah melahirkan anak,a pa lagi yang sudah lebih dari satu

ustz_vivi: kondisi badannya tidak lagi bisa sekuat dahulu seperti sebelum menikah

ustz_vivi: oleh karena itu, sebelum menikah perlu disiapkan kondisi fisiknya agar tidak terlalu lemah setelah melahirkan nanti

ustz_vivi: itu dulu..wallahu a'lam

#2

ustz_vivi: pertanyaannya mbak shanty

ustz_vivi: afwan, pertanyaannya yang tentang menstruasi itu?

ustz_vivi: insya Allah tidak akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan mbak shanty

ustz_vivi: rukun nikah itu (tolong koreksi kalau ada yang salah) : ada mempelai laki-laki dan perempuan, 2 orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab qobul

ustz_vivi:

ustz_vivi: biasanya yang menikah pas haid, setelah nikah masuk masa subur ya

ustz_vivi: semoga lancar aja pernikahannya

#3

ukhti_fita: begini mba .. ptuk point 7 td..

ukhti_fita: Rt terhindar dari hal2 yg tdk sesuai dgn syar'i....

ukhti_fita: bagaimana jika kita sbg seorang ibu ymengiinkan anaknya berprilaku islami sdg kita bekerja...

ukhti_fita: lingkungan slama kita meninggalkannya (bekerja) akan mempengaruhi prilaku, tingkah lakunya...

ukhti_fita: terkadang dari external inilah yg akan membuatnya bingung... kok beda dgn yg diajarkan ummi n abinya ??

ukhti_fita: bagaimana utk menghadapi hal ini... Inilah yg membuat saya terkadang .."cemas"

ustz_vivi: ini masalah yang terjadi pada pasangan mudah sekarang ya..

ustz_vivi: kebutuhan hidup yang semakin meningkat, mau tidak mau harus ditopang oleh suami isteri sekaligus

ustz_vivi: idealnya, meskipun bekerja, sang ibu harus tetap mengikuti kegiatan keseharian anak-anaknya

ustz_vivi: terutama bagi anak yang dibawah usia 5 tahun, karena anak seusia ini menyerap apa pun tanpa ada saringan

ustz_vivi: kalau bisa sambil bekerja, penjaga anak-anak/baby sitternya di ajak atau diminta berada didekat ibu, sehingga meskipun bekerja, bisa sambil mengontrol anak

ustz_vivi: tetapi kalau hal ini tidak mungkin, minimal untuk anak-anak yang sudha berusia 4-5 tahun, mulai diajak berdiskusi

ustz_vivi: tentang apa yang dialakukan seharian

ustz_vivi: di ajak untuk meneliti baik-buruk yang dikerjakannya atau dikerjakan oleh pengasuh

ustz_vivi: untuk anak dibawah itu, minimal menjaga aqidahnya dengan memilihkan pengasuh yang baik yang kita benar-benar tahu kebaikan agamanya

ustz_vivi: kalau tidak salah ada yang menawarkan jasa baby sitter yang memahami nilai-nilai Islam ya? di Jakarta?

ustz_vivi: saya juga tidak tahu banyak kondisi di sana

ustz_vivi: mungkin yang minimal sekali, mencari pengasuh yang tidak buruk akhlaknya, meskipun biasa-biasa saja dalam pemahaman keislamannya

ustz_vivi: tapi sang ibu perlu menyisihkan waktu untuk mengajarkan anak, minimal tentang Allah, mengahfal surat-surat pendek

ustz_vivi: agar anak tidak asing dengan agamanya

#4

ukhti_nora: gmn kalau kita dpt suami yg msh sama2 belajar dan krn kesibukannya dlm kerja jd jauh dari praktek yg sblumnya telah ia laksanakan dg baik

ukhti_nora: amalannya mnyusut gitu?

ustz_vivi: ini fungsi dari point ke 4 tadi mbak

ustz_vivi: 4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

ustz_vivi: bila sang suami sedang turun semangat beribadahnya, maka isteri berfungsi untuk mengingatkan

ustz_vivi: mendorong dan menjadi teladan

ustz_vivi: sehingga bisa mengimbangi suami

ustz_vivi: lebih baik lagi bila bisa menjadi motivator suami dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya

ustz_vivi: dengan tingkah laku, dengan ajakan yang lembut..biasanya para suami luluh dengan kelembutan seorang isteri ya..

ustz_vivi: kalau mengajak dengan cara yang lembut, insya Allah manut

ustz_vivi: iya..kalau mau kritik suami, jangan dengan kata-kata tegas

ustz_vivi: tapi dengan lembut..kalau perlu diberikan dulu apa maunya..

ustz_vivi: baru minta timbal balik

ustz_vivi: tapi ini cuma salah satu cara..oh iya, untuk peningkatan ruhiyyah..sebenarnya perlu dicari dulu apa penyebab menurunnya ruhiyyah ini

ustz_vivi: kalau terlalu lelah belajar, mungkin perlu rekreasi..(jiwa juga perlu rileks loh..)

ustz_vivi: jarang hadir di majlis ilmu juga salah satu sebab menurunnya ruhiyyah

**

ustz_vivi: di sini sudah maghrib mbak

modi_diana: mba vivi ada pesan2 terakhir?

ustz_vivi: cuma mohon maaf atas segala kesalahan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kita menjadi orang yang ragu-ragu

ustz_vivi: kesalahan itu datang dari diri saya pribadi, dan saya mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan

ustz_vivi: wassalamu'alaikum wr.wb

modi_diana: w slm wr wb

Jazakillahu khoiron katsiro ustdz Vivi atas sharing ilmunya hari ini..

Demikian ukhtifillah kajian muslimah hari ini

Jazakumullahu khoiron katsiro kepada semuanya atas kebersamaan kita hari ini

Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan

sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah



Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   6 comments
Thursday, January 18, 2007
Syirik Besar

Syirik Besar

Pemateri: Ustz. Septina (id: septina_h)


*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 18 Jan 2007

modi_ica: insya Allah tausyiah hr ini akan disampaikan oleh Mbak Septi

modi_ica: yuk kita siapkan hati dan pikiran kita untuk menerima tausyiah dr beliau

modi_ica: tafaddol mba Septi

ustz. Septi: InsyaALlah kali ini saya akan sharing mengenai SYIRIK BESAR

ustz. Septi: bisa langsung mulai aja ya

ustz. Septi: Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah

ustz. Septi: Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah.

ustz. Septi: Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja

ustz. Septi: karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata

ustz. Septi: sebagaimana firman Allah:

ustz. Septi: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya

ustz. Septi: maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

ustz. Septi: Syirik adalah dosa yang tidak terampun

ustz. Septi: Allah SWT berfirman

ustz. Septi: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116)

ustz. Septi: Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik),

ustz. Septi: ), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya.

ustz. Septi: . Allah berfirman :

ustz. Septi: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,

ustz. Septi: maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”. (al-Maidah: 72)

ustz. Septi: MACAM-MACAM SYIRIK

ustz. Septi: Syirik ada dua macam; yaitu:

ustz. Septi: 1. Syirik Akbar (besar).

ustz. Septi: Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya.

ustz. Septi: 2. Syirik Ashghar (kecil).

ustz. Septi: Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan mati dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal.

ustz. Septi: Syirik Akbar ada dua macam:

ustz. Septi: 1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).

nova_duri_riau:

ustz. Septi: Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:

ustz. Septi: 1. Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau

ustz. Septi: 2. Benda mati; seperti: patung dan batu, atau

ustz. Septi: 3. Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau

ustz. Septi: 4. Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya,

ustz. Septi: yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya.

ustz. Septi: Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa

ustz. Septi: 5. Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa.

ustz. Septi: 2. Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).

ustz. Septi: 1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia.

ustz. Septi: Termasuk dalam syirik ini adalah: berdo’a kepada orang mati, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam,

ustz. Septi: , juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah.

ustz. Septi: Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti ini adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah.

ustz. Septi: Penyebab tidak jelasnya syirik ini adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah

ustz. Septi: . Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a,

ustz. Septi: sebagaimana tersebut dalam hadits:

ustz. Septi: “Do’a adalah ibadah”. (HR. At-Tirmdzi, Ia berkata: ini hadits hasan shahih)

ustz. Septi: Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi ta

ustz. Septi: Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan,

ustz. Septi: , justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya.

ustz. Septi: Alasan ini muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah.

ustz. Septi: Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at.

ustz. Septi: . Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan:

ustz. Septi: “Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3)

ustz. Septi: “Mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. (Yunus : 18).

ustz. Septi: 2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif)

ustz. Septi: Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum.

ustz. Septi: Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain.

ustz. Septi: Dengan hak itu mereka:

ustz. Septi: a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki.

ustz. Septi: Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin,

ustz. Septi: , Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- kan dan menghararnkan atas mereka,

ustz. Septi: karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Illah (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai)

ustz. Septi: dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki?

ustz. Septi: Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan ini. Karena itu, adalah menjadi milik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya.

ustz. Septi: Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseorang dalam kerajaan Allah ini yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin

ustz. Septi: dan Pemimpin atau Penguasa kerajaan berarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpinan-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan.

ustz. Septi: Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. Al-Qur’an men- sejajarkan hal ini dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirm

ustz. Septi: “Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Maha Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah : 31)

ustz. Septi: Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw ber

ustz. Septi: “Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir)

ustz. Septi: Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah

ustz. Septi: alhamdulillah, materinya sudah selesai

modi_ica: alhmdulillah

modi_ica: syukran jazakillah khair mba Septi


** sesi Tanya-jawab **

#1

ukhti_ade: kalo zodiak? syirik juga kan

ustz. Septi: zodiak itu termasuk syirik

ustz. Septi: karena

ustz. Septi: yang membuatnya kan seorang peramal

ustz. Septi: sedangkan peramal peramal itu semua nya memakai media jin untuk membantu kesuksesan ramalannya

ustz. Septi: begitu ukh ade (id adetomboy)

#2

ukhti_novi: apakah riya termasuk syirik kecil mba? riya terhadap ilmu, harta bahkan iman pun terkadang disombongkan.... gimana?

ustz. Septi: ya riya juga termasuk katagori syirik

ukhti_rahma: oh ya boleh nambahin nda?

ukhti_rahma: salah satu syirik yang samar, terkadang tanpa sadar kita sendiri melakukannya

ukhti_rahma: misalkan begini...

ukhti_rahma: untung ada ane...

ukhti_rahma: misalkan temen kita punya masalah terus kita bantu

ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong

ukhti_rahma: itu juga termasuk syirik

ukhti_rahma: sohati-hati ya ukh...

ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong<

#3

ukhti_ade: mmmmm trus kenapa zodiak kok ditempel dimajalah2 yang mungkin saja dibaca dan dikonsumsi oleh semua orang termasuk muslim......bahkan anak2

ukhti_ade: nah itu gimana supaya ga menyebar..kan yang baca belum tentu tahu zodiak itu syirik

ustz. Septi: itulah yang dilakukan orang orang yang hendak menghancurkan akidah umat islam

ustz. Septi: orang orang yang ingin menghancurkan islam, kan gak mungkin langsung menghancurkan dan menginjak2 akidah umat Islam

ustz. Septi: makanya mereka mengambil jalur aman

ustz. Septi: dengan cara cara yang tidak di sadari oleh umat Islam

ustz. Septi: dan yang paling dahsyat itu adalah media TV, media massa

ustz. Septi: di media massa terutama majalah2 remaja

ustz. Septi: masyaAllah....kita sulit sekali menghalangi laju informasi yang saat ini amat sangat menghancurkan umat Islam terutama remaja muslim kita

ustz. Septi: gimana ukh ade ...cukup ya

#4

ukhti_nayla: kalo misal percaya adat tuh sama aja syirik kan? Trus gmn cara ngatasinnya

ustz. Septi: untuk ukh nayla

ustz. Septi: adat itu menurut saya tidak juga semuanya salah, cuma memang harus pilih2 sekali...mana yang kira2 memang berpotensi syirik

ustz. Septi: seperti ada upacara 3 hari, 7 hari dst pada saat ada keluarga kita yang meninggal

ustz. Septi: kan Rasul tidak mencontohkan

ustz. Septi: yang di contohkan adalah, kita menghibur orang yang kesusahan itu

ustz. Septi: nah....mengadakan pengajian itu yang tidak di contohkan rasul

ustz. Septi: karena yg di contohkan itu kita daatang untuk menghibur, membantu kalau ada kesulitan keluarga yg ditinggal

ukhti_rahma: tapi mbak septi boleh ana punya pendapat lain?

ustz. Septi: silahkan

ukhti_rahma: tahlilan, mendoakan orang mati...

ukhti_rahma: itu ada sejarahnya

ukhti_rahma: dulu waktu indonesia masih hindu

ukhti_rahma: setiap orang yang meninggal diadakan pesta 7 hari 7 malam

ukhti_rahma: tujuannya sama menghibur yang ditinggalkan, walau caranya mungkar

ukhti_rahma: supaya yang ditinggalkan tidak kesepian

ukhti_rahma: nah...oleh wali songo

ukhti_rahma: kebiasaan itu diubah, yang tadinya kebiasaan pesta jadi kebiasaan bertasbih, mengucapkan asma'ul husna, bertahlil

ukhti_rahma: tujuannya sama daripafda diisi pesta lebih baik mengagungkan asma 4WI

ukhti_rahma: tapi sepeninggal wali songo, kebiasaan itu berubah oleh masyarakat

ukhti_rahma: kebiasaan itu dianggap suatu hal yang wajib dilakukan

ustz. Septi: yup...saya akan menuju ke pernyataan ukh rahma juga sebenarnya...jazakillah sdh dilanjutkan

ukhti_rahma: si empunya rumah harus memberikan makanan bahkan sampai rokok...

ustz. Septi: jadi menurut saya...kita harus pandai2 memilih

ukhti_rahma: itu yang harus diluruskan

ukhti_rahma: tahlil itu boleh, tidak dilarang

ukhti_rahma: tapi mewajibkan mengadakan tahlil setiap ada yang meninggal...itu tidak disunahkan

modi_ica: caranya mungkin dek Rahma yg mba Septi sebut bukan tahlilnya

ustz. Septi: ya

ustz. Septi: menurut saya, kita yang harus pandai menyiasati setiap adat itu agar menjadi sebuah acara yang bermanfaat, tidak mubah atau bahkan haram

#5

ukhti_dikoe: bagi org2 yg bisa melihat masa depan..bknnya itu gift dr Allah?

ustz. Septi: zaman sekarang ini sdh tidak ada lagi org2 yg di beri kelebihan seperti itu

ustz. Septi: Seingat saya, karomah itu terakhir di tutup oleh Allah dizaman sahabat nabi setelah nabi wafat. Kalau mukjizat di tutup hanya sampai nabi saja

ustz. Septi: setelah itu yg ada hanya pengaruh jin yang menguasai manusia

ustz. Septi: atau manusia yg belajar untuk bisa meramal

ukhti_dikoe: apa ada di al-qur'an atau hadist bhw itu hanya diberikan pada para nabi dan rasul?

ukhti_dikoe: temenku sih awalnya men-deny yah

ukhti_dikoe: jd dia bs melihat kilasan2 gbr ttg hidup kita gtu in the past n future

ukhti_dikoe: awalnya dia ga mau liat

ukhti_dikoe: yah mungkin dia takut syirik jg kli ye

ustz. Septi: coba saja teman nya untuk sholat taubat

ustz. Septi: insyaAllah hilang

ustz. Septi: tapi sholat taubatnya enggak sekali aja

ustz. Septi: dan itu taubatan nashuha

ustz. Septi: soalnya pengalaman saudara dekat saya juga begitu

ustz. Septi: setelah sholat taubat

ustz. Septi: alhamdulillah hilang

ukhti_dikoe: apa ada di alqur'am atau hadist mba?

ukhti_dikoe: bahwa itu hanya diberikan pd nabi dan rasul?

ukhti_dikoe: bhw memang sudah tdk ada lg yg diberi gift spt itu oleh Allah?

ukhti_dikoe: i really need to know

ustz. Septi: seingat saya ada, cuma saya lupa...afwan

ustz. Septi: mungkin ada teman lain yg lebih tau

ustz. Septi: afwan kalau jawabannya kurang memuaskan


**

modi_ica: sudah jam 16.45 disini sebentar lg maghrib , kita tutup ya kajian kita kali ini

modi_ica: syukran khairan katsiro mba Septi

modi_ica: kita tutup kajian ini dengan hamdalah

modi_ica: istigfar dan doa akhir majlis

modi_ica: afwan minkum jika ada kesalahan dan kekurangan selama memandu acara ini

modi_ica: mudah2n kita bisa ketemu lg di kamus hr senin depan


**

Artikel seutuhnya sbb:

Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah. Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah.

Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja, karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata sebagaimana firman Allah:

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

Syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116)

Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”. (al-Maidah: 72)

MACAM-MACAM SYIRIK

Syirik ada dua macam; yaitu:

1. Syirik Akbar (besar).

2. Syirik Ashghar (kecil).

Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya.

Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan mali dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal.

SYIRIK AKBAR

Syirik Akbar ada dua macam:

1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).

2. Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).

A. Syirik Akbar yang Jelas dan Terang.

- Men yembah Tuhan selain Allah.

Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:

1. Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau

2. Benda mati; seperti: patung dan batu, atau

3. Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau

4. Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya, yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya. Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa

5. Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa.

B. Syirik Akbar yang Tersamar.

1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia.

Termasuk dalam syirik mi adalah: berdo’a kepada orang mali, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam, juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah. Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti mi adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah.

Penyebab tidak jelasnya syirik mi adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah. Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a, sebagaimana tersebut dalam hadits:

“Do’a adalah ibadah”. (HR. At-Tirmdzi, Ia berkata: ini hadits hasan shahih)

Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi takhriji Ahaditsi Taisiril ‘Aziz, hal: 83.

Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan, justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya.

Alasan mi muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah. Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at. Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan:

“Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3)

“Mereka men yembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. (Yunus : 18).

2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif)

Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum.

Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain.

Dengan hak itu mereka:

a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki.

b. Mereka menetapkan berbagai sistem dan aturan sebagai undang-undang, atau

c. Menetapkan metodologi dan pola pikir, yang:
- Tidak diizinkan Allah.
- Bertolak belakang dengan syari’at-Nya. Lalu, orang lam mengikuti dan mentaati apa yang telah mereka tetapkan sebagai undang-undang, seakan- akan syari’at Tuhan, atau hukum langit yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar.

Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin, Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- kan dan menghararnkan atas mereka, karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Il~h (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai) dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki?

Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan mi. Karena itu, adalah menjadi rnilik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya.

Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseor?ng dalam kerajaan Allah mi yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin dan Pemimpin atau Penguasa kerajaanberarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpman-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan.

Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. Al-Qur’an men- sejajarkan hal mi dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirman:

“Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Mahia Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah : 31)

Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw bersabda:

“Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir)

Lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz: 2 hal: 459, saat menafsirkan ayat 31 dan Surat at-Taubah [9]. Para pen-takhrij hadits ini berbeda pendapat, Syekh Nashirud-Din al-Albani menilainya hasan, sedangkan Abu Sulaiman Jasim al-Fuhaid ad-Dautsari dalam kitab an-Nahjus-Sadid menilainya dha’if dan mengatakan bahwa penisbatan hadits ini kepada Ahmad adalah wahm. Namun ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa Ahbar dan Ruhban dalam agama Nasrani telah dinilai al-Qur’an sebagai Arbab, dan makna hadits mi dikuatkan oleh ayat~ayat al-Qur’an, seperti: al-An’am 61: 121. (Lihat an-Nahjus-Sadid, hal: 53)

Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah. Hal demikian ini bertolak belakang dengan tauhid yang tidak lain adalah agama Allah dan inti kalimat ikhlas: La Ilaha Illallah. Sebab, al-Ilah adalah al-ma’bud (tuhan yang berhak disembah), dan Allah telah menamakan ketaatan mereka kepada para pemimpin dan pendeta mereka sebagai penyembahan kepada mereka. Sedangkan para pemimpin dan pendeta itu disebut sebagai Arbab; yakni sekutu-sekutu Allah dalam penyembahan. Ini merupakan syirik akbar, sebab siapa saja yang mentaati makhluk dan mengikutinya di luar yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, berarti ia telah menjadikannya sebagai rabb dan ma’bud, meskipun tidak dinamai demikian, sebagaimana difirmankan Allah dalam ayat lain:

“Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. (QS. Al-An’am: 121)

Ayat lain yang maknanya sama dengan ayat di atas

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ (QS. Syura : 21)

Jika yang demikian mi adalah hukum al-Qur’an dan as-Sunnah terhadap orang yang menjadikan selain Allah sebagai pembuat syari’at dan mengikutinya dalam hal-hal yang tidak diizinkan Allah, maka bagaimana pula dengan orang yang ménjadikan dirinya sebagai sekutu Allah, mengangkat dirinya sebagai pemegang hak membuat hukum (hak legislatif), perundangan (pensyari’atan), penghalalan dan pengharaman yang merupakan hak khusus ketuhanan?



Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   4 comments

Search

Tentang Kami
Indonesian Muslim Blogger
Divisi Kewanitaan IMB


    Room Kajian Muslimah ini merupakan program Divisi Kewanitaan IMB. Insya Alloh diselenggarakan sepekan dua kali, setiap Senin dan Kamis pukul 13.00 - 15.00 WIB

    Selengkapnya tentang kami
Materi Mutakhir
Arsip
Indonesian Bloggers Condemn Israel


Silaturahim

    by wdcreezz.com

    Name

    Email/URL

    Message

Link
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1