<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519</id><updated>2011-12-26T08:27:39.754+07:00</updated><title type='text'>Kajian Muslimah</title><subtitle type='html'>Room Kajian Muslimah ini merupakan program Divisi Kewanitaan IMB. Insya Alloh diselenggarakan sepekan dua kali, setiap Senin dan Kamis pukul 13.00 - 15.00 WIB</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-2952921213033382474</id><published>2007-03-01T09:42:00.000+07:00</published><updated>2007-03-01T10:13:35.539+07:00</updated><title type='text'>Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Pemateri : Ibu Inditsr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanggal : 26 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nora: Innalhamda lillah nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahimin syururi anfusina waminsyayyi aati `amalina mayyahdillah fala mudillalah waman yudlil falaahadiyalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nora: segala puji bagi Allah  yg telah memberikan kita nikmat iman dan islam sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menggali ilmu di hari ini Sholawat dan salam bagi qudwah kita, Rasulullah saw beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman. Mari kita buka kajian hari ini dengan membaca basmallah bersama-sama. Bismillahirrohmaanirrohiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lita Keren: Bismillahirahmanirrahim&lt;br /&gt;ihtirom: jazakillah mba diana&lt;br /&gt;indit _: ibu mod sudah bisa dimulai?&lt;br /&gt;nora: iya silahkan mbaknora: afwan bos dibelakangkunora: ukhti fillah kita simak dulu materi dari ibu Indit ya.. tafadhol mbak&lt;br /&gt;indit _: haik jazakumulloh khoion katsiro.....terima kasih kepada tim kamus kajian muslimah yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan pada saya unutk bersama-sama berdiskusi dengan hadirin di forum ini.&lt;br /&gt;indit _: Assalamu'alaikum warakhmatullaahi wa barokatuhindit _: Bismillaahirrohmaanirrohiim....&lt;br /&gt;indit _: Innal hamdalillaahi nasta'inuhu wa nastaghfiruhu wa na udzu billahiAsyhadu 'al ila ha ilallahu wa'asy hadu anna Muhammadarosululloh.&lt;br /&gt;indit _: sebelumnya..&lt;br /&gt;indit _: Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh swt yang telah melimpahkan banyak kenikmatan pada hadirin semua. Diantaranya nikmat iman dan nikmat Islam.indit _: Betapa banyak saudara-saudara kita yg mungkin pada saat ini sedang mengalami kesulitan, kesusahan, kesempitan atau ujian-ujian yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: Kita bisa duduk dan bersama-sama mengikuti kajian Islam saat ini juga merupakan kenikmatan besar dari Alloh. Karena masih banyak saudara2 kita yang barangkali ingin seperti kita yang disini, namun tidak memungkinkan.&lt;br /&gt;indit _: Alhamdulillah....indit _: Sholawat dan salam kita panjatkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.&lt;br /&gt;indit _: InsyaAlloh hari ini akan membahas tentang Hak dan Kewajiban wanita dalam Islam. indit _: Mungkin kajiian hari ini sudah sering kita dengar....mudah2an akan menjadi pengingta kita bersama.&lt;br /&gt;indit _: Alhamdulillah, kita yang hadir dalam forum ini adalah mereka-mereka yg InsyaAlloh termasuk orang-orang yang mendapat kenikmatan berIslam.&lt;br /&gt;Dalam Islam Alloh tidak memberi hak dan kewajiban yang istimewa utk kaum pria saja, namun menyamakan hak dan kewajiban, baik pada kaum perempuan maupun kaum laki-laki.tentu saja kesamaan hak dan kwajiban ini sesuai kodrat yang ditentukan Alloh.Alloh memberikan balasan kebaikan pada kaum pria ataupun perempuan, bagi yg berbuat kebaikan, tidak ada pengkecualian.Seperti dalam surat An Nahl(16):97indit _: Barangsiapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami balas ia dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan. Demikian juga dalam Ali Imran(3):195&lt;br /&gt;Maka Rabb mereka mengabulkan mereka(dengan berfirman):Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dianatra kalian, baik laki-laki maupun perempuan, krn sebagian kalian adalah dari sebagian yang lain.  Demikian juga Alloh memberi ancaman bagi siapa saja, perempuan maupuan laki-laki,bagi yang melanggar aturanNYA dengan siksaan yang pedih.Seperti dalam suart Al Jin(72):23=Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada Alloh dan RasulNYA, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, bagi mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.&lt;br /&gt;Dari 3 surat tadi, jelas bhw Alloh memberi balasan yang sama kepada kaum perempuan maupun kaum pria....ketika berbuat kebaikan akan mendapat balasan kebaikan pula, demikian sebaliknya.Dalam kajian hari ini saya tidak membahas apa dan bagaimana perbedaan atau persamaan hak dan kewajiban kaum perempuan atau laki-laki, mudah2an di lain waktu akan ada pembahasan yg lebih detil.Hari ini lebih menyorot pada hak dan kwajiban wanita dalam Islam.Hak dan kewajiban wanita dalam Islam sendiri bisa dilihat dari sisi wanita sebgai anak, sebagai Istri dan Ibu.&lt;br /&gt;Hari ini akan lebih membahas pada sisi wanita sebagai anak.Sebagai anak, wanita Islam memiliki hak dan kewajiban yang berjenis-jenis lagi:  terhadap orang tua, terhadap kaum kerabat, dan terhadap masyarakatjadinya bertingkat-tingkat...mudah2an bisa difahami.&lt;br /&gt;Hak dan kewajiban wanita thd orang tua sendiri akan terbagi dlm:yang pertama tentang hak...&lt;br /&gt;a. Hak Cinta dan Kasih sayangHak ini harus ada, karena jika anak-anak (laki-laki maupun perempuan) tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, maka pembentukan kejiwaan dan akhlaqnya tidak akan sempurna.&lt;br /&gt;betapa banyak anak-anak yang tidak cukup mendapat kasih sayang dari orang tuanya, ketika tumbuh dewasa, ia menjadi orang-orang dewasa yang tidak matang kepribadiannya.&lt;br /&gt;salah satu contoh yang bisa saya sebutkan, di Jepang, ketika di masa kecil seorang anak mendapat perlkuan yang kasar dan kejam, maka dia pun akan memiliki perlakuan yang kejam thd orang sekitarDalam Hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dengan sanad Abu Hurairah ra, tuturnya:&lt;br /&gt;Aqra bin Habis melihat Rasululloh saw mencium Hasan ra (cucu Rasul), kemudian Aqra berkata:Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, dan tidk satupun dari mereka yang kucium". &lt;br /&gt;kemudian Rasululloh bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi".&lt;br /&gt;indit _: hari ini membahas ttg Hak kewajiban wanita dalam Islam, dilihat perannya sebagai anakDari hadist tadi..kita melihat bhw Rasululloh demikian memiliki kelembutan hati, sehingga tidak segan-segan mencium cucunya.Erlin Oktaviani Rahayu: lanjut mbaindit _: Iya mbak rina..sama-sama mengasaha diri&lt;br /&gt;Menjadi sunatulloh bagi anak2 yang tdk terpenuhi kasih sayangnya, atau malah dididik dgn kekerasan, akan tumbuh menjadi orang2 dewasa yang keras pula.Naudzubillahi min dzalik....mudah2an kita bukan termasuk didlmnya..&lt;br /&gt;indit _: kemudian...b. Hak tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuanSikap mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan adalah suatu kezaliman dlm membagi cinta kepada anak2nya, dan dalam waktu yang sama, hal itu menentang lahirnya anak perempuan dan itu adalah perbuatan jahiliyah.Imam Tirmidzi dengan sanad dari Ibnu Abbas ra, menuturkan bhw Rasullloh bersabda:"Barangsiapa memiliki anak wanita kemudian ia tidak menyakitinya, menghinakannya dan tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan, maka Alloh akan memasukkanya ke dalam syurga".Dari Ibnu Majah dengan sanad ibnu Abbas: "Muliakanlah anak-anak kalian"lieberina: tp t'kadang perasaan dibedakan itu ada&lt;br /&gt;indit _:  wah nanti saya ingin tanya lbh detil ke m rina....kondisinya spt apa? indit _: krn bisa jadi hal2 spt itu masih ada dlm masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;indit _: tapi dilanjut dulu ya...ke hak dan kewajibanberikutnya...indit _: c. Hak mendapatkan pendidikan dan pembinaaneuisadri: maaf ya temans, lebih baik kita menyimak aja dl. biar lebih enak&lt;br /&gt;indit _: Pendidikan pertama dan terpenting adalah mengenal rukun-rukun Islam, dasar-dasarnya, akhlaq-akhlaq dan adab-adabnya. Kemudian memberikan pengenalan kepada mereka ttg shirah Rasullloha dan para sahabat, dan pelajaran tentang ibdah, baik secara teori maupun praktek.&lt;br /&gt;maaf ada kesalahan ketik...Rasullloha=RasulullahSemuanya ini hendaknya tidak "hanya" menghandalkan pada sekolah, pelaksanaan di rumah juga sangat penting.Pendidikan dan pembinaan yang dilakukan dirumah juga mesti berkesinambungan, kalau perlu diberi fasilitas yang baik dan kondusif bagi anak (misalnya: perpustakaan, VCD dll).Dan terus mendapat perhatian dan bimbingan dari kedua orang tuanya.Perhatian yang terus menerus dari orang tua sangat penting, karena anak akan berkembanga dan mendapat pengaruh dari berbagai lingkungan.Tiap tahap perkembangan anak, memiliki lingkungan yang tidak sama.Maka orang tua tdak boleh merasa bosan dan jenuh memberikan perhatian pada anak-anak mereka.Selanjutnya bisa ditambah dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat utk dunia, agar anak-anak memiliki persiapan utk masa depannya, baik utk dunia dan akherat nantinya.&lt;br /&gt;Yang perlu diingat bagi kaum perempuan ada syarat dalam menuntut ilmu:&lt;br /&gt;1. Tidak ikhtilat dengan kaum laki-laki,kalaupun kondisi lingkungan tidak bisa dihindarkan maka perlu menjaga diri agar tidak jatuh dalam kubang dosa dan kesalahan. 2. Tidak menuntut ilmu yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang telah Alloh tetapkan untuknya. &lt;br /&gt;d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia&lt;br /&gt;indit _: mbak adinda_poetri...selamat bergabung di forum ini, kajian hari ini ttg hak dan kewajiban wanita dlm Islam, dilihat peran sebagai anak&lt;br /&gt;indit _: mudah2an msh bisa mengikuti sisa waktu yg ada...msh panjang&lt;br /&gt;indit _: Iya saya lanjut kembali....dgn d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang muliaAkhlaq yang mulia merupakan bekal yang penting bagi seorang anak utk tumbuh menjadi dewasa, dan contoh2 akhlaq mulia bisa dilihat langsung dari teladan kedua oeang tuanya.Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin MusaRasululloh bersabda)&lt;br /&gt;Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin Musa: (Rasululloh bersabda)Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"kemudianindit _: Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas: (Rasululloh bersabda)"Sebagian dari hak seroang anak terhadap ayahnya adalah mendidiknya dengan baik dan memberikan nama yang baik pula".Kalau ada anak yang durhaka pada orang tuanya, mesti dipilah-pilah dengan baik penyebabnya, bisa jadi tidak 100 % kesalahan dari sang anak.Bisa jadi anak kurang mendapat teladan yang baik dari orang tuanya.indit _: iya dilanjutkan lagi pada&lt;br /&gt;e. Hak memberi nafkah dgn tidak bakhil dan berlebih-lebihanKalau orang-tua (ayah) tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya,, maka anak2nya akan terlantar dan sang ayah akan mendapat dosa. Namun seorang ayah tidak dituntut utk memberikan nafkah sesuai kemampuannya.Hanya ia tetap juga tidka boleh cuci tangan dari kewajiabn memberi nafkah.Yang perlu ditekankan adalah..orang tua memberikan nafkah sesuai kemampuannya..jadi sbg anak tidak menuntut lebih dari yang kedua orang tua miliki.&lt;br /&gt;Hadist.."Satu dinar yang kamu nafkahkan kepada di jalan Alloh, membebaskan budak, utk fakir miskisn dan utk keluargamu...yang paling besar ganjarannya dari semua itu adalah dinar yang kamu nafkahkan utk keluargamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dipaparkan diatas hak wanita sbg anak...selanjutnya adalah kewajibannya.. 2. Kewajiban Wanita(Anak) terhadap Orang tua Al Isra(17) 23-24:Dan Rabb mu telah memerinthakan kepadamu spy kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah bebruat baik kepada kedua orang tua dgn sebaik2nya.&lt;br /&gt;Jika salah seorang diantar keduanya atau kedua2nya sampai berumur lanjut dlm pemeliharaanmu, maka jgnlah seklai-kali mengatakan perktaan 'ah' dan jangan membentak mrk dan ucapkanlah dgn perktaan yang mulia.&lt;br /&gt;Dan rendahkanlah dirimu thd keduanya dgn penuh kasih sayang. Dan ucapkalah..Robbir khamhumaa kamaa robbayani shoghiroo..&lt;br /&gt;Wahai Rabb ku kasihinilah mereka brdua, sbgmn mrk mengkasihi(mendidik) aku waktu kecil. Subahanalloh..dlm surat ini, penuh dgn ajaran2 yg mulia utk menghormati orang tua..Erlin Oktaviani Rahayu: duh..jd sedih indit _: kita tdk boleh mengatakan kata 'ah' pada mereka....indit _: brgkali dianatar kita ada yg sudah memiliki anak, sudah pernah merasakan apa dan bgmn liku-liku dlm mengandung, melhairkan, merawat dan mendidik anak....indit _: kalau dikembalikan pada do'a tadi....bagi mereka yg sdh menjadi seornag ibu, akan tahu bgmn perjuangan ibu ataupun bapak kita dikala kita semua msh bayi....indit _: masih balita, masih belum dewasa, masih belum tahu banyak hal....begitu banyak yang diberikan orang tua pada kitaindit _: Imam Bukhari dgn sanad Abdullah bin Mas'ud ra:Saya bertanya pada Rasululoh: "Amala apa yang paling dicintai Alloh SWT ?"&lt;br /&gt;indit _: "Shalat pada waktunya", kemudian apalagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: Bebrbakti pada orang tua", kemudian apalagi?indit _: Jihad fii sabilillah"indit _: Sebaliknya ada hadist riwayat Imam Tirmidzi, dengan sanad Abdurrahman bin Abi Bakrah:Rasululloh berucap:indit _: "Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?indit _: "Menyekutukan Alloh dan durhaka pada orang tua", Selanjutnyaindit _: "Bersaksi palsu atau berkata palsu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: Kemudian....Islam memandang bahawa perbuatan baik seroang anak kepada orang tua saja tidak cukup, namun Islam juga menuntut mereka agar berbuta baik pada teman2 mereka semasa masih hidup.indit _: HR Imam Bukhari dgn sanad Ibnu Umar ra."Sesungguhnya salah satu perbuatan baik yang paling utama adalah silaturahmi yang digalang seseorang kepada org2 yang terdekat bapaknay setelah wafat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: Dari ayat-ayat  dan beberapa hadist, bisa disimpulkan bentuk berbakti pada orang tua itu:indit _: a. Ketaatan anak pada orang tua atas semua perintah dan permintaannya selama masih dalam koridor ketaatan kepada Alloh SWT.indit _: b. Berbuat baik kepada keduanya dalam setiap keadaan, meski kedaunya masih dalam keadaan kafir;suatu tendensi kemanusiaan yang wajar dan dijunjung tinggi oleh Islam.indit _: c. menghormati keduanya di setipa waktu dan kesempatan; ketika keduanya hidup-penghormatnnya diwujudkan dengan cara berbakti kepada keduanya, dan setelah kedunay wafat bisa diwujudkan dengan bersedekah (atas namanya).indit _: d. Tidak membentak keduanyaindit _: e. Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya setelah keduanya meninggal dunia.sal_fia has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: f. Berbuat baik kepada teman-teman mereka setelah mereka wafatindit _: g. menunaikan janji-jani(wasiat) mereka setelah mereka wafat.indit _: h. Menyambungkan tali silahturahmi yang tidak mungkin disambung kecuali oleh keduanya.sal_fia: Assalamu'alaikum wr wb indit _: i. Tidak melakukan tindakan durhaka terhadap keduanya meski ringan, demikian pula terhadap kerabata dan teman-teman keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: InsyaAlloh demikian isi kajian yg bisa saya sampaikan...wallohu alam bisshowab, mengingat waktu, saya kembalikan ke ibu mod.indit _: atau bisa langsung pada tanya jawab?&lt;br /&gt;DISKUSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erlin Oktaviani Rahayu: mba aku mo tanya dunkz...indit _: iya silahkan..gimana mbak Nora..langsung saja ya?diana: diana: mba nora kayaknya ada perlu, bu..diana: silakan langsung aja, boleh Erlin Oktaviani Rahayu: selama ini...aku dah banyak bgt ngerepotin ortukuindit _: Ok..silahkan mbak erlin..indit _: listen..&lt;br /&gt;nayla_47: nti sy boleh tanya ya mbanayla_47: Erlin Oktaviani Rahayu: tp...aku blm bisa membalas budi baik mereka??Erlin Oktaviani Rahayu: apa klo cm mendo'akan termasuk bls budi jg??indit _: iya mbak nayla..setelah mbak erlin ya..Erlin Oktaviani Rahayu: afwan klo ga nyambungdiana: iya, mba nayla giliran berikutnya.. nayla_47: ok...diana: indit _: cukup mbak erlin pertanyaannya?Erlin Oktaviani Rahayu: cukup mbaindit _: ok saya coba menjwab ..dalam membalas budi kepada orang tua, pertama tidak mesti berbentuk 'materi'( harta, kedudukan ata sejesinya).indit _: dengan akhlaq yang baik, berbuat baik pada orang tua, juga menjadi salah satu bentuk bals budi kita pada orang tua.Lita Keren: indit _: kedua...kita embalsa budi pada orang tua, semampu kita..kalau kita mampu dgn sekolah kemudian bisa lulus dgn cepta atau nilai baik, insyaAlloh orang tuapun akan senangindit _: kalau kita memiliki kelebihan harta (dll), semampunya kita membnatu mereka...nv1_smileey: mba boleh nanya...mungkin agak ga nyambung ya...saya pernah baca kl setiap perbuatan anak yg soleh akan mendatangkan pahala bagi orangtua yang sudah meninggal... indit _: kuncinya bgmn membuat mereka tentram dan senang dgn apa yg kita 'miliki'.nv1_smileey: benarkah begitu?&lt;br /&gt;Erlin Oktaviani Rahayu: SUBHANALLAH...jwbnnya bgs bgt indit _: harat sebanayk apapun ataupu kebaikan sebesar papaun tdk bisa membalas jasa baik kedua orang tua kita...spt yg tadi saya sempat paparkan.&lt;br /&gt;Erlin Oktaviani Rahayu: alhamdulillah ortuku menyarankan untk menekuni bhs inggris (b'tolak blg ma background)lieberina: gimn dg ortu yg tdk seharusx m'dpt kebaikn itu&lt;br /&gt; Yessy Akmaloni: jawabannya kok ga keliatan yaindit _: mbak nv1_smileey...iya insyaAlloh begitu...kalau dlm hadist lbh diperjelas lagi misalnya dgn menymabung tali silahturahmi kerabat orang tua kita(yg sdh wafat)Yessy Akmaloni: tanya dong? indit _: terkait dgn pertanyaan mbak erlin...tentu saja kalau ada perbedaan pendapat, kita bisa komunikasi dgn baik dgn orang tuanayla_47: menyangkut kel. dari pihak ibu. kebetulan...anak2-nya se-liqo dgn saya. suatu saat qt silaturahmi ke rumah MR (murobbi). entah knapa salah satu dr mrk bilang ke MR kalau sy bukan saudara. kalaupun saudara, itu jauh. Adiknya jg dulu seperti itu. Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak seindit _: listen..nayla_47: mba...itu p'tanyaan saya. mohon dicatat ya mba....kartika dewi: mba nayla kepotong pertanyaannyakartika dewi: Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak se&lt;br /&gt;indit _: iya yg bagina terkahir terputus...nayla_47: okYessy Akmaloni: jawaban utk pertanyaan mbak erlin ga keliatan nih  nayla_47: agak sedikit keberatan berurusan dgn mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indit _: ok mbak nayla....akan sy jawab, tapi ..utk mbak erlin gimana, sdh cukup jawabannya?&lt;br /&gt;indit _: mbak yessy setelah mbak nayla ya..&lt;br /&gt;indit _: sebenarnya ingin tahu lbh detil permsalahan dr mbak nayla, tapi dr yg saya tangkap dulu...kalaupun bukan saudara keluarga dekat, tapi sebagai sesam muslim bukannya kita bersaudara ukhuwah dalam islam malah memiliki makna yang kuat dan insyaAlloh ikatan yang dalam juga, mindit _: yang perlu digali, permasalahan apa yg terjadi dlm keluarga mbak nayla...tentunya bisa diceritkan pada orang2 yg kita sdh kenal cukup dekat, agar bisa memhami dgn 'pas' kondisi masing2..kondisi mbak nayla, juga saudra jauh tadi.&lt;br /&gt;indit _: dalam ukhuwah islamiyah....seadanianya saudara kita sedang sakit, ibarat kita pun spt merasakan sakitnya itu..nayla_47: masalahnya mba...sy sendiri jg ga tau knapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nayla_47: kalau di bilang sakit hati...ya jelas. bagaimanapun sy manusia biasa.nayla_47: samapi ada keinginan untuk pindah ke murabbi lainindit _: saudara mbak nayla, juga akan lebih baik tdk mengungkit2 bhw mbak nayla adalah saduara dekat atau jauh.....kalau mmg tdiak ada keperluan yg urgent, apalagi mbak naylanya tdk suka dgn hal tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nayla_47: tapi kemudian sy pikir....tdk akan menyelesaikan masalah. mba apakah salah kalau lantas sy menjaga jarak? indit _: kalau da permsalahan ..sikap hilmi(bijaksana) coba kita kedepankan, hendaknay tdk sampai terbwa emosi Saran saya, mbak nayla meminta penjelasan pada fihak2 yg terlibat, misalnya yg mbak nayla sebut sbg murobbi...agar permsalahn tdk larut, dan mbak nayla merasa tdk leg&lt;br /&gt;nayla_47: sy ko ga enak ya mba. nayla_47: sampai saat ini sy hanya lbh bersikap diam dan seperlunya aja.indit _: Alloh sangat menyukai 3 amalan, salah satunya menyambung tali silahturahmi... janagn membuat jarak, tapi selesaika permsalahn yg ada agar semua fihak merasa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;irwanti2001: assamualaikum...ikutan ya...nayla_47: ya mba. tapi Alhamdulillah...keluarga dirumah (bapak/ibu) dan sdra yg lain tetap membuka pntu dan hati lebar2 saat mrk t'kena banjir kmrn&lt;br /&gt;nayla_47: Alhamdulillah...sy dan keluarga tdk berniat u/ memutus silaturahmi mba.indit _: subhanalloh....orang tua sdh memberi teladan yg baik, mudah2an kebaikan ini bisa membuka hati saudara mbak nayla (yg brgkali) ada kesalah fahaman, thd keluarga mbak nayla.nayla_47: Alhamdulillah... ga ada dendam mba.indit _:  ok ya..bisa dilanjut ke mbak yessy..tingal 5 menitnayla_47: MOhon doa-nya ya..dr semuanayla_47: syukron mba...jazakillah.....indit _: waiyakum......mudah2an hubungan baik diantara keluarga besar tetap terjaga.nayla_47: Amiin....indit _: wah sudah waktunya utk pamitan..sebelumnya...'Keberana itu semata-matanya datangnya dari Alloh, jika ada kesalaahn itu krn kekhilafan dr diri saya".&lt;br /&gt;diana: jazakillah khoiron katsiro bu indit.. nayla_47: terimakasih banyak bu.....indit _: mohon maaf ibu-ibu..mbka-mbak..para hadirin semua atas kekurangn yg ada, jazakumulloh khoiron katsiro tetap setia sampai acara ini selesai..juga utk penyelenggra KAMUSindit _: waiyyakum....&lt;br /&gt;indit _: pamit dulu ya..inysaAlloh akan berjumpa lagi bulan depan..wassalamu'alaikum wr wb..diana: w slm wr wb&lt;br /&gt;diana: alhamdulillah...nayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuhdiana: kita tutup ya kajian hari ini.. diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;icha_ricky05: wa`alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh..diana: Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: amin nayla_47: amin.... diana: jazakumullah khairan katsiro atas kebersamaan ukhtifillah rahimakumullah diana: diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan&lt;br /&gt;diana: sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh   Lita Keren: wa'alaikumslm wrwbBaiatusy Syajaroh: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhnayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhBaiatusy Syajaroh: jazakillah khairan atas tausyiahnya ukhti inditsr &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-2952921213033382474?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/2952921213033382474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=2952921213033382474&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/2952921213033382474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/2952921213033382474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/03/hak-dan-kewajiban-wanita-dalam-islam.html' title='Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-6482334024815871273</id><published>2007-03-01T09:13:00.000+07:00</published><updated>2007-03-01T09:38:02.295+07:00</updated><title type='text'>Hal yang disukai istri dari suaminya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pemateri : Adi Junjunan Mustafa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanggal : 22 Februari 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penuh Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setia&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dan Pemaaf&lt;br /&gt;Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teguh Hati dan Bersemangat&lt;br /&gt;Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Romantis&lt;br /&gt;Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rapi dan Wangi&lt;br /&gt;Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ceria dan Ramah&lt;br /&gt;Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi&lt;br /&gt;Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: bagi yang datang terlambat, silakan mengakses link ini untuk materi barusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/164"&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/164&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/155"&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/155&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/169"&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/169&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jurnal ke 164 adalah kajian utamanya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-6482334024815871273?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/6482334024815871273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=6482334024815871273&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/6482334024815871273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/6482334024815871273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/03/hal-yang-disukai-istri-dari-suaminya.html' title='Hal yang disukai istri dari suaminya'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116971113614987496</id><published>2007-01-25T18:30:00.000+07:00</published><updated>2007-01-25T14:45:37.256+07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. &lt;i&gt;From a distance,&lt;/i&gt; mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya pilih kata menarik &lt;i&gt;instead of&lt;/i&gt; cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih &lt;i&gt;debatable.&lt;/i&gt; Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik &lt;i&gt;instant.&lt;/i&gt; Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan &lt;i&gt;(attractiveness)&lt;/i&gt;, mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. Ramah dan murah senyum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Optimis dan ceria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;3. Penyabar dan teguh hati &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong &lt;i&gt;baby-car&lt;/i&gt; adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak &lt;i&gt;donk&lt;/i&gt; sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Penyayang dan pemaaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan &lt;i&gt;blaming himself too far, &lt;/i&gt;menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;5. Empatif dan ringan tangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Aktif dan produktif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya terbuka seribu satu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;7. Cerdas dan kreatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Tekun dan ikhlas beribadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang &lt;i&gt;independent&lt;/i&gt; dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata ...&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;To really love a woman,&lt;br /&gt;To understand her,&lt;br /&gt;You've got to know her deep inside ...&lt;br /&gt;Hear every thought,&lt;br /&gt;See every dream,&lt;br /&gt;And give her wings when she wants to fly.&lt;br /&gt;Then when you find yourself lying helpless in her arms ...&lt;br /&gt;You know you really love a woman&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/147"&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/147&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116971113614987496?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116971113614987496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116971113614987496&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116971113614987496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116971113614987496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/01/apa-yang-membuat-seorang-istri-menarik.html' title='Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116945760904872104</id><published>2007-01-22T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-01-24T08:41:35.503+07:00</updated><title type='text'>Rumah Tangga Islami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Pemateri: Ustz. Vivi (id: hifizahn)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 22 Jan 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;**sesi tanya-jawab**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;#1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: sudah mbak Yokka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ukhti_yokka: sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mbak...jzkl khoir... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: waiyyakum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: Oh iya, mohon maaf bagi yang belum menikah ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: wah..itu pembahasannya panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: perlu sesi sendiri nih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: Tapi sedikit enggak apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: untuk muslimah yang sedang dalam persiapan menikah ada 4 persiapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: 1. persiapan ruhiyyah, menyadari bahwa menikah itu adalah ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: maka perlu mulai meningkatkan kesadaran yang tadi itu..kesadaran akan ketundukan kepada semua peraturan Allah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: terutama yang menyangkut adab-adab berkeluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: 2. Persiapan fikriyyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: menyiapkan ilmu tentang pernikahan, sebagai bekal kita sangat penting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: mislanya, ilmu tentang pergaulan suami siteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: ilmu tentang mendidik anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: hak dan kewajian dalam keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: sampai masalah yang sangat pribadi, seperti hubungan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: banyak orang yang memiliki masalah dalam keluarga ketika bekal fikriyyah ini tidak cukup memadai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: terutama dalam hal "kehangatan" suami isteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: lalu persiapan psikologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: siap berbagi kepada orang "asing", terutama yang biasa hidup mandiri..ini sulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: siap menghadapi perbedaan-perbedaan antara suami-isteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: lamanya berpacaran tidak bisa dijadikan indikator kita sudah mengenal calon pasangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: yang penting adalah kedewasaan masing-masing pribadi untuk menerima perbedaan ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: ingat, yang penting "kedewasaan"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: terakhir kesiapan fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: terutama untuk melahirkan dan merawat anak-anak..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: pengalaman dari orang-orang yang sudah melahirkan anak,a pa lagi yang sudah lebih dari satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kondisi badannya tidak lagi bisa sekuat dahulu seperti sebelum menikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: oleh karena itu, sebelum menikah perlu disiapkan kondisi fisiknya agar tidak terlalu lemah setelah melahirkan nanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: itu dulu..wallahu a'lam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;#2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: pertanyaannya mbak shanty&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: afwan, pertanyaannya yang tentang menstruasi itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: insya Allah tidak akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan mbak shanty&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: rukun nikah itu (tolong koreksi kalau ada yang salah) : ada mempelai laki-laki dan perempuan, 2 orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab qobul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: biasanya yang menikah pas haid, setelah nikah masuk masa subur ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: semoga lancar aja pernikahannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;#3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: begini mba .. ptuk point 7 td..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: Rt terhindar dari hal2 yg tdk sesuai dgn syar'i....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: bagaimana jika kita sbg seorang ibu ymengiinkan anaknya berprilaku islami sdg kita bekerja... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: lingkungan slama kita meninggalkannya (bekerja) akan mempengaruhi prilaku, tingkah lakunya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: terkadang dari external inilah yg akan membuatnya bingung... kok beda dgn yg diajarkan ummi n abinya ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ukhti_fita: bagaimana utk menghadapi hal ini... Inilah yg membuat saya terkadang .."cemas"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: ini masalah yang terjadi pada pasangan mudah sekarang ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kebutuhan hidup yang semakin meningkat, mau tidak mau harus ditopang oleh suami isteri sekaligus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: idealnya, meskipun bekerja, sang ibu harus tetap mengikuti kegiatan keseharian anak-anaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: terutama bagi anak yang dibawah usia 5 tahun, karena anak seusia ini menyerap apa pun tanpa ada saringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kalau bisa sambil bekerja, penjaga anak-anak/baby sitternya di ajak atau diminta berada didekat ibu, sehingga meskipun bekerja, bisa sambil mengontrol anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: tetapi kalau hal ini tidak mungkin, minimal untuk anak-anak yang sudha berusia 4-5 tahun, mulai diajak berdiskusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: tentang apa yang dialakukan seharian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: di ajak untuk meneliti baik-buruk yang dikerjakannya atau dikerjakan oleh pengasuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: untuk anak dibawah itu, minimal menjaga aqidahnya dengan memilihkan pengasuh yang baik yang kita benar-benar tahu kebaikan agamanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kalau tidak salah ada yang menawarkan jasa baby sitter yang memahami nilai-nilai Islam ya? di Jakarta?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: saya juga tidak tahu banyak kondisi di sana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: mungkin yang minimal sekali, mencari pengasuh yang tidak buruk akhlaknya, meskipun biasa-biasa saja dalam pemahaman keislamannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: tapi sang ibu perlu menyisihkan waktu untuk mengajarkan anak, minimal tentang Allah, mengahfal surat-surat pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: agar anak tidak asing dengan agamanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;#4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ukhti_nora: gmn kalau kita dpt suami yg msh sama2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar dan krn kesibukannya dlm kerja jd jauh dari praktek yg sblumnya telah ia laksanakan dg baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ukhti_nora: amalannya mnyusut gitu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: ini fungsi dari point ke 4 tadi mbak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: 4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: bila sang suami sedang turun semangat beribadahnya, maka isteri berfungsi untuk mengingatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: mendorong dan menjadi teladan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: sehingga bisa mengimbangi suami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: lebih baik lagi bila bisa menjadi motivator suami dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: dengan tingkah laku, dengan ajakan yang lembut..biasanya para suami luluh dengan kelembutan seorang isteri ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kalau mengajak dengan cara yang lembut, insya Allah manut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: iya..kalau mau kritik suami, jangan dengan kata-kata tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: tapi dengan lembut..kalau perlu diberikan dulu apa maunya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: baru minta timbal balik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: tapi ini cuma salah satu cara..oh iya, untuk peningkatan ruhiyyah..sebenarnya perlu dicari dulu apa penyebab menurunnya ruhiyyah ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kalau terlalu lelah belajar, mungkin perlu rekreasi..(jiwa juga perlu rileks loh..)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: jarang hadir di majlis ilmu juga salah satu sebab menurunnya ruhiyyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: di sini sudah maghrib mbak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;modi_diana: mba vivi ada pesan2 terakhir? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: cuma mohon maaf atas segala kesalahan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kita menjadi orang yang ragu-ragu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: kesalahan itu datang dari diri saya pribadi, dan saya mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;ustz_vivi: wassalamu'alaikum wr.wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;modi_diana: &lt;/span&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;w slm wr wb &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;Jazakillahu khoiron katsiro ustdz Vivi atas sharing ilmunya hari ini..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;Demikian ukhtifillah kajian muslimah hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;Jazakumullahu khoiron katsiro kepada semuanya atas kebersamaan kita hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:purple;"&gt;sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:maroon;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116945760904872104?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116945760904872104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116945760904872104&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116945760904872104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116945760904872104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/01/rumah-tangga-islami.html' title='Rumah Tangga Islami'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116951524031183917</id><published>2007-01-18T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-01-24T08:43:17.303+07:00</updated><title type='text'>Syirik Besar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;Syirik Besar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;Pemateri: Ustz. Septina  (id: septina_h)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 18 Jan 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: insya Allah tausyiah hr ini akan disampaikan oleh Mbak Septi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: yuk kita siapkan hati dan pikiran kita untuk menerima tausyiah dr beliau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: tafaddol mba Septi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: InsyaALlah kali ini saya akan sharing mengenai SYIRIK BESAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: bisa langsung mulai aja ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: sebagaimana firman Allah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 110) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik adalah dosa yang tidak terampun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Allah SWT berfirman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: ), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: . Allah berfirman : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”. (al-Maidah: 72) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: MACAM-MACAM SYIRIK &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik ada dua macam; yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 1. Syirik Akbar (besar).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 2. Syirik Ashghar (kecil).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan mati dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Syirik Akbar ada dua macam:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;nova_duri_riau: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 1. Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 2. Benda mati; seperti: patung dan batu, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 3. Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 4. Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 5. Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Termasuk dalam syirik ini adalah: berdo’a kepada orang mati, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: , juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti ini adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Penyebab tidak jelasnya syirik ini adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: . Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: sebagaimana tersebut dalam hadits: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Do’a adalah ibadah”. (HR. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;At-Tirmdzi&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; berkata: ini hadits hasan shahih) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi ta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: , justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Alasan ini muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: . Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. (Yunus : 18). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: 2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Dengan hak itu mereka: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: , Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dan menghararnkan atas mereka, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Illah (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan ini. Karena itu, adalah menjadi milik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseorang dalam kerajaan Allah ini yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: dan Pemimpin atau Penguasa kerajaan berarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpinan-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Al-Qur’an men- sejajarkan hal ini dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Maha Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah : 31) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw ber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: “Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: alhamdulillah, materinya sudah selesai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: alhmdulillah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: syukran jazakillah khair mba Septi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;** sesi Tanya-jawab **&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;#1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_ade: kalo zodiak? syirik juga kan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: zodiak itu termasuk syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: yang membuatnya &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; seorang peramal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: sedangkan peramal peramal itu semua nya memakai media jin untuk membantu kesuksesan ramalannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: begitu ukh ade (id adetomboy)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;#2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_novi: apakah riya termasuk syirik kecil mba? riya terhadap ilmu, harta bahkan iman pun terkadang disombongkan.... &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;gimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: ya riya juga termasuk katagori syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: oh ya boleh nambahin nda?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: salah satu syirik yang samar, terkadang tanpa sadar kita sendiri melakukannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: misalkan begini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: untung ada ane...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: misalkan temen kita punya masalah terus kita bantu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: itu juga termasuk syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: sohati-hati ya ukh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong&lt;&lt;untung&gt;&lt;/untung&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;#3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_ade: mmmmm trus kenapa zodiak kok ditempel dimajalah2 yang mungkin saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibaca dan dikonsumsi oleh semua orang termasuk muslim......bahkan anak2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_ade: nah itu gimana supaya ga menyebar..&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; yang baca belum tentu tahu zodiak itu syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: itulah yang dilakukan orang orang yang hendak menghancurkan akidah umat islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: orang orang yang ingin menghancurkan islam, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; gak mungkin langsung menghancurkan dan menginjak2 akidah umat Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: makanya mereka mengambil jalur aman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Septi: dengan cara cara yang tidak di sadari oleh umat Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: dan yang paling dahsyat itu adalah media TV, media massa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: di media massa terutama majalah2 remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: masyaAllah....kita sulit sekali menghalangi laju informasi yang saat ini amat sangat menghancurkan umat Islam terutama remaja muslim kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: gimana ukh ade ...cukup ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;#4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_nayla: kalo misal percaya adat tuh sama aja syirik kan? Trus gmn cara ngatasinnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: untuk ukh nayla&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: adat itu menurut saya tidak juga semuanya salah, cuma memang harus pilih2 sekali...mana yang kira2 memang berpotensi syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: seperti ada upacara 3 hari, 7 hari dst pada saat ada keluarga kita yang meninggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: kan Rasul tidak mencontohkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: yang di contohkan adalah, kita menghibur orang yang kesusahan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: nah....mengadakan pengajian itu yang tidak di contohkan rasul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: karena yg di contohkan itu kita daatang untuk menghibur, membantu kalau ada kesulitan keluarga yg ditinggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tapi mbak septi boleh ana punya pendapat lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: silahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tahlilan, mendoakan orang mati...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: itu ada sejarahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: dulu waktu indonesia masih hindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: setiap orang yang meninggal diadakan pesta 7 hari 7 malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tujuannya sama menghibur yang ditinggalkan, walau caranya mungkar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: supaya yang ditinggalkan tidak kesepian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: nah...oleh wali songo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: kebiasaan itu diubah, yang tadinya kebiasaan pesta jadi kebiasaan bertasbih, mengucapkan asma'ul husna, bertahlil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tujuannya sama daripafda diisi pesta lebih baik mengagungkan asma 4WI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tapi sepeninggal wali songo, kebiasaan itu berubah oleh masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: kebiasaan itu dianggap suatu hal yang wajib dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: yup...saya akan menuju ke pernyataan ukh rahma juga sebenarnya...jazakillah sdh dilanjutkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: si empunya rumah harus memberikan makanan bahkan sampai rokok...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: jadi menurut saya...kita harus pandai2 memilih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: itu yang harus diluruskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tahlil itu boleh, tidak dilarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_rahma: tapi mewajibkan mengadakan tahlil setiap ada yang meninggal...itu tidak disunahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: caranya mungkin dek Rahma yg mba Septi sebut bukan tahlilnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: menurut saya, kita yang harus pandai menyiasati setiap adat itu agar menjadi sebuah acara yang bermanfaat, tidak mubah atau bahkan haram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;#5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: bagi org2 yg bisa melihat masa depan..bknnya itu gift dr Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: zaman sekarang ini sdh tidak ada lagi org2 yg di beri kelebihan seperti itu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: Seingat saya, karomah itu terakhir di tutup oleh Allah dizaman sahabat nabi setelah nabi wafat. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Kalau mukjizat di tutup hanya sampai nabi saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: setelah itu yg ada hanya pengaruh jin yang menguasai manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: atau manusia yg belajar untuk bisa meramal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: apa ada di al-qur'an atau hadist bhw itu hanya diberikan pada para nabi dan rasul?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: temenku sih awalnya men-deny yah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: jd dia bs melihat kilasan2 gbr ttg hidup kita gtu in the past n future&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: awalnya dia ga mau liat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: yah mungkin dia takut syirik jg kli ye&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: coba saja teman nya untuk sholat taubat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: insyaAllah hilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: tapi sholat taubatnya enggak sekali aja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: dan itu taubatan nashuha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: soalnya pengalaman saudara dekat saya juga begitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: setelah sholat taubat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: alhamdulillah hilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: apa ada di alqur'am atau hadist mba?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: bahwa itu hanya diberikan pd nabi dan rasul?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: bhw memang sudah tdk ada lg yg diberi gift spt itu oleh Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ukhti_dikoe: i really need to know &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: seingat saya ada, cuma saya lupa...afwan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: mungkin ada teman lain yg lebih tau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;ustz. Septi: afwan kalau jawabannya kurang memuaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: sudah jam 16.45 disini sebentar lg maghrib , kita tutup ya kajian kita kali ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: syukran khairan katsiro mba Septi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: kita tutup kajian ini dengan hamdalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;modi_ica: istigfar dan doa akhir majlis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: afwan minkum jika ada kesalahan dan kekurangan selama memandu acara ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;modi_ica: mudah2n kita bisa ketemu lg di kamus hr senin depan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;**&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Artikel seutuhnya sbb:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah. Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja, karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata sebagaimana firman Allah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 110) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya. Allah berfirman : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; (al-Maidah: 72) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;MACAM-MACAM SYIRIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik ada dua macam; yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;1. Syirik Akbar (besar).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;2. Syirik Ashghar (kecil).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;mali&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;SYIRIK AKBAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Syirik Akbar ada dua macam:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;2. Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;A. Syirik Akbar yang Jelas dan Terang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;- Men yembah Tuhan selain Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Benda mati; seperti: patung dan batu, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya, yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya. Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;B. Syirik Akbar yang Tersamar.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Termasuk dalam syirik mi adalah: berdo’a kepada orang mali, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam, juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah. Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti mi adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Penyebab tidak jelasnya syirik mi adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah. Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a, sebagaimana tersebut dalam hadits: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Do’a adalah ibadah”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; (HR. At-Tirmdzi, Ia berkata: ini hadits hasan shahih) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi takhriji Ahaditsi Taisiril ‘Aziz, hal: 83. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan, justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Alasan mi muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah. Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at. Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;(QS. Az-Zumar : 3) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Mereka men yembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; (Yunus : 18). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Dengan hak itu mereka: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;b. Mereka menetapkan berbagai sistem dan aturan sebagai undang-undang, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;c. Menetapkan metodologi dan pola pikir, yang:&lt;br /&gt;- Tidak diizinkan Allah.&lt;br /&gt;- Bertolak belakang dengan syari’at-Nya. Lalu, orang lam mengikuti dan mentaati apa yang telah mereka tetapkan sebagai undang-undang, seakan- akan syari’at Tuhan, atau hukum langit yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin, Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- kan dan menghararnkan atas mereka, karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Il~h (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai) dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan mi. Karena itu, adalah menjadi rnilik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseor?ng dalam kerajaan Allah mi yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin dan Pemimpin atau Penguasa kerajaanberarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpman-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. Al-Qur’an men- sejajarkan hal mi dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Mahia Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;(QS. At-Taubah : 31) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt; (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz: 2 hal: 459, saat menafsirkan ayat 31 dan Surat at-Taubah [9]. Para pen-takhrij hadits ini berbeda pendapat, Syekh Nashirud-Din al-Albani menilainya hasan, sedangkan Abu Sulaiman Jasim al-Fuhaid ad-Dautsari dalam kitab an-Nahjus-Sadid menilainya dha’if dan mengatakan bahwa penisbatan hadits ini kepada Ahmad adalah wahm. Namun ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa Ahbar dan Ruhban dalam agama Nasrani telah dinilai al-Qur’an sebagai Arbab, dan makna hadits mi dikuatkan oleh ayat~ayat al-Qur’an, seperti: al-An’am 61: 121. (Lihat an-Nahjus-Sadid, hal: 53) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah. Hal demikian ini bertolak belakang dengan tauhid yang tidak lain adalah agama Allah dan inti kalimat ikhlas: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;La Ilaha Illallah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sebab, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;al-Ilah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;al-ma’bud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (tuhan yang berhak disembah), dan Allah telah menamakan ketaatan mereka kepada para pemimpin dan pendeta mereka sebagai penyembahan kepada mereka. Sedangkan para pemimpin dan pendeta itu disebut sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Arbab&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;; yakni sekutu-sekutu Allah dalam penyembahan. Ini merupakan syirik &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;akbar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sebab siapa saja yang mentaati makhluk dan mengikutinya di luar yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, berarti ia telah menjadikannya sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;rabb&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;ma’bud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, meskipun tidak dinamai demikian, sebagaimana difirmankan Allah dalam ayat lain: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;(QS. Al-An’am: 121) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Ayat lain yang maknanya sama dengan ayat di atas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;(QS. Syura : 21) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma; color: blue;"&gt;Jika yang demikian mi adalah hukum al-Qur’an dan as-Sunnah terhadap orang yang menjadikan selain Allah sebagai pembuat syari’at dan mengikutinya dalam hal-hal yang tidak diizinkan Allah, maka bagaimana pula dengan orang yang ménjadikan dirinya sebagai sekutu Allah, mengangkat dirinya sebagai pemegang hak membuat hukum (hak legislatif), perundangan (pensyari’atan), penghalalan dan pengharaman yang merupakan hak khusus ketuhanan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116951524031183917?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116951524031183917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116951524031183917&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116951524031183917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116951524031183917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/01/syirik-besar.html' title='Syirik Besar'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116960222503462637</id><published>2007-01-15T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-01-24T08:44:22.420+07:00</updated><title type='text'>Mencintai Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mencintai Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Pemateri: Ustz. Septi (id: septina_h)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 15 Jan 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara , isteri-isteri,kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) jalan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. QS: At-Taubah: 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah ungkapan yang sangat indah dalam kehidupan manusia, dengan cinta manusia bisa sengsara dan dengan cinta pula manusia bisa bahagia, bahkan surga bisa diraih dengan cinta, yaitu cinta yang hakiki kepada manusia terpilih Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Rasulullah Saw dengan sebenar-benarnya cinta, merupakan pondasi aqidah seorang muslim. Kita bisaa mencontoh bentuk-bentuk cintah yang benar dan membuahkan hasil di dunia maupun di akhirat dari generasi As- Salafus Shalih. Kita bisa menelusuri jejak mereka dalam bercinta dengan kekasih melia Rasulullah Saw, bagaimana mereka menagorbankan&lt;br /&gt;jiwa, harta, anak, oranga tua dan asegala apa yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengaku cinta Rasulullah Saw tetapi mereka tidak tahu hakekatnya, bentuk serta konsekuensi dari cinta tersebut. Padahal semua itu telah dicontokan oleh generasi terbaik, seharusnya manusia yang ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat harus mencontoh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat dalam memahami cinta kepada Rasulullah Saw, membuktikan dengan segala pengorbanan, pembelaan dan konsekuensinya. Mereka tidak segan-segan mengorbankan harta yang paling mahal yang mereka miliki untuk membela Rasululah Saw. Dan cinta mereka kepada beliau melebihi cintanya kepada siapapun, sebagai realisasi dari hadits rawayat Imam Muslim dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda : " Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka rela kehilangan harta kekayaan, jiwa, anak-anak, orang tua dan seluruh manusia, bahkan lebih baik kehilangan segala macam kenikmatan dari pada kehilangan Rasulullah Saw. Bagaimana sikap kaum Anshor pada perang Hunain, seperti diriwayatkan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Abu Said&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; berkata: " Maka kaum Anshor menangis hingga air mata mereka membasahi jenggotnya dan&lt;br /&gt;mereka mengatakan: kami rela menerima Rasulullah Saw menjadi bagian dan pemberian untuk kami." Begitu juga Abu Thalha yang telah menjadikan nyawa sebagai taruhan untuk sang kekasihnya sehingga ia menyatakan kepada Rasulullah Saw pada waktu perang Uhud: " Wahai Rasulullah Saw janganlah engkau memperlihatkan diri agar tak terkena anak panah pasukan&lt;br /&gt;musuh, cukuplah leherku yang menjadi tameng musuh asalkan leher engkau selamat." Hal serupa juga dilakukan oleh Abu Dujanah sebagaiman yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Ishaq berkata:" Abu Dujanah pernah menjadikan dirinya sebagai perisai Rasulullah Saw dari panah musuh dengan merangkul Nabi sehingga panah musuh menancap dipunggungnya dan menghujam seluruh tubuhnya sementara ia tidak bergerak sama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan dan kegembiraan para sahabat untuk selalu berteman dan bersama Nabi dalam keadaan suka maupun duka terkadang diungkapkan dengan tetesan air mata, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar ra, tatkala diminta untuk menemani beliau dalam hijrah.Abu Bakar ra, bukannya tidak tahu atau lupa bahaya dan resiko yang akan dihadapi dalam&lt;br /&gt;perjalanan hijrah, tetapi karena besarnya tekan dan keinginannya untuk menemani Nabi yang mulia maka ia justru menangis karena bahagia dan gembira bisa menjadi pendamping Rasulullah Saw dalam hijrah tersebut. Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar berkata:" Ibnu Ishaq menambahkan dalam riwayatnya bahwa Aisyah berkata:" Saya melihat Abu Bakar menangis dan saya tidak menyangka ada seorang yang menangis karena kegirangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya pengorbanan cinta sebatas itu untuk melindungi keselamatan diri Rasululah Saw, tetapi pengorbanan jiwa dan raga para sahabat juga teruji dalam membela sunnah dan menegakan ajaran beliau sehingga tidak aneh jika empat ratus sahabat berjanji untuk mati bersama pada perang Yarmuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip para sahabat dalam membela agama sang kekasih mereka, terungkap dari pernyataan Ubadah bin shamit tatkala diutus kepada Muqauqis:" Tidaklah ada seorangpun diantara kita yang setiap pagi dan sore melainkan selalu berdoa memohon mati syahid dan hendaklah tidak kembali&lt;br /&gt;ke tanah airnya, bumi pertiwinya, keluarganya, atau anak-anaknya. Tidak seorangpun diantara mereka yang memikirkan nasib keluarganya kecuali karena mereka telah memasrahkan keluarga dan anak-anak mereka kepada Allah Swt dan mereka hanya memikirkan apa yang ada didepannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban mencintai Rasulullah Saw haruslah melebihi cinta kepada pertama: Diri sendiri, ini di riwayatkan oleh Imam Al- Bukhari dari Abdulah bin Hisyam bahwa ia berkata:" Kami pernah bersama Nabi Saw sementara beliau menggandeng tangan Umar bin Khaththab r.a, lalu Umar&lt;br /&gt;berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri." Maka Nabi Saw bersabda: "Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya! Hingga aku lebih engkau cintai daripada mencintai dirimu sendiri." Maka Umar&lt;br /&gt;berkata kepadanya:" Sesungguhnya sekarang engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri." Nabi Saw bersabda:" Sekarang wahai Umar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Orang tua dan anak, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:" Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, tidaklah diantara kalian beriman sehingga aku lebih dicintai daripada orang tua dan anaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Keluarga, harta dan seluruh manusia. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Tidak beriman seorang hamba sehingga aku lebih ia cintai daripada keluarga, hartanya, dan seluruh manusia." Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak membutuhkan cinta kita, dan keberadaaan cinta kepada beliau, kita tidak menambah ketinggian dan kemuliaan beliau serta hilangnya cinta kita tidak pula mengurangi kedudukan dan kehormatan beliau, bagaimana tidak, bukankah beliau kekasih Allah Swt semesta alam.Tidak hanya itu, bahkan siapa yang mengikuti Nabi Saw, Allah Swt akan mencintai dan mengampuni dosa-dosanya&lt;br /&gt;sebagaiman firmanNya:" Katakanlah 'Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'.Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Imran:31).Oleh sebab itulah mencintai Nabi Saw akan mendatangkan&lt;br /&gt;manisnya iman. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi talah bersabda:"Tiga perkara, barang siapa yang tiga hal tersebut berada dalam dirinya maka ia akan mendapatkan manisnya iman; hendaknya Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selainnya, hendaklah ia mencinatai seseorang dan tidak mencintainya kecuali hanya&lt;br /&gt;karena Allah, dan hendaklah ia benci kembali kepada kekafiran seperti kebenciannya bila dilemparkan kedalam api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti manisnya iman sebagaiman yang telah disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia. Selain akan merasakan manisnya iman, orang yang mencinatai Rasulullah Saw akan bersama beliau di akhirat. Imam Muslim dari Anas bin Malik ra, bahwa ia berkata:"Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw lalu bertanya:'Wahai Rasulullah kapan hari kiamat datang?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Beliau berasabda:' Apa yang kamu persiapkan untuknya?' Ia menjawab:'Cinta kepada Allah dan&lt;br /&gt;cinta kepada RasulNya.' Beliau bersabda:'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai." Allahu Akbar ! betapa agungnya balasan orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw dan mengagungkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda mencintai Rasulullah Saw telah dibicarakan oeh para ulama, suatu contoh Ibnu Hajar berkata:"Termasuk tanda cinta kepada Nabi Saw di atas adlah bahwa seandainya disuruh memilih antara kehilangan dunia atau bertemu dengan Rasululah Saw kalau itu memungkinkan maka ia memilih kehilangan dunia dari pada kehilangan kesempatan untuk melihat beliau,&lt;br /&gt;ia merasa lebih berat kehilangan Rasul Saw dari pada kehilangan kenikmatan dunia, maka orang yang seperti itu telah mendapat sifat kecintaan di atas dan siapa yang tidak bisa demikian maka tidak berhak mendapat bagian dari buah cinta itu. Yang demikian itu tidak hanya terbatas pada persoalan cinta belaka bahkan membela sunnah dan menegakan syariat serta melawan para penentang-penentangnya termasuk amar ma'ruf nahi munkar." Tanda cinta pertama adalah, Rindu Rasulullah Saw di atas segalanya. Sudah menjadi hal yang wajar bagi setiap orang, untuk selalu berhasrat dan berharap serta ingin bertemu dan berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya, barang siapa yang mencintai kekasih yang mulia Rasulullah Saw maka sangatlah rindu dan berharap bisa bertemu serta menemani beliau baik di dunia maupun di akhirat. Dia menunggu kebahagian dengan perasaan rindu dan cemas, jika disuruh memilih di antara Rasulullah Saw atau kenikmatan dunia, maka ia lebih memilih bertemu Rasulullah Saw, ia sangat bergembira untuk melihat wajah beliau yang bercahaya dan sangat senang serta bahagia bila bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau dan sangat takut bercampur cemas&lt;br /&gt;bila terhalang tidak bisa melihat dan bertemu beliau bahkan mengguyur deras air mata duka tatkala berpisah dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintanya kaum Anshor terhadap Rasulullah Saw telah ditunjukan oleh mereka dengan cara menyabut kedatangan beliau ke kota Madinah yang digambarkan dalam hadits Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair ra, sebagai berikut:"Orang-orang Islam di Madinah mendengar kepergian Rasulullah Saw dari kota Makkah, maka mereka hampir setiap pagi pergi keluar kota di padang pasir untuk menunggu kedatangan Nabi Saw dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di siang hari mengusir mereka. Pada suatu hari karena lama menunggu, mereka kembali kerumah, setelah mereka sampai di rumah masing-masing, ada seorang yahudi yang mendaki ke tempat yang tinggi di salah satu benteng untuk melihat sesuatu, tiba-tiba ia melihat Rasulullah Saw bersama para sahabatnya mengenakan pakaian putih dari kejahuan menerobos fatamorgana. Sehingga tanpa disadari ia berteriak dengan suara yang tinggi:' Wahai&lt;br /&gt;oranga-orang Arab inilah pemuka kalian yang kalian tunggu-tunggu'. Maka dengan serempak mereka berhamburan, membawa pedang untuk menyambut kehadiran Rasulullah Saw di tengah-tengah padang pasir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Betapa dalam rasa rindu mereka ingin menyambut kehadiran Rasulullah Saw hingga mereka mondar-mandir setiap pagi ke padang pasir menunggu kehadiran beliau dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di tengah siang yang mengusir mereka agar pulang ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda cinta kedua; Mengorbankan harta dan jiwa demi Rasulullah Saw. Orang yang sedang bercinta, semangat membara, senang hati akan tidak segan-segan mengorbankan segala sesuatu baik berupa jiwa, kesenangan diri dan sesuatu yang paling berharga untuk sang kekasih. Begitu pula pecinta-pecinta Rasulullah Saw yang mulia dari kalangan sahabat, tinta sejarah telah menorehkan catatan emas tentang betapa tinggi pengorbanan dan pembelaan serta kesetiaan mereka terhadap beliau, sehingga orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw setelah merasakan dalam dada mereka kerugian yang tidak terhingga karena tidak mampu menggapai&lt;br /&gt;kebahagian yang teragung dan harapan yang amat mahal. Imam Ahmad meriwayatkan kepada kita dari Barra' bin Azib berkata, Abu Bakar berkata"Pada waktu kami pergi hijrah, orang-orang sedang mengejar kita dan tidak ada yang dapat mengajar kami kecuali Surakah bin Malik bin&lt;br /&gt;Ju'tsum dengan mengendarai kuda. Saya berkata kepada Beliau Saw:'Wahai Rasululah Saw pencarian telah mampu mendapatkan kita?'Maka Beliau bersabda 'Jangan kamu kawatir sesungguhnya Allah pasti bersama kita.' Hingga dia telah mendekati kita dan jarak kami dengan dia kira-kira satu atau dua atau tiga tombak, Abu Bakar berkata: 'Wahai Rasulullah Saw, Orang yang melakukan pencarian telah berhasil mengejar kita? Maka saya menangis?'. Beliau bertanya:'Kenapa kamu menangis?' Saya menjawab: 'Demi Allah, saya menangis bukan karena takut terhadap keselamatan diriku akan tetapi saya takut terhadap keselamatan diri engkau'. Barra' berkata:'Maka Rasulullah Saw mendoakan keburukan atas Surakah denagan berdoa:"Ya Allah, cukupkanlah dia dari kami dengan sesuatu yang Engkau kehendaki." Maka tiba-tiba kaki kuda Surakah terperosok ke dalam tanah yang keras hingga perut kuda menyentuh tanah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda cinta ketiga; Tunduk terhadap perintah dan menjahui larangannya.Tidak dapat dipungkiri bahwa orang akan selalu taat kepada orang yang dicintainya, dia berusaha melakukan apa saja yang diinginkan oleh sekasihnya dan menghindari segala apa saja yang dibenci olehnya. Ia&lt;br /&gt;merasakan kenikmatan dan kelezatan yang tidak terhingga. Begitu juga orang yang mencintai Rasulullah Saw yang mulia, selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak beliau, bersegerah mewujudkan perintah dan bersegerah menjahui larangan beliau. Betapa banyak kita dapatkan sikap-sikap indah yang tercermin dari perilaku sahabat yang mulia dan jujur dalam mencintai Rasulullah Saw. Orang-orang pecinta Rasulullah Saw bukan hanya sanggup meninggalkan suatu yang disenangi saja bahkan mereka sanggup meninggalkan kebiasaannya bertahun-tahun bahkan kebiasan yang mereka warisi secara turun-temurun, namun mereka&lt;br /&gt;tidak menjadikan kebiasan itu sebagai hujjah untuk menentang perintah Rasulullah Saw seperti sikap kebanyakan kaum muslimin zaman sekarang ini. Allah Swt berfirman dalam surat An-Nur:51: "Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min bila mereka dipanggil kepad Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan:'Kami dengar,&lt;br /&gt;dan kami patuhi'. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda cinta keempat;membela sunnah dan memperjuangkan syariat. Sangat wajar bila orang selalu mengorbankan waktu, tenaga dan seluruh harta kekayaannya seperti pengorbanan yang dilakukan oleh kekasihnya. Rasulullah Saw telah mengorbankan seluruh pemberian Allah Swt baik berupa potensi, kemampuan harta dan jiwa untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, dari penyembahan hamba kepada penyembahan Rabbnya hamba. Rasulullah Saw berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh Agar kalimat Allah Swt tinggi dan kalimat kekafiran hancur dan hina dan beliau berperang agar tidak muncul fitnah dan hanya&lt;br /&gt;agama Allah Swt yang tegak di muka bumi.Orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw mengikuti dan mencontoh jejak petunjuk beliau dalam semua itu, dengan suka rela mereka dengan bantuan dan karunia Allah Swt selalu siap mengorbankan seluruh potensi dan kemampuan, mempersembahkan harta dan nyawa untuk tujuan seperti tujuan yang ditempuh Rasulullah Saw, beliau mempersembahkan waktu, harta dan jiwa untuk itu.Allah berfirman: "Di antara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kapada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang&lt;br /&gt;menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)." (Al-Ahzab:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terjangkau tinggi pekertimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tergambar indahnya Akhlakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbalas segala jasamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkaulah Rasul, Rasul Mulia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116960222503462637?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116960222503462637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116960222503462637&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116960222503462637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116960222503462637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/01/mencintai-rasulullah-saw.html' title='Mencintai Rasulullah SAW'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116945870859525560</id><published>2007-01-11T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-01-24T08:43:51.120+07:00</updated><title type='text'>Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga</title><content type='html'>&lt;p  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemateri : Ust. Adi JM (id: adijm2001)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 11 Jan 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;modi_diana: Insya Allah, kajian hari ini akan disampaikan oleh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;ust Adi Junjunan Mustafa (id: adijm2001)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;modi_diana: Yang akan membawakan tema yang sangat menarik, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;modi_diana: "Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;modi_diana: tafadhol ustadz..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: terima kasih mbak Diana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: akhwat sekalian perajin Kamus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: saya sampaikan salam penghormatan dalam Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: assalaamu'alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Alhamdulillaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa mawwalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: “Salah seorang kalian tidak sampai kepada keimanan yang sempurna, hingga mencintai sesuatu bagi saudaranya, dengan sesuatu yang ia pun mencintai bagi dirinya.” (al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: akhwat sekalian, semoga antunna dalam keadaan sehat wal 'afiyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: dan semoga Allah berikan keberkahan pada waktu kita dalam kajian hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: seperti disampaikan moderator kita, kajian hari ini bertema:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Dalam banyak kasus, meredupnya cinta dalam keluarga terjadi karena lemahnya sinyal cinta yang kita sampaikan kepada pasangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Sinyal cinta ini bisa berupa tatapan mata, senyuman, ucapan, atau sentuhan ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Pada saat kita bercakap-cakap dengan istri/suami, kita dapat menggunakan tatapan mata seefektif mungkin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Tatapan mata ini bisa bermakna "aku sangat memperhatikanmu, sayang", "aku sangat senang mendengar ceritamu" ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: atau "ah ... aku turut bersedih dengan duka di hatimu," dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Senyuman juga punya banyak arti, misalnya: "terima kasih, sayang",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: atau "aku sayang kamu", "kamu lucu dech, aku suka". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Yang pasti senyuman yang kita kehendaki adalah yang menentramkan hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Dalam sabda Nabi Muhammad saw,"Raut wajah yang dihiasi senyuman terhadap saudaramu adalah shadaqah." Senyuman adalah pancaran ketulusan hati dan kemurnian iman seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Sinyal cinta yang lebih jelas tentu saja mesti disampaikan lewat ucapan yang baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Seorang yang bijak akan memperhatikan betul ucapannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Dan kepada istri/suami, tentulah ia akan memilih sebaik-baik kata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Lewat ucapan, kita dapat mengungkapkan apresiasi, terima kasih, dan rasa suka. Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Akhirnya, sinyal cinta dapat disampaikan dalam sentuhan lembut penuh cinta dan kasih sayang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Dan pada hubungan intim suami-istri terdapat kebahagiaan lahir dan batin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Tentu saja jika momentum ini didahului dan dilakukan dengan terampil dan dalam suasana yang penuh cinta dan kasih sayang tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Nah, akhwat sekalian ... pada kesempatan ini kita akan lebih banyak bicara ttg menyampaikan sinyal cinta dengan ucapan atau ungkapan kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: saya mohon maaf kalau ilustrasi2 yang akan disampaikan lebih dari sisi seorang suami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: mudah2an bisa diambil hikmahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: ada pertanyaan mendasar dalam menyampaikan sinyal cinta, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Haruskah Cinta Diungkapkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: sahabat saya ini lama kuliah di Jepun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Saya tanya apa yang dikaguminya? &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Setiap kali menelpon istrinya di Jakarta, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan Ich liebe dich dari sang sahabat itu ke seberang sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: (tahu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; arti Ich liebe dich?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: ikuti aja dulu ya ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: ntar dari konteksnya ketahuan kok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: oke kita terusin ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan aku sayang sama kamu, istriku ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: atau sesekali mengatakan aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang ..." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Saya sampaikan, mungkin teman-teman di Eropa terkena imbas Perancis atau Paris yang terkenal romantis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Sahabat saya tersenyum,"Wah, pantas ... mungkin kamu terkena gaya perancis juga alias perapatan ciamis ...!" Kami tertawa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis Paris itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari Paris saya tahu sebagian arti romantis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: (oya, alhamdulillah saya sempat mendapat rizki kuliah di Belanda 1989-1996)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Bisa jadi ada teman-teman secara tidak sadar sudah bergaya Jepang dalam berkomunikasi kepada istri ...," kata sahabat saya itu tiba-tiba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: (maaf ini memang konteks cerita Jepang ya ... mungkin Ind lain)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Mendengar kalimat itu membuat perasaan saya menerawang membayangkan otokorashi ala kaum samurai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: (otokorashi = style kaum lelaki)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Apakah kerasnya dunia luar, membuat beku komunikasi di dalam rumah? Wah dingin banget, kata saya dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: baik ... sampai sini kisah saya sama sobat saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: otokrasi beda lagi ya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Sudah jelas Nabi saw dan para sahabatnya itu orang-orang yang punya jiwa perjuangan yang hebat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Kehidupan mereka di Madinah hampir tak pernah sepi dari perang atau ekspedisi militer. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Justru dalam kerasnya perjuangan itulah mereka menemukan keseimbangan pada kelembutan interaksi dengan istri dan anak-anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Setiap kali pulang berjihad, Nabi selalu disambut anak-anak kecil Madinah. Bukan hanya cucu beliau yang berlari menghampiri beliau, tapi juga beberapa anak lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Lalu Nabi pun memangku salah seorang dari anak-anak itu, sementara yang lainnya menarik-narik kain baju beliau, karena beliau memang begitu lembut dan menyayangi anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Saat pulang dari sebuah ekspedisi militer, Nabi menggoda Jabir, sahabatnya yang pengantin baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Wah, tentu bantal-bantal empuk sudah disiapkan di rumahmu ...," kata beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Jabir terkejut dan mengatakan,"Tapi kami tak punya bantal-bantal empuk di rumah ..." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Tentu saja respon Jabir yang serius itu membuat Nabi tersenyum, sebab kalimat beliau adalah kiasan kemesraan istri yang menanti Jabir di rumahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Bisa jadi Jabir yang masih muda itu gugup dan tidak siap diajak bergurau oleh satu pribadi yang amat dihormatinya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Benarlah perjuangan tak membuat Nabi dan para sahabatnya menjadi dingin dan keras dalam interaksi dengan para istri mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Justru kemesraan itu menjadi penyeimbangan suasana perjuangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Nabi pernah berpesan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Kalau kau mencintainya, maka sampaikanlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Ini tuntunan hikmah untuk mempererat persaudaraan; Maka menyatakan cinta kepada istri/suami itu bagian dari hikmah kenabian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Kaidah ushul mengatakan, min baabil aulaa, sungguh lebih utama untuk menyatakan cinta kepada istri/suami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: akhirnya saya ingin tutup pengantar diskusi kita dengan obrolan sepasang suami istri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: begini ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Hari ini aku betul-betul kangen ... sampai pengen nangis," katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Oya, jam berapa kangennya?" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Sekitar jam 5 sore ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Oh pantesan ... Jam segituan, rasanya saya juga enggak bisa konsentrasi di depan komputer. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, sayang ..." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Oyaaa ...? Apa enggak salah nih. Jangan-jangan di sana dech yang kangen duluan." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Enggak juga, kayaknya di sana duluan ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Ya udah, ambiiil ... mangga bungkuuus ..." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: (rupanya orang sunda nih mereka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "He he he ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Kenapa ketawa?" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "Enggak … Kadang kamu luchu ... Thanks ya, udah dikangenin. Enggak penting siapa yang kangen duluan, yang pasti ik houd van jou ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: (ik houd van jou = Ich liebe dich)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Ik weet het. I love you too ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: (ik weet het = saya tahu ...)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Alhamdulillah." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: "Alhamdulillah ..." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Udah segitu obrolannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Penutup:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri dan suami-suami kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam bersikap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ust. Adi JM: Ya Allah, karuniakanlah kepada kami istri/suami dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Aamiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Sekian ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Cukup pengantarnya mbak Diana, silakan dipandu diskusinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" lang="FI"&gt;modi_diana: Jazakallahu khoiron katsiro ustadz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 0, 204); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;**sesi tanya-jawab**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;#1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;ukhti_hanim: pertanyaannya; istri jabir namanya siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;ukhti_hanim: sm mo tau hadistnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;ukhti_hanim: riwayat hadist cerita itu, klw boleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: terima kasih buat mbak Hanim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: sayang pada kisah tsb tidak disampaikan nama istri Jabir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: yang saya ingat, Jabir menikahi janda dan usianya lebih tua dari dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saat Nabi bertanya, kenapa tidak kau nikahi gadis, hingga kau bisa bercanda dengannya dan dia pun bercanda denganmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: Jabir menjawab, orang tuanya sudah meninggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: dan ia punya adik2 yang kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: jadi ia berharap istrinya bisa membantu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: mendengar itu Nabi bisa memahami pilihan Jabir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: coba dicari di buku "senyum2 Nabi" ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saya sudah terlupa dari buku mana saya baca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: atau mungkin bisa ditemukan di buku ar-Rasul saw tulisan ust Said Hawwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: afwan saya terlupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: itu buat mbak Hanim semoga menjawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;#2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: tadi bapak bilang: Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan. Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: pertanyaannya: mnta tlg cara komunikasi yg baik ttg hal tsb agar suami tdk tersinggung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: sy sementara ini menyimpulkan bahwa ternyata laki2 punya ego khusus &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: thd perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: terima kasih mbak Mimin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: secara umum masalah ini dibahas para ulama kita dalam kajian2 "adab memberi nasihat"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: misalnya disampaikan dg sirr, artinya scr rahasia ... jadi contohnya jangan di depan anak2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: apalagi di depan tetangga atau orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: bahkan istri yang bijak enggak akan menyampaikan nasihat/kritik di depan ortu atau mertua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: kemudian, hal2 lainnya ... disampaikan pada moment yang tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: jangan pas capek2nya baru pulang kantor misalnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: carilah suasana2 yang santai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: misal: menjelang tidur, saat rihlah ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: kemudian ... sampaikan dengan cara yang lemah lembut dan kalimat2 yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: misalnya: gini mas ... menurut saya sikap mas kemarin itu kurang pas ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: karena ... bla bla bla&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: tapi itu pendapat saya lho ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saya bisa salah juga ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: kira2 redaksi seperti itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: last but not least&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: bersikap ikhlas saat mengritik ... jangan dengan kondisi hati yang dibakar rasa marah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: susah ya ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: tapi kira2 begitu cara memberikan kritik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: kalo semua adab sudah terpenuhi tp yah.. karena ada ego kelaki2an yg kadang tdk bisa nerima masukan dari "bawahan" gmn ngatasinya ya pak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: cara yg efektifnya spt apa selain akhirnya kita diemmm gak jg ngomong &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: kalau kita sudah usahakan sebaik2nya tapi masih mentok ... maka bersabarlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: mungkin cara2 ngambek asal jangan kelewatan malah efektif ya ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: masing2 istri tahu bgm menghadpi suaminya ... enggak ada rumus umum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: tapi, rumus umumnya, tugas kita adalah mengingatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: sama seperti berdakwah, tugasnya adalah tabligh ... selebihnya kita berdoa kpd Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: apa itu artinya harus ngalah pak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_mimin: krn sy liat blm berbagai kasus perempuan harus sering ngalah biar gak bentrok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: iya ... kadang ngalah di hadapan suami malah pintu luluhnya hati dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: biarkan si suami merenung pada saat2 kesendiriannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ini bg kesabaran para ibu yang mesti ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: dikatakan: al waqt juz'un minal 'ilaaj&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: waktu itu bagian dari pengobatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: begitu mbak Mimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;#3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;ukhti_nova: Pertanyaan : bolehkah suami istri memperlihatkan kemesraan dan mengirimkan sinyal2 cinta didepan anak2 mereka atau orang lain? adakah adab2nya diatur dalam alqur'an? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_nova: afwan kalau ada yg salah dr pertanyaan saya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_nova: sekian pertanyaannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: terima kasih mbak Nova&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: saya melihat tampilnya kita sbg ortu dalam keadaan mesra, hangat dan harmonis akan menjadi pengalaman baik bagi jiwa anak2 kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: jadi sebatas kita berjalan berpegangan tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: atau duduk berdua di sofa dengan posisi merapat, tangan merangkul ke bahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: atau sun di pipi atau di kening&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: itu hal-hal yang wajar diketahui anak2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: justru suasana mesra seperti itu memberikan keseimbangan bagi wawasan si anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: oh ternyata ayah sama bunda juga bisa mesra ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: oh ternyata menikah itu asyik ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: dan ternyata bukan pada "pacaran" sebelum nikah kemesraan yang halal itu dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: makanya, dalam kasus kami di rumah ... kami bisa sampaikan kepada anak2 ... "itu" baru dilakukan kalau udah nikah ya ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: "itu" yang dimaksud misalnya tayangan orang pegangan tangan, sun-sunan yang mereka lihat di teve&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: maksud saya, jangan sampai pd anak muncul persepsi ... pacaran itu asyik, mesra ... tapi kalau udah nikah "garink", enggak mesra!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: buktinya abi sama ummi kayak gitu ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: gitu mbak Nova&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: nah, di mana batas2nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saya melihat ini masalah al-'urf atau kepatutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: cium bibir ... mungkin kalau kecup saja masih oke&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: tapi kalau ciuman hot ya jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: kemudian tentu saja hubungan intim dan segenap pendahuluannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: itu pun tidak pantas dilihat anak2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: bahkan Quran di surat an-Nuur menetapkan tiga waktu aurat bagi suami istri thd anak2 dan orang yang dirumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: sebelum waktu fajr, waktu dhuhr dan setelah isya ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ini di surat an-Nuur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: pada waktu2 itu anak2 mesti ketok pintu dan minta ijin kalau mau masuk kamar tidur ortu mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: demikian ya mbak Nova.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;#4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_yokka: pertanyaan : Emm..kdg klo blm terbiasa kan kaku jg ngucap syg2 gitu, perasaan mlh jd aneh, gimana ngatasinnya ust?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: itu pertanyaannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: baik ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: memang ekspresi cinta itu bisa berlainan dari orang ke orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: dari bangsa ke bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: enggak usah dipaksakan juga mengubah gaya scr drastis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: enggak suami/istri kita malah curiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: aya naon ieu teh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: ada apa nih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: tapi bahwa setiap orang itu butuh dicintai, ini aksiomatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: adapun pengungkapan, ini bisa tumbuh dipengaruhi lingkungan, bacaan, atau mungkin tontonan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: yang jadi masalah, skr kan pengungkapan sayang atau cinta malah marak pada hal-hal yang dilarang agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: masa yang udah suami-istri, yang udah jelas2 halalnya malah pelit menyampaikan sayang dan cinta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: ditambah lagi arahan2 nabi saw yang saya sampaikan tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: beliau menganjurkan kita mengungkapkan cinta kita fillahi, karena Allah, kepada yang kita cintai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: jadi ... silakan mulai dari yang sederhana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: misalnya menyampaikan, mas ... adek suka kalau mas pakai kemeja biru muda itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: apalagi bawahnya pakai celana biru tua yang kita beli lebaran lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: itu contoh kalimat apresiasi ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: gitu ya, buat mbak Yokka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: jadi sampaikan aja pakai bhs arab dulu ke suami, uhibbuka fillahi, kang ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: sekian buat mbak Yokka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: afwan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: uhibbuka --&gt; buat pria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: uhibbuki --&gt; buat perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: uhibbu supermie --&gt; buat yang suka supermie&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;#5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: begini pak ustad..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: misalnya kita menikah tanpa cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: terus cinta itu belum juga tumbuh setelah pernikahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: apakah kata2 mesra itu bisa menciptakan cinta pak ustad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: walau malu tuk ungkapain &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_lita: itu aja pak ustad.. ini misalnya.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saya jawab pertanyaan mbak Lita ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: jadi ... bgm jika pernikahan tidak didasari cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: sebetulnya ini memerlukan bahasan lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: bagaimana menumbuhkan cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: dua pekan lagi semoga bisa dibahas ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: tapi ... sementara tanggapan saya begini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: cinta itu bukan sesuatu yang statis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ada rumus begini, cinta kpd Allah cerminan iman kepadanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: iman itu bisa bertambah dan berkurang ... begitu juga cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ia sesuatu yang dinamis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: mungkin saat awal nikah cintanya dikit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: tapi dengan effort yang tepat, cinta itu dapat tumbuh kembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: caranya adalah dengan saling menghargai dan menghormati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: dengan lebih mengenal sisi2 baik pasangan kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: dan dengan meredam ego diri kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: insya Allah kondisi2 ini akan secara otomatis membawa kita pada ucapan sayang kepada pasangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ini memang bukan buat diteori2kan, tapi buat dipraktekan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: cobalah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: gitu buat mbak Lita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;#6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;ukhti_zuliawati: apakah dengan membuat istri/suami cemburu itu 'bumbunya' cinta ustad? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: terima kasih mbak Zuliawati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: ini pertanyaan bagus buat menutup kajian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: benar sekali ... cemburu bukan hanya bumbunya cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: bahkan cinta sejati itu mesti disertai cemburu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: dalam bahasa hadits disebutkan "ghirah"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: Ibnul Qayyim dalam bukunya "taman orang-orang yang jatuh cinta dan dirundung rindu" mengupas amat dalam mengenai cemburu ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: untuk kasus suami-istri, seorang istri yang mencintai suaminya, akan sakit jika sang suami mencintai yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: begitu juga suami enggak akan rela (ridho) istrinya mencintai yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: jadi cemburu itu bukan cuma bumbu, tapi syarat cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: ada seorang shahabat yang dikenal amat pencemburu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: sampai2 perihal dirinya jadi obrolan beberapa sahabat lain di hadapan Nabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: saat itu Nabi berkomentar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: kalian heran dengan cemburunya si fulan thd istrinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: sungguh, aku lebih pencemburu dari pada si fulan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: dan Allah lebih pencemburu ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: cemburunya Allah adalah apabila hamba2Nya menyembah (mencintai) kepada selain dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: jadi jelaslah cemburu itu menyatu dengan citnta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: demikian mbak Zuliawati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: cukup ya ... akhwat sekalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: skr udah jam 17:03 di Jepang dan karena winter (musim dingin) udah gelap di luar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;modi_diana: alhamdulillah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;modi_diana: tafadhol ustadz..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;modi_diana: jazakallah khoiron katsio.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: waiyyakunn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ust. Adi JM: baik mbak Diana dan akhwat sekalian saya pamit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;Ust. Adi JM: afwan kalau ada yang salah. wassalaamu'alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);" lang="FI"&gt;**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 204); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(102, 0, 204); font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Materi tersebut didownload dari: &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/125"&gt;Sampaikan Sinyal Cinta Itu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p face="lucida grande" style="color: rgb(102, 0, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam banyak kasus, meredupnya cinta dalam keluarga terjadi karena lemahnya sinyal cinta yang kita sampaikan kepada pasangan. Sinyal cinta ini bisa berupa tatapan mata, senyuman, ucapan, atau sentuhan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita bercakap-cakap dengan istri/suami, kita dapat menggunakan tatapan mata seefektif mungkin. Tatapan mata ini bisa bermakna "aku sangat memperhatikanmu, sayang", "aku sangat senang mendengar ceritamu", "ah ... aku turut bersedih dengan duka di hatimu," dan lain-lain. Senyuman juga punya banyak arti, misalnya: "terima kasih, sayang", "aku sayang kamu", "kamu lucu dech, aku suka". Yang pasti senyuman yang kita kehendaki adalah yang menentramkan hati. Dalam sabda Nabi Muhammad saw,"Raut wajah yang dihiasi senyuman terhadap saudaramu adalah shadaqah." Senyuman adalah pancaran ketulusan hati dan kemurnian iman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyal cinta yang lebih jelas tentu saja mesti disampaikan lewat ucapan yang baik. Seorang yang bijak akan memperhatikan betul ucapannya. Dan kepada istri/suami, tentulah ia akan memilih sebaik-baik kata. Lewat ucapan, kita dapat mengungkapkan apresiasi, terima kasih, dan rasa suka. Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan. Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sinyal cinta dapat disampaikan dalam sentuhan lembut penuh cinta dan kasih sayang. Dan pada hubungan intim suami-istri terdapat kebahagiaan lahir dan batin. Tentu saja jika momentum ini didahului dan dilakukan dengan terampil dan dalam suasana yang penuh cinta dan kasih sayang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi bertajuk &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/12/memberikan-kepuasan-kepada-pasangan_04.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Memberi Kepuasan kepada Pasangan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, seorang peserta bertanya kira-kira sebagai berikut,"Apabila sedang dalan keadaan hamil tua, suami meminta jatah-nya, sedangkan kami dalam keadaan lelah dan &lt;i&gt;enggak mood&lt;/i&gt; apa yang harus kita lakukan ...? Apakah kami berdosa jika tidak memenuhi keinginan suami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya tidak menjawab masalah dosa atau tidak. Saya melihat ada hal lain yang mesti diletakkan secara proporsional. Pertama, secara umum hubungan intim saat hamil itu tidak akan mengganggu kesehatan janin yang dikandung. Permasalahannya memang bisa jadi ada ketidaknyamanan fisik dan hormonal pada seorang istri saat mengandung. Hal kedua yang perlu diperhatikan, seringkali para suami muda kurang memahami perlunya suasana psikologis yang nyaman bagi seorang istri untuk berhubungan intim, apalagi dalam kondisi hamil tua. Maka diperlukan perlakuan yang lembut untuk sampai pada puncak hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu penanya tadi memotong,"Tapi itulah masalahnya, Pak. Kadang suami tidak mengerti hal seperti itu ...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampaikan, di situlah perlunya seorang istri menyampaikan apa yang ia inginkan dari suaminya. Dalam kasus di atas, istri bisa saja mengatakan,"Bang ... tolong &lt;i&gt;donk&lt;/i&gt; jangan terburu-buru. Saya masih ingin &lt;i&gt;dipijitin&lt;/i&gt; dulu kaki dan punggungnya &lt;i&gt;nih&lt;/i&gt;, soalnya agak pegal-pegal ..." Dengan demikian suami bisa mengetahui apa yang diinginkan istrinya. Dan hubungan yang dikehendaki istri dan suaminya dapat berlangsung dalam suasana yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan tanya-jawab di atas menggambarkan contoh sederhana dan sehari-hari tentang pentingnya kita menyampaikan sinyal cinta secara &lt;i&gt;clear&lt;/i&gt; kepada pasangan kita. Insya Allah dengan penyampaian sinyal-sinyal cinta yang jelas, tepat dan bervariasi kita akan senantiasa memperoleh ketentraman, cinta dan kasih sayang dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;  artikel terkait: &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/90"&gt;Haruskah Cinta Diungkapkan?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);font-size:180%;" &gt;Haruskah Cinta Diungkapkan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa. Saya tanya apa yang dikaguminya? Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya. Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya. Setiap kali menelpon istrinya di &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan &lt;i&gt;Ich liebe dich&lt;/i&gt; dari sang sahabat itu ke seberang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan &lt;i&gt;aku sayang sama kamu, istriku&lt;/i&gt; ... atau sesekali mengatakan &lt;i&gt;aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang&lt;/i&gt; ..." Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saya sampaikan, mungkin teman-teman di Eropa terkena imbas Perancis atau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang terkenal romantis. Sahabat saya tersenyum,"Wah, pantas ... mungkin kamu terkena &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;perancis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; juga alias &lt;i&gt;perapatan ciamis ...!" &lt;/i&gt;Kami tertawa. Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; itu. Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; saya tahu sebagian arti romantis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Bisa jadi ada teman-teman secara tidak sadar sudah bergaya Jepang dalam berkomunikasi kepada istri ...," kata sahabat saya itu tiba-tiba. Mendengar kalimat itu membuat perasaan saya menerawang membayangkan &lt;i&gt;otokorashi &lt;/i&gt;ala kaum samurai. Apakah kerasnya dunia luar, membuat beku komunikasi di dalam rumah? Wah dingin &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;banget&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, kata saya dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah jelas Nabi saw dan para sahabatnya itu orang-orang yang punya jiwa perjuangan yang hebat. Kehidupan mereka di Madinah hampir tak pernah sepi dari perang atau ekspedisi militer. Justru dalam kerasnya perjuangan itulah mereka menemukan keseimbangan pada kelembutan interaksi dengan istri dan anak-anak. Setiap kali pulang berjihad, Nabi selalu disambut anak-anak kecil Madinah. Bukan hanya cucu beliau yang berlari menghampiri beliau, tapi juga beberapa anak lain. Lalu Nabi pun memangku salah seorang dari anak-anak itu, sementara yang lainnya menarik-narik kain baju beliau, karena beliau memang begitu lembut dan menyayangi anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saat pulang dari sebuah ekspedisi militer, Nabi menggoda Jabir, sahabatnya yang pengantin baru. "Wah, tentu bantal-bantal empuk sudah disiapkan di rumahmu ...," kata beliau. Jabir terkejut dan mengatakan,"Tapi kami tak punya bantal-bantal empuk di rumah ..." Tentu saja respon Jabir yang serius itu membuat Nabi tersenyum, sebab kalimat beliau adalah kiasan kemesraan istri yang menanti Jabir di rumahnya. Bisa jadi Jabir yang masih muda itu gugup dan tidak siap diajak bergurau oleh satu pribadi yang amat dihormatinya ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Benarlah perjuangan tak membuat Nabi dan para sahabatnya menjadi dingin dan keras dalam interaksi dengan para istri mereka. Justru kemesraan itu menjadi penyeimbangan suasana perjuangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kalau kau mencintainya, maka sampaikanlah. Ini tuntunan hikmah untuk mempererat persaudaraan; Maka menyatakan cinta kepada istri itu bagian dari hikmah kenabian. Kaidah ushul mengatakan, &lt;i&gt;min baabil aulaa&lt;/i&gt;, sungguh lebih utama untuk menyatakan cinta kepada istri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Hari ini aku betul-betul kangen ... sampai pengen nangis," katanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Oya, jam berapa kangennya?" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Sekitar jam 5 sore ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Oh pantesan ... Jam segituan, rasanya saya juga enggak bisa konsentrasi di depan komputer. Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, sayang ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Oyaaa ...? Apa enggak salah nih. Jangan-jangan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;dech&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang kangen duluan." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Enggak juga, kayaknya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; duluan ..."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Ya udah, ambiiil ... &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;mangga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bungkuuus ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"He he he ..."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kenapa ketawa?" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Enggak, kadang kamu luchu ... &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;thanks&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ya, udah dikangenin. Enggak penting siapa yang kangen duluan, yang pasti &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;ik houd van jou&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"&lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;Ik weet het. I love you too&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Alhamdulillah." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Alhamdulillah ..." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt;Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style=""&gt;wasilah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt; kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu. Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam bersikap. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami istri dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style=""&gt;istiqamah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt; dalam iman dan perjuangan. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span pgothic="" ms=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116945870859525560?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116945870859525560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116945870859525560&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116945870859525560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116945870859525560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2007/01/menyampaikan-sinyal-cinta-dalam.html' title='Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116521932087036380</id><published>2006-12-04T15:01:00.000+07:00</published><updated>2006-12-04T15:02:01.006+07:00</updated><title type='text'>Memberikan Kepuasan kepada Pasangan (suami istri) Bagian 1</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: akhwat sekalian: assalaamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;alhamdulillah, wash shalaatu was salaamu 'alaa rasulillah&lt;br /&gt;wa aalihi wa shahbihi wa mawwalah&lt;br /&gt;seperti disampaikan moderator kita, siang ini saya siapkan pointers kajian bertema "memberi kepuasan kepada pasangan"&lt;br /&gt;sayang saya belum tuntas menuliskan bahan kajian, karena saya baru datang lagi di jepang selepas liburan di ind dan konferensi di pulau lain di jepang&lt;br /&gt;mudah2an meskipuan pointers nya masih ringkas, kita bisa perkaya saat diskusi nanti&lt;br /&gt;baik saya mulai:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Memberi Kepuasan kepada Pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Terminologi yang dituliskan pada judul tulisan ini sebetulnya ungkapan lain dari pemenuhan hak pasangan dalam kehidupan bersuami-istri.&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Pemenuhan hak sebagaimana kita fahami berarti juga pelaksanaan kewajiban kita dalam berumahtangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Apa saja yang menjadi dambaan pasangan kita sebetulnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rina khairani imb: Assalamu'alaikum wr wb ukhti fillah &amp; pak Ust.&lt;br /&gt;Mumtahah Annisa: Wa`alaikumsallam Warrahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan mengidentifikasi kebutuhan pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kebutuhan manusia terbagi menjadi kebutuhan lahir dan kebutuhan batin.&lt;br /&gt;Dalam kaitan berumah tangga, kebutuhan lahir misalnya: makanan dan minuman, tempat tinggal, pakaian dan sisi fisik dari aspek seksual.&lt;br /&gt;Adapun kebutuhan batin mencakup: rasa aman, penghargaan, cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Al Quran misalnya menyampaikan isyarat tentang tempat tinggal pada ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. (QS ath Thalaq:6)&lt;br /&gt;Sementara itu Rasulullah saw memberikan arahan kepada para suami untuk memberi makanan dan minuman serta pakaian kepada keluarga mereka sepadan dengan apa yang mereka makan, minum dan kenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Karenanya perhatian suami terhadap kebutuhan pangan, sandang dan papan ini menjadi bagian pemenuhan hak keluarga yang mesti ditunaikan.&lt;br /&gt;Sebaliknya seorang istri yang baik tentulah akan memperhatikan makanan, minuman dan pakaian bagi suami serta anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian suami meletakkan rasa senang yang besar terhadap istri yang pandai memasak, misalnya.&lt;br /&gt;Seringkali pula suami membutuhkan bantuan dan pandangan istri dalam memilih pakaian yang serasi&lt;br /&gt;diana: Ukhtifillah yang baru bergabung, Tema kamus hari ini:&lt;br /&gt;“Memberi Kepuasan pada Pasangan (Suami-Istri)”&lt;br /&gt;pemateri: ust Adi Junjunan Mustafa (id: adijm2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: baik dalam masalah warna atau masalah kesesuaian pakaian dengan acara-acara yang akan dihadirinya.&lt;br /&gt;memberikan kepuasan kepada pasangan pada hal-hal yang nampaknya sehari2 itu jangan dianggap remeh&lt;br /&gt;sebab bangunan indah rumah tangga itu justru dibangun dari hal-hal yang nampaknya sederhana ...&lt;br /&gt;Beralih pada masalah pemenuhan kebutuhan seksual, kebutuhan ini menjadi salah satu kebutuhan fisik-biologis yang penting untuk dipenuhi dalam berumahtangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangkaian ayat yang membicarakan masalah puasa, Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.&lt;br /&gt;Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu,&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS al Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut memberikan penjelasan bahwa adanya kebutuhan seksual diakui Allah swt, hingga terjadi pemaafan dariNya atas kelalaian sebagian pasangan suami-istri yang melakukan hubungan di malam bulan puasa saat masih dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk diperhatikan, ayat ini menggunakan ungkapan “baasyiruu hunna”,&lt;br /&gt;gembirakanlah atau senanglah mereka (istri-istri itu) untuk menggambarkan hubungan intim.&lt;br /&gt;Di sini tersirat, bahwa hubungan intim menyimpan sisi kebahagiaan yang bukan semata lahiriah, akan tetapi juga menyangkut kebahagiaan batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karenanya pada pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual terdapat sisi-sisi yang lebih mendalam daripada sekedar hubungan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skr kita beralih pada kebutuhan batiniah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenuhan kebutuhan yang lebih hakiki sesungguhnya ada pada sisi-sisi batiniah, seperti rasa aman, penghargaan, cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal-hal ini terpenuhi, maka sempurnalah kebahagiaan bagi seorang manusia.&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Sebaliknya berbagai pemenuhan kebutuhan lahiriah akan menjadi semu belaka, tatkala kebutuhan batiniah tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Coba bandingkan, seorang suami memberi uang banyak tapi dengan marah-marah dan ketika ia membuatkan istrinya teh manis di malam hari dengan penuh senyum dan kasih sayang&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tentu hal kedua lebih didambakan ... apa lagi kalau setelah itu memberi uang juga&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Dorongan bagi suami istri untuk terus menyempurkan penghargaan, cinta dan kasih sayang senantiasa ditekankan dalam seluruh aspek kehidupan berumah tangga.&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: hendaklah suami istri dalam keadaan prima menjaga rasa hormat dan cinta satu sama lain&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jaga perasaan pasangan, hindari menyakiti atau menyinggung perasaannya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ungkapkan dan tunjukkan rasa cinta dan sayang dengan kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dan yang terpenting ... letakkan rasa penghargaan, cinta dan kasih sayang ini karena Allah semata&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ini yang akan menjadi puncak pemenuhan kepuasan kita terhadap pasangan kita dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: Demikianlah materi pembuka kamus kita siang ini&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: insya Allah dapat dilanjutkan dengan diskusi&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: silakan dipandu ukht Diana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: silakan yang mau bertanya..&lt;br /&gt;diana: daftar dulu yaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: silakan ukhti astuti dpt giliran nomor 1&lt;br /&gt;rani charisma: oh....telat bgt ya...&lt;br /&gt;winnie senopati:  maaf ngak tau materinya baru masuk&lt;br /&gt;winnie senopati:  kepuasan dalam hal apa yaa&lt;br /&gt;diana: ini sedikit ringkasannya&lt;br /&gt;astf0312: gmn cara menungkapkan dan tunjukkan rasa cinta dan sayang dengan kreatif&lt;br /&gt;diana: Memberi Kepuasan kepada Pasangan dalam hal pemenuhan hak pasangan dalam kehidupan bersuami-istri.&lt;br /&gt;diana: kebuthan lahir &amp; batin, gitu..&lt;br /&gt;winnie senopati: ooooo&lt;br /&gt;diana: pertanyaannya sudah ukht astuti?&lt;br /&gt;astf0312: tambah&lt;br /&gt;diana: silakan..&lt;br /&gt;astf0312: berhubungan dng masa lalu msg2 pihak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;astf0312: yg dulu pernah menjalin hub dng org lain&lt;br /&gt;astf0312: dan perasaan itu masih ada&lt;br /&gt;aniengs04: boleh nanya duluan?&lt;br /&gt;astf0312: trs ya slg jujur&lt;br /&gt;astf0312: dan ada perasaan lain di hati&lt;br /&gt;diana: @anieng dpt giliran nomor 2 ya&lt;br /&gt;astf0312: nah cara memanaj nya gmn&lt;br /&gt;aniengs04: terima kasih&lt;br /&gt;astf0312: sudah&lt;br /&gt;winnie senopati:  yang lalu biar lah berlalu klo masih di ingat belum ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rina khairani imb: ukhti fillah tolong invite temen ane&lt;br /&gt;rina khairani imb: m_fauziah&lt;br /&gt;diana: tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;diana: boleh langsung dijawab..&lt;br /&gt;winnie senopati:  ups maaf&lt;br /&gt;astf0312: ya namanya hati mns&lt;br /&gt;astf0312: perasaan wanita&lt;br /&gt;winnie senopati:  mns apaan tuh&lt;br /&gt;nora: aku ga nangkep pertanyaan astf&lt;br /&gt;nora: manusia wini&lt;br /&gt;m_fauziah has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ukht diana, ini langsung dijawab seorang2 atau tunggu beberapa penanya?&lt;br /&gt;nora: baiknya langsung saja pak&lt;br /&gt;diana: langsung saja ustadz&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: baik ...&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: buat ukht astuti&lt;br /&gt;astf0312: ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: menunjukkan cinta dengan kreatif ya ...&lt;br /&gt;winnie senopati: &lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kata kreatif tentu kita fahami bersama&lt;br /&gt;astf0312: afwan ustadz&lt;br /&gt;astf0312: ana blm nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;astf0312: Insya'Allah dlm waktu dekat&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: artinya "otak dan perasaan kita terus mencari sesuatu yang akan menyenangkan pasangan"&lt;br /&gt;winnie senopati:  ngak keliatan tulisan ustadz nya&lt;br /&gt;astf0312: maksudnya persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: nah ... masalah seni mencintai ini sebetulnya setiap orang pasti punya potensinya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: yang berbeda adalah ada yang terlatih ada yang kurang terlatih&lt;br /&gt;astf0312: iya&lt;br /&gt;astf0312: trs&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: diantara hal mendasar yang diajarkan Rasulullah dalam menyatakan cinta adalah:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 1. mendengarkan keluh kesah pasangan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 2. memberikan pujian kepadanya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 3. memanggil dan berkomunikasi dengan menyenangkan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 4. memberikan hadiah&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 5. membantunya&lt;br /&gt;astf0312: trs&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 6. terus menjaga hangatnya cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: 7. senantiasa berdoa untuk mendapatkan keluarga yang penuh keberkahan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: itu diantara point2 terpenting&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: cukup ya&lt;br /&gt;winnie senopati: boleh nanya ?? daftar donk&lt;br /&gt;diana: gmn ukhti astuti?&lt;br /&gt;diana: sudah terjawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: mba winnie dpt giliran nomor 3 ya&lt;br /&gt;diana: afwan ukhti ningsih..&lt;br /&gt;diana: berhubung ukhti astuti dc..&lt;br /&gt;diana: silakan penanya nomor 2&lt;br /&gt;aniengs04: saya ya&lt;br /&gt;diana: yup&lt;br /&gt;aniengs04: pertanyaan saya agak sedikti menyimpang&lt;br /&gt;aniengs04: tapi sepertinya agak berhubungan dengan tema pasangan&lt;br /&gt;aniengs04: bagaimana menurut hukum islam jika pasangan suami istri terpisah tempat?&lt;br /&gt;nora: ltg invite nung_subarga&lt;br /&gt;aniengs04: dikarenakan kondisi pekerjaan masing-masing yang gak bisa jadi satu daerah?&lt;br /&gt;aniengs04: terimaksih.. mungkin itu saja pertanyaan saya&lt;br /&gt;diana:&lt;br /&gt;diana: tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;ida.ariningsih:  antri nanya&lt;br /&gt;diana: seep&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: terima kasih kpd penanya&lt;br /&gt;diana: teh ida dpt giliran nomor 4 ya&lt;br /&gt;ida.ariningsih: ok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: pada keterpisahan suami-istri tentu ada perjuangan tersendiri, bagi suami dan khususnya bagi istri&lt;br /&gt;enung handayani has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ada patokan lamanya seorang suami meninggalkan istrinya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tentu atas sepengetahuan dan keridhaan sang istri&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: literatur menyebutkan angka 4 bulan hingga 6 bulan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ini terkait dengan daya tahan fisik dan mental seorang perempuan ditinggal suaminya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kemudian, baik suami maupun istri mesti memenuhi hal-hal berikut ketika terpisah jauh secara syar'i&lt;br /&gt;diana: tlg invite: astf0312&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - menjaga kehormatan diri&lt;br /&gt;diana: afwan..&lt;br /&gt;diana: afwan, tlg invite lagi: rida32&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - bagi istri juga menjaga harta suami&lt;br /&gt;diana: jzkmlh&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - tetap melakukan komunikasi yang intensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: di era teknologi komunikasi saat ini, tersedia berbagai kemudahan untuk berkuomunikasi&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - suami sedapatnya tetap memenuhi kebutuhan belanja keluarga&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - menjaga kesetiaan ... justru di sinilah ujian cinta&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - tentu saja terus saling mendoakan&lt;br /&gt;rie_manisz has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rani charisma: saya kok gak dapet yg dari ustadz?&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - dan terakhir, hendaknya keterpisahan ini jangan permanent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: entah istri yang mengalah ikut kepada suami atau suami yang berusaha keras ntuk mendapatkan tempat kerja yang dekat dengan keluarganya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tadi ttg point komunikasi, hendaknya suami istri berusaha tetap menyampaikan sinyal2 cinta, walaupun lewat komunikasi jarak jauh&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: itu jawaban saya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: sekian ya&lt;br /&gt;diana: alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;winnie senopati: giliran ku kapan yaa&lt;br /&gt;nora: skrg wini tuh&lt;br /&gt;diana: yup&lt;br /&gt;diana: silakan mba winnnie&lt;br /&gt;aniengs04: alhamdulillah sudah gamblang sekali penjelasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;winnie senopati: 1. mendengarkan keluh kesah pasangan = ini neh kadang .. to the point aja deh gimana  cara ngasih solusi ke pasangan padahal yang di keluh kesah juga kita kadang kurang paham  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: itu pertanyaannya?&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: untuk the pooh, begini:&lt;br /&gt;winnie senopati: dia bilang apa kita bidang apa  salah salah ... salah ngasih masukan  atau lebih parah nanti di bilang sok tau  biasa nya cowok kan gitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: pertama, Allah swt memerintahkan kita untuk saling menolong&lt;br /&gt;nora: kasih masukan dg tidak menggurui, tdk mudah sih&lt;br /&gt;Mumtahah Annisa: benar Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: maka institusi keluarga adalah tempat suami-istri berta'awun&lt;br /&gt;malamcahaya: ya betul tu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kedua, ada janji dari Allah melalui rasulNya: Allah senantiasa akan meolong seorang hamba, manakala si hamba menolong saudaranya&lt;br /&gt;nora: taawun apa pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tentu janji ini akan berlaku kalau yang ditolong adalah suami/istrinya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ta'awun = saling menolong&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: nah ... terkait mendengarkan keluh kesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: para psikolog menyatakan, bahwa ketika seorang sedang bermasalah jiwanya, mumet pikirannya, gundah hatinya ... maka dengan mencurahkan kegundahan hati itu sudah sebagian dari terapi&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: maka pada saat pasangan kita menyampaikan keluh-kesahnya, dengarkanlah ia dengan sabar, penuh perhatian dan tulus ...&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tunjukkan bahwa kita care sama dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jangan lah kita potong curhat pasangan dengan "yah, Bang ... ane juga lagi mumet nih ... ganti channel donk!"&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: bentar ya ukht ningsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: alhamdulillah&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: makanya dalam keluh kesah atau curhat jangan barengan&lt;br /&gt;rie_manisz: sama2..&lt;br /&gt;nora: interupsi juda sering buat kesal&lt;br /&gt;diana: afwan, dc.. dah ketinggalan banyak ya? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116521932087036380?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116521932087036380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116521932087036380&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116521932087036380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116521932087036380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/12/memberikan-kepuasan-kepada-pasangan_04.html' title='Memberikan Kepuasan kepada Pasangan (suami istri) Bagian 1'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116521923786930140</id><published>2006-12-04T14:59:00.000+07:00</published><updated>2006-12-04T15:00:37.973+07:00</updated><title type='text'>Memberi Kepuasan Kepada Pasangan (suami istri) Bagian 2</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Adi Junjunan Mustafa: kalau yang satu sedang menyampaikan masalah, yang satu lagi harap bersabar menanti giliran&lt;br /&gt;rie_manisz: oOoo&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kemudian ... di sinilah pentingnya ta'aruf (saling mengenal) antara suami-istri&lt;br /&gt;diana: "you talk, i'll listen"&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: sang suami hendaknya memahami betul sisi perasaan dan pemikiran istrinya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: begitu juga sebaliknya&lt;br /&gt;malamcahaya: kayaknya ini juga hrs didengar oleh kaum adam deh&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kemudian, suami istri mesti terus belajar mengembangkan ilmi dan wawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malamcahaya: diikutkan gt&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: utamanya dalam kajian kita ttg pengelolaan rumah tangga&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: supaya masing2 enggak "tulalit" kalau diajak diskusi atau dicurhati&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: gitu dulu ya jawabannya&lt;br /&gt;winnie senopati:  seeep thanks pak&lt;br /&gt;diana: alhamdulillah&lt;br /&gt;diana: penanya berikutnya...&lt;br /&gt;diana: siapa ya?&lt;br /&gt;diana: afwan, lupa..&lt;br /&gt;ida.ariningsih: i&lt;br /&gt;diana:&lt;br /&gt;diana: yup bener..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ida.ariningsih: ok, begini ustadz, dalam hal memuaskan pasangan. hmm kalau kondisinya seperti, ketika si istri sedang hamil tua nih ya, terus suwami minta "jatah" sementara sang istri udah malas untuk melakukannya, apakah penolakan sang istri tersebut menjadi sebuah dosa?? sementara beban istri sendiri ketika sendang mengandung, apalgi sudah tua kandungannya,&lt;br /&gt;diana: silakan teh ida..&lt;br /&gt;rie_manisz: hmm...&lt;br /&gt;diana: tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: terima kasih buat ukht Ida&lt;br /&gt;diana: sekilas info: pa ustadz hanya bs smp jam 14.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: jadi yg mau bertanya, sgr dipersiapkan ya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: sebetulnya secara medis, tak ada halangan berhubungan intim saat hamil&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tinggal mengatur masalah posisi yang tepat dan ritme yang sesuai&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: hanya saja, tentu saat perempuan mengandung ada ketidaknyamanan fisik dan hormonal&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: selain itu bisa jadi ada kekhawatiran hubungan intim akan mengganggu janin yang dikandung&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: saran saya:&lt;br /&gt;malamcahaya: tolong dong mba septi...di add genie_own&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - pelajari baik2 masalah hubungan intim semasa kehamilan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ini akan jadi basic knowlegde yang baik buat suami istri&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - suami memang mesti lebih lembut memperlakukan istrinya yang tengah hamil&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: apalagi hamil tua&lt;br /&gt;ida.ariningsih: sudah  hanya saja membuat suwami mengerti kan hal demikian yang masih sulit&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dalam membangkitkan hasrat istri ketika hamil, tentu dibuthkan kelembutan ekstra&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: - kemudian, sharinglah bersama ... jika suami sangat membutuhkan, bukankah pemuasannya tidak mesti dengan penetrasi&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: masih banyak cara lain untuk bisa memenuhi kebutuhannya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: mungkin itu tanggapan saya secara umum ...&lt;br /&gt;nora: wabil khusus utk suami yg kurang paham gmn ya pak&lt;br /&gt;nora: memberi pengertiannya gitu&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ya memberi pengertian itu kan berarti memberi pengetahuan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: sebagai istri, sampaikan dengan baik, ingin seperti apa ia diperlakukan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: misalnya menyampaikan,"mas, jangan buru-buru ... tolong pijitin dulu punggung saya ..."&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: komunikasi seperti ini mesti sampai kepada suamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: eh suami&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: bisa jadi ia belum berpengalaman (kasus anak pertama misalnya)&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: suami memang ada kecenderungan "egois"&lt;br /&gt;rida: wah bisa masuk juga di detik detik terakhir..makasih mabk nur eka&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: karena memang enggak ngerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: itu sebabnya Nabi saw mengarahkan para suami untuk "menunggu istri untuk terpenuhi hajatnya" bila berhubungan&lt;br /&gt;diana: welcome mba rida&lt;br /&gt;rida:  iya mbak Diana..maksih&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jadi ... sekali lagi, kalau dari sisi istri, sampaikan apa yang Anda inginkan dari suami Anda&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: begitu ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: intinya komunikasi hrs bagus ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nur eka: sama2 mba rida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nora: 10 menit lagi&lt;br /&gt;diana: yup&lt;br /&gt;diana: satu pertanyaan terakhir..&lt;br /&gt;nora: kalau kasusnya suami yg poligami apa sama jg ya&lt;br /&gt;diana: silakan&lt;br /&gt;ica dimyati:&lt;br /&gt;diana: waduh..&lt;br /&gt;nora: lg marak disini&lt;br /&gt;ica dimyati:&lt;br /&gt;ziafeny:&lt;br /&gt;nora: kan suami mesti berbagi dg istri2nya&lt;br /&gt;diana: tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: klo suami poligami, trus istri jadi sedih, sakit hati..&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ini ttg poligami?&lt;br /&gt;diana: berarti kebutuhan batin istri tdk terpenuhi, gitu ustadz?&lt;br /&gt;diana: tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;diana: menit2 terakhir..&lt;br /&gt;nora: mba diana&lt;br /&gt;rida: keluar juag pertanyaan ini&lt;br /&gt;diana: ya..&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty:&lt;br /&gt;diana: saya diserang habis2an di sini..&lt;br /&gt;ica dimyati: mba rida ssttt&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ya ... pertama kita sama2 mengetahui syarat berpoligami adalah "keadilan" dari pihak suami&lt;br /&gt;rida:&lt;br /&gt;nora: pak adi ikhwan sendiri diroom&lt;br /&gt;ica dimyati:&lt;br /&gt;ida.ariningsih: waduh jawaban utk saya sepertinya terputus td&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jadi mereka yang ingin berpoligami mesti siap memenuhi kebutuhan istri-istrinya dengan prima dan adil&lt;br /&gt;ida.ariningsih: bisa saya liat dimana ya?&lt;br /&gt;diana: insya Allah, teh ida..&lt;br /&gt;nora: saya kopas keblog mba ida&lt;br /&gt;diana: saya coba cp-kan..&lt;br /&gt;diana: oh udah sama mba nora tuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: kalau tak bisa memenuhi ini, maka suami-suami seperti itu berdosa&lt;br /&gt;nora: nanti cek di blog imb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tentu saja Allah swt tak membebani manusia di luar batas kemampuannya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: misalnya si suami mesti ada di dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama&lt;br /&gt;nora: berarti akan ada kebutuhan yg terkurangi/tdk terpenuhi sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: makanya, keadilan dalam kunjungan adalah keadilan dalam waktu&lt;br /&gt;ida.ariningsih: diana: saya coba cp-kan&lt;--- di cp dimana ya?&lt;br /&gt;diana: ke PM ya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: enggak boleh yang satu kebagian 20 hari yang lain hanya 10 hari dalam sebulan misalnya&lt;br /&gt;a_april15: keadilan dalam waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: nah, perkara istri merasa sedih dan sakit hati ... ini mesti diantisipasi dengan komunikasi yang intensif, lembut dan penuh kasih sayang&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: jadi sepatutnya poligami ini ada "mukadimah" diskusi intensif dulu&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: baru sadar..kalo ustadnya sekarang gak kelihatan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: maka sangat tidak tepat kalau poligami dilakukan semata karena pelarian kegagalan dalam berumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: ngurus satu rumah tangga aja udah belepotan, kok mau nambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rida: Pa adi mau nanya, Pa Adi sendiri dah mampu berpoligami? (maaf atas pertanyaannya)&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: saya saat ini belum mampu&lt;br /&gt;nur eka: mba rida ya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rida: wah semua laki-laki begitu yah jawabannya&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: apa jawabnya???&lt;br /&gt;rida: suami saya juga begitu jawabnnya "untuk saat ini belum "&lt;br /&gt;ida.ariningsih: kalau suwmi minta poligami saya hanya akan bilang, " pulanglan saja aku pada ibuku.. atau.. ayahkuu&lt;br /&gt;rida:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: nah ... kalau prosedur dan persyaratan poligami telah ditempuh sang suami dengan sebaik-baiknya, maka kesabaran sang istri diperlukan&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dan ini akan menjadi posisi dan pahala yang amat besar baginya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: demikian barangkali tanggapan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nur eka: afwan pak .. selain adil waktu .. adil apa lagi?&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: keadilan itu seluas-luasnya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dalam nafkah lahir dan batin&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dalam mengungkapkan cinta dan sayang&lt;br /&gt;nora: dg jam terbang yg tinggi sbg dai&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dalam perhatian&lt;br /&gt;nora: waktu kan mjd sgt sempit&lt;br /&gt;nora: mdh2an tetap bisa adil ya&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: thx win&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: begitu ya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: yang pasti, kalau seorang suami mengerti agamanya, dia tidak akan sembarangan memilih opsi poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: maka dari itu, saya sarankan para pengkaji kamus yang telah menikah, bantulah suaminya agar semakin sholih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rida: amiin insya Allah Ustad&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: yang belum menikah, seleksi baik-baik calon suaminya&lt;br /&gt;nora: 14.32 pak&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: begitu ya.&lt;br /&gt;ida.ariningsih: insyaallah&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: iya...ustad...gara2 aa sama teteh, kita berdua dpt hikmahnya nih...alhamdulillah&lt;br /&gt;nora: apa hikmahnya mbak?&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: suami saya jadi mengerti hati seorg wanita kalo di madu, gara2 saya nangis waktu teteh ngomong...kalo Allah itu Maha Pencemburu&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: Insya Allah dia tdk akan memilih opsi poligami, krn sayang sama saya dan anak2....amin...&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: jadi tekad kami berdua adalah menjalani sambil mencintai Allah semata....keluarga, suami dan anak2 hanyalah ujian dan titipan semata dariNya&lt;br /&gt;genie_own: Ustad kalo suami berpoligami apakah itu bererti dia tidak sayang ma istri &amp; anknya ??..&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: krn suami saya bilang....pasti dibalik keikhlasan wanita sholehah terdpt hati yg menangis juga...&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: kata ustad itu benar, dibutuhkan banyak komunikasi kalo sdh berkeluarga&lt;br /&gt;rida:&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: terima kasih ukht Treesy atas tambahannya&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: agar semuanya selalu berjalan dgn baik, romantis dan harmonis layaknya masa2 pacaran dulu&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: saya ingin tanggapi dari "genie own" sebelum pamitan&lt;br /&gt;rinataufik has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: i'm back&lt;br /&gt;diana: afwan...&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: untuk kasus poligami yang didasari pertimbangan dan pemahaman yang benar, tentu saja poligami tidak berarti tidak sayang sama istri dan anak2&lt;br /&gt;diana: aduh punteun ustadz..&lt;br /&gt;diana: barusan ada kerjaan.. afwan jiddan..&lt;br /&gt;diana: bs dipersingkat saja, ustadz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: saya yakin ada pertimbangan matang dibalik poligami itu&lt;br /&gt;diana: afwan ukhtifilah rahimakumullah&lt;br /&gt;diana: sudah ustadz?&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: yang pasti kita tentu sama2 mengetahui bahwa rasulullah saw berpoligami ... dan beliau menyayangi semua istrinya&lt;br /&gt;Mumtahah Annisa has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: tinggal para suami berusaha sebaik2nya bersikap ketika berpoligami ... dan para istripun berusaha bersabar dan tentu tetap bersikap kritis meminta hak-hak bila suami tidak adil&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: demikian ya ... saya doakan agar akhwat sekalian diberi Allah keluarga yang penuh sakinah mawaddah wa rahmah&lt;br /&gt;a_april15: amin....&lt;br /&gt;diana: amin&lt;br /&gt;nora: amiiinn&lt;br /&gt;genie_own: terima kasih ustad&lt;br /&gt;ziafeny: amiinn&lt;br /&gt;diana: jazakumullah khoiron katsiro ustadz atas sharingnya hari ini&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: dan saya mohon pamit sebab di jp (4:41) sudah masuk magrib&lt;br /&gt;diana: ya, tafadhol ustadz..&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: amin....iya...saya dan suami memahami dan menghormati yg berpoligami...mudah2an banyak hikmah di dlmnya..krn itu adalah hukum Allah ya pak ustad...makasih bahasannya&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: al 'afwu minkunn ...&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa: wassalaamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;diana: Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty: w'salam wrwb&lt;br /&gt;winnie senopati: amien .. waalaikumsalam wr wb&lt;br /&gt;rida: wa'alaykum salam wr wb..makasih ustad Adi&lt;br /&gt;winnie senopati has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Junjunan Mustafa has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treesy Kusumawaty has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;diana: baiklah..&lt;br /&gt;diana: mari kita tutup kajiannya dulu yaa..&lt;br /&gt;diana: ntar setelah ditutup, boleh dilanjutkan dgn ngobrol yg lain2..&lt;br /&gt;ida.ariningsih: saya juga pamit, mba diana jangan lupa cp ke saya jawaban ustadz yg belum saja dapt td, bisa??&lt;br /&gt;diana: insya Alah&lt;br /&gt;diana: Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diana: langsung aja yah..&lt;br /&gt;diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.&lt;br /&gt;diana: Subhanakallahumma wabihamdika&lt;br /&gt;diana: Asyhadu allaa ilaaha illa anta&lt;br /&gt;nora: http://kajian-muslimah.blogspot.com/&lt;br /&gt;diana: Astaghfiruka wa atuubu ilaik&lt;br /&gt;diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU&lt;br /&gt;diana: aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau,&lt;br /&gt;diana: aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu&lt;br /&gt;diana: amin..&lt;br /&gt;diana: mohon maaf bila ada khilaf dan salah selama memandu kajian..&lt;br /&gt;diana: jazakumullah khairan katsiro..&lt;br /&gt;diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh  &lt;br /&gt;diana: samapai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116521923786930140?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116521923786930140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116521923786930140&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116521923786930140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116521923786930140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/12/memberi-kepuasan-kepada-pasangan-suami_04.html' title='Memberi Kepuasan Kepada Pasangan (suami istri) Bagian 2'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116374855934024089</id><published>2006-11-16T18:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-17T14:34:03.473+07:00</updated><title type='text'>Persepsi-persepsi yang Benar tentang Allah</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Pemateri : Martsiska&lt;br /&gt;Disampaikan dalam Kajian Muslimah Online tgl 16 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengenal Allah dan Hak-hakNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahir rahmaanir rahiim&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil ‘alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, alladzii arsala rasuulahu bil huda wa dinil haq, liyudhhirahu ‘ala diini kullih wa kafa billahi syahiida&lt;br /&gt;Asyhadu anla ilaha illallahwahdahu laa syarikalah&lt;br /&gt;wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, laa nabiya ba’da&lt;br /&gt;Allahumma shalli wa salim wa baarik ‘ala syaidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ‘ajma’in&lt;br /&gt;Rabbisy syrahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam millisaani yahqahuu qaulii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pepatah yang akrab sekali dengan keseharian kita; tak kenal maka tak sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba yang tidak mengenal Rabb-nya bisa dipastikan akan menemui kegagalan dalam mencintai Allah SWT. Padahal cinta kepada Allah adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan dia menduduki derajat atau level yang tinggi, demikian yang dikatakan Al Ghazali dalam kitab Al Mahabbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ali bin Abi Thalib ra, pernah berkata, "Ada hamba yang beribadah kepada Allah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya budak, dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt, itulah ibadahnya orang mukmin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah Muhammad saw dalam membina generasi sahabat sangat mementingkan sisi pengenalan dan persepsi yang benar tentang Allah dan hak-hakNya. Persepsi yang benar tentang Allah SWT akan mengantar seseorang hamba kepada keyakinan dan keimanan yang kuat. Jika seseorang telah memiliki keimanan yang kuat maka akan tumbuh dalam dirinya kesungguhan untuk mewujudkan sebuah penghambaan yang total kepada Allah SWT, juga kesungguhan untuk memperjuangkan tegaknya dien Allah di muka bumi. Yang kesemua itu tentu hadir sebagai konsekuensi kecintaannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi, Bayazid Bustami sering mengatakan: "Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang di peroleh kekasih, meskipun itu sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri seorang yang mencintai Allah pertama adalah rela berkorban sebesar apapun demi kekasih. Cinta memang identik dengan pengorbanan, bahkan dengan mengorbankan jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah di buktikan oleh Nabi Muhammad Saw., waktu ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah Swt., Rasulullah mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kedua dari pecinta adalah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa- apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Allah adalah sebuah usaha yang harus dilakukan seorang hamba agar tumbuh dalam hatinya rasa takut kepada Allah, tawakal, berharap, menggantungkan diri, dan ketundukan kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim mengatakan: “Allah mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur’an dengan dua cara yaitu pertama, melihat segala perbuatan Allah dan yang kedua, melihat dan merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah seperti dalam firman-Nya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Ali Imran: 190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenal dan selanjutnya mecintai Allah, persepsi-persepsi tentang Allah yang harus kita camkan dalam hati dan jiwa kita di antaranya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah swt tidak mempunyai kekurangan sedikitpun. Dia Maha Sempurna dan kesempurnaan-Nya tiada batas. Dia Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan Dia tidak membutuhkan istri maupun anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Ikhlas [112] :1-4&lt;br /&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Jin [72]&lt;br /&gt;3. Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al An’am [6]&lt;br /&gt;101. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. 103. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Hadid [57]&lt;br /&gt;3. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin[1452]; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Buruj [85]&lt;br /&gt;14. Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, 15. yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia, 16. Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Pemilik dan Pengatur semua urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al An’am [6]&lt;br /&gt;13. Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Az Zumar [39]&lt;br /&gt;62. Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ar Ra’du [13]&lt;br /&gt;2. Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al A’raf [7]&lt;br /&gt;54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;br /&gt;Allah adalah sumber segala nikmat di alam raya, yang kecil maupun yang besar, yang tampak maupun yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• An Nahl [16]&lt;br /&gt;53. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Luqman [31]&lt;br /&gt;20. Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ibrahim [14]&lt;br /&gt;34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Rasulullah:&lt;br /&gt;Ya Allah tiada nikmat yang bersamaku, atau bersama salah seorang makhlukMu di waktu pagi, melainkan dariMu saja, tiada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,&lt;br /&gt;Sesungguhnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu, maka tiada sesuatu pun di bumi dan di langit yang tersembunyi dariNya dan tiada sesuatu pun yang ditampakkan atau disembunyikan oleh manusia, kecuali diketahui olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ath Thalaq [65]&lt;br /&gt;12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al An’am [6]&lt;br /&gt;3. Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ali Imran [3]&lt;br /&gt;5. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• An Nahl [16]&lt;br /&gt;74. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Mulk [67]&lt;br /&gt;13. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. 14. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima,&lt;br /&gt;Allah swt menugaskan para malaikat untuk mencatat seluruh amal manusia dalam sebuah kitab. Tidak akan tertinggal satu amal pun, kecuali pasti tercatat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Qaaf [50]&lt;br /&gt;18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Infithar [82]&lt;br /&gt;10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), 11. yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), 12. mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Kahfi [18]&lt;br /&gt;49. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Isra’ [17]&lt;br /&gt;13. Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. 14. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah akan menguji hambaNya dengan sesuatu yang tidak mereka cintai dan tidak mereka inginkan, agar jelas hakikat diri mereka sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Mulk [67]&lt;br /&gt;2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ali Imran [3]&lt;br /&gt;179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Muhammad [47]&lt;br /&gt;3. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.&lt;br /&gt;31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah akan memberikan taufiq, dukungan, dan pertolongan kepada orang yang kembali kepadaNya, berlindung dengan perlindunganNya, dan mengikuti hukumNya dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al A’raf [7]&lt;br /&gt;196. Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Hajj [22]&lt;br /&gt;40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• An Nahl [16]&lt;br /&gt;128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Ankabut [29]&lt;br /&gt;69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Muhammad [47]&lt;br /&gt;7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui dan memiliki persepsi yang benar tentang Allah akan mengantar kita kepada sebuah motivasi untuk senantiasa berkhidmat kepada kebaikan dan menghindarkan diri dari maksiat kepada Allah. Kesemuanya dalam rangka beribadah kepada Allah yang dilandasi kecintaan kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan persepsi-persepsi tersebut di atas maka selayaknya seorang hamba mengetahui dan memenuhi hak Allah atas hambaNya yaitu bahwa mereka menyembahNya, mentauhidkanNya, dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Baqarah [2]&lt;br /&gt;21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• An Nisaa’ [4]&lt;br /&gt;1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Az Zumar [39]&lt;br /&gt;66. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenuhan hak Allah akan mengantarkan seorang hamba kepada kewajiban-kewajibannya sebagai seorang hamba, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melaksanakan rukun Islam&lt;br /&gt;– Syahadat, sholat, zakat, puasa, haji bila mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyerahkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;– Hud:56; Yusuf:67; An Nisaa:40; Ali Imran:173&lt;br /&gt;• Huud [11]&lt;br /&gt;56. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yusuf [12]&lt;br /&gt;67. Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• An Nisaa’ [4]&lt;br /&gt;40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ali ‘Imran [3]&lt;br /&gt;173. (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ikhlas&lt;br /&gt;– ‘ Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya dan segala sesuatu tergantung dari apa yang diniatkan…’ (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sabar&lt;br /&gt;– Ali Imran:146; Al Kahfi: 28&lt;br /&gt;• Ali ‘Imran [3]&lt;br /&gt;146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Kahfi [18]&lt;br /&gt;28. Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Merasakan pengawasan Allah (muraqabbatullah)&lt;br /&gt;– Asy Syu’ara:217-220; Al Mujadilah:7&lt;br /&gt;• Asy Syu’ara [26]&lt;br /&gt;217. Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, 218. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), 219. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. 220. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al Mujadilah [58]&lt;br /&gt;7. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendekat kepadaNya dengan amalan sunnah&lt;br /&gt;– ‘HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan nafilah (sunnah), hingga Aku mencintaiNya’ (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Percaya penuh kepadaNya&lt;br /&gt;– Ar Rum:47,60&lt;br /&gt;• Ar Ruum [30]&lt;br /&gt;60. Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memperbarui taubat dan istighfar&lt;br /&gt;– Ali Imran:135; Asy Syams:9,10&lt;br /&gt;• Ali ‘Imran [3]&lt;br /&gt;135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Asy Syams [91]&lt;br /&gt;9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, 10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.&lt;br /&gt;• (Ihsan adalah ) engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, dan jika engkau tidak melihatNya maka Allah melihatMu ( HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;• Al Qur’an Al Karim&lt;br /&gt;• Dr. SAyyid Muhammad Nuh, Membangun Kader Militan, Al I’tishom, 2005&lt;br /&gt;• Cahyadi Takariawan, Abdullah Sunono, Wahid Ahmadi, Ida Nur Laila, Keakhwatan 1, Era Intermedia, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116374855934024089?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116374855934024089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116374855934024089&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116374855934024089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116374855934024089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/11/persepsi-persepsi-yang-benar-tentang.html' title='Persepsi-persepsi yang Benar tentang Allah'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-116340971696246064</id><published>2006-11-13T16:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-17T14:36:37.330+07:00</updated><title type='text'>Seimbang, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pemateri: Hifizah N&lt;br /&gt;Disampaikan dalam Kajian Muslimah Online, Senin, 13 November 2006&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan dunia dan seisinya dalam keadaan seimbang. Misalnya dijadikan-Nya siang dan malam. Bumi dan langit. Laki-laki dan Perempuan. Keseimbangan ekosistem, di mana populasi pemakan daging lebih sedikit dari pada populasi pemakan tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan dan kekayaan alam sebagai sumber makanan diciptakan secara berlimpah, dibandingkan dengan mahluk hidup yang tinggal di dalamnya. Semua diciptakan Allah dalam prinsip keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sunnatullahnya, bila mahluk Allah berusaha mempertahankan keseimbangan ini, maka kehidupannya akan berjalan dengan baik, aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan ini, kalau dalam Islam, berkaitan erat sekali dengan tauhid. Berkaitan dengan ketundukan kita akan aturan-aturan Allah di alam ini, mencakup hukum alam, maupun hukum yang diturunkan Allah lewat Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya yang mencakup hukum alam. Sunnatullahnya atau aturan yang berlaku di alam ini, orang yang menjaga dan memelihara lingkungan hidup, maka ia akan mendapat manfaat yang besar dari alam. Tetapi sebaliknya, orang-orang yang bertindak semaunya, menuruti hawa nafsunya, maka akan mendapatkan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan bencana alam atau kerugian material lainnya. Hukum alam ini bisa ditaklukkan dengan menggunakan hukum alam yang lain. Tetapi tidak kita lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hukum-hukum yang diturunkan Allah lewat Al-Qur’an, bila diikuti akan menghasilkan ketenangan hidup, kebahagiaan dan menguatkan jiwa dalam menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaliknya, bila ditinggalkan, akan menimbulkan kekacauan hidup. Kesengsaraan, dan kezaliman terhadap diri sendiri maupun orang lain. Contohnya, misalnya dalam tata cara pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam cukup ketat mengatur tata cara pergaulan, baik dengan sesama perempuan, sesama laki-laki maupun antara Laki-laki dan Perempuan. Satu saja perintah itu ditinggalkan, misalnya dalam hal menjaga pandangan, maka terbukalah kerusakan-kerusakan yang lebih besar mengikuti pelanggaran tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tradisi mencuci mata, atau menonton film yang kental dengan budaya ‘bebas’, membuka kerusakan baru di masyarakat kita, yaitu seks bebas.&lt;br /&gt;Sebagai muslim, ada beberapa hal yang perlu diseimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jasadiyyah/badan/fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan pemenuhan kebutuhan fisik ini sangat penting dalam hidup setiap muslim. Hadist Rosulullah menyatakan, “Muslim yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari muslim yang lemah”. Kekuatan fisik ini yang sebanarnya banyak mengagumkan non muslim di zaman Rosulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola hidup yang teratur, makanan yang halal dan baik, serta kebersihan yang terjaga, masyarakat madinah jarang sekali ditemukan menderita penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah pun sepanjang hidupnya hampir tidak pernah sakit, kecuali menjelang kematian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan dalam hal fisik ini memiliki pengaruh yang besar dalam ibadah dan prestasi kerja setiap muslim. Oleh karena itu hal ini menjadi penting untuk di jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan pemenuhan kebutuhan akal ini juga penting, karena dimana pun kita hidup di dunia ini, orang-orang akan selalu menghargai orang yang berilmu, dari pada yang kurang berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, bahkan, orang yang beriman dan berilmu ini diangkat derajatnya beberapa kali disbanding orang yang hanya beriman saja. Tapi, dalam Islam, yang disebut orang ‘alim atau orang yang berilmu itu adalah orang yang memiliki rasa takut yang besar kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seorang mu’min, dianggap sudah bertambah ilmunya, ketika rasa takutnya kepada Allah semakin besar. Dan ini, sebenarnya tidak tergantung dari jenis ilmu apa yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ilmu psikologi, kalau hanya membahas ilmu psikologi yang berasal dari barat, tidak akan berpengaruh apa pun dalam diri kita, tetapi kalau ditunjang dengan bercermin dengan konsep-konsep psikologi dalam Al-Qur’an yang banyak membahas jiwa manusia, baru terasa kebesaran Allah yang sangat memahami jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ilmu-ilmu lainnya. Oleh karena itulah keseimbangan dalam mengasah akal ini diperlukan oleh setiap muslim. Oh iya, ada ilmu-ilmu yang harus/wajib hukumnya untuk diketahui oleh setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu ilmu tentang aqidah, ibadah, dasar-dasar keimanan dan keislaman kita, agar menjadi basic dalam landasan berpikir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ruhiyyah/hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan dalam hal ini juga penting, karena inilah yang tetap mengarahkan kehidupan seorang muslim untuk tetap berada dalam rel yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan ruhiyyah ini dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita. Berzikir, membaca Al-qur’an, bermunajat kepada Allah akan mempertajam visi kita dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi seorang muslim, yaitu untuk beribadah kepada Allah meliputi semua dimensi kehidupan. Belajar, bekerja, berdagang, adalah dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Ibadah-ibadah ritual adalah tiangnya, yang memperkokoh keimanan kita kepada Allah. Inilah sumber ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan sosial ini juga penting untuk dijaga oleh setiap muslim. Perintahnya pun banyak terdapat dalam al-Qur’an dan hadist-hadist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya perintah untuk berukhuwwah dan bersatu. Perintah untuk menghormati tetangga. Perintah untuk mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan sosial ini saat ini banyak ditinggalkan dikota-kota besar. Bahkan di negara-negara maju, sikap individualistic ini menjadi suatu hal yang biasa. Bahkan identic dengan gaya hidup masyarakat modern. Padahal ini adalah gaya hidup yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran bila penyakit sosial, seperti gangguan jiwa dan bunuh diri banyak terjadi di zaman sekarang ini. Karena ketidakpedulian kepada orang lain membuat banyak orang kesepian, dan akhirnya memilih jalan pintas untuk keluar dari masalah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keseimbangan untuk melestarikan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam ini adalah rizki yang diberikan Allah, sekaligus amanah untuk dikelola dan dimanfaatkan dalam kehidupan. Tetapi memanfaatkan alam juga ada aturannya&lt;br /&gt;Merusak alam akan menimbulkan bencana. Dan ini justeru merugikan manusia itu sendiri. Islam mendorong umatnya untuk memajukan ilmu pengetahuan, tetapi melarang menggunakannya untuk merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kemajuan teknologi nuklir, jangan sampai disalahgunakan untuk membunuh manusia dan menghancurkan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hal yang penting dalam kehidupan kita. Kalau dalam buku 7 Habits of Highly Effective people, kebiasaan menjaga ke-empat keseimbangan ini tertuang dalam bab “Mengasah Gergaji”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan dalam buku tersebut, ada seorang tukang kayu yang selama berjam-jam menggergaji pohon, tanpa sedikitpun berhenti untuk mengasah gergajinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaannya semakin berat, karena gergajinya semakin tumpul. Padahal kalau ia menyediakan waktu sedikit saja untuk mengasah gergajinya, mungkin pekerjaannya akan menjadi lebih cepat dan tingkat kelelahannya pun berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon itu adalah semua aktivitas kehidupan kita. Sedangkan gergaji adalah aspek-aspek yang tadi disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-116340971696246064?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/116340971696246064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=116340971696246064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116340971696246064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/116340971696246064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/11/seimbang-kunci-kebahagiaan-dunia.html' title='Seimbang, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-115977469734933456</id><published>2006-10-02T14:38:00.000+07:00</published><updated>2006-10-02T14:55:34.886+07:00</updated><title type='text'>Mengisi Bulan Ramadhan dengan Taqorub Ilallah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;Pemateri : Ummu Fatih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;Disampaikan dalam Kajian Muslimah Online tgl 2 Oktober 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahiladi arsala rosulahu bil huda wa dinilhaq, liyudhorohu aladinni qulli wakaffa billahi shahida, Ashadu ala ilahailallah waashadu'anna muhammadarrosululloh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT, pada kesempatan ini di bulan yg penuh berkah, kita bisa bertemu kembali di majlis ilmu kamus siang ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mohon maaf sebelumnya, karena kondisi badan sdg kurang fit, jadi mungkin tidak terlalu panjang materi yg akan kita ulas bersama. Namun semoga walaupun tidak panjang, bisa banyak kebaikan yg kita dapatkan. InsyaALlah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Sedikit cerita, tadi siang (di ind, pagi yah...) saya baru saja mendapat kabar salah seorang teman yang tinggal di sini meninggal dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Innalillahi wa innailaihi rooji'un.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ada satu hal yang menjadikan peristiwa ini seolah pengingat bagi kita...&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;bahwa..maut itu hadir kapan saja, di mana saja, dan kita tidak tahu dalam kondisi apa B &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;arangkali ramadhan tahun lalu, masih ada saudara, teman, orang tua, yg bersama menjalani ibadah ramadhan bersama, namun pada thn ini, tidak lg ..karena ketentuan Allah sudah menjemput.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Buat kita yg masih hidup sampai detik ini....betul-betul bersyukur, masih merasakan detik-detik ramadhan, masih punya kesempatan menjaring pahala dan keberkahan di bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Untuk itu jgnlah lewatkan sedikitpun waktu berharga ini, jgn buang kesempatan usia ini, dan jgn sampai lengah melakukan hal-hal yang sia-sia..utamanya di bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Apa saja yg mesti kita lakukan untuk mengisinya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mungkin sdh banyak buku, ceramah para ustadz yg mengulasnya...namun tdk ada salahnya kita review kembali ..agar makin semangat...mumpung masih ada waktu 21 hari lagi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;1. Perbanyaklah shalat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Shalat sunnah yang dilakukan di bulan ini akan di ganjar pahala sama dgn shalat wajib di bulan biasa. R&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="color:#000066;"&gt;esapi shalat2 kita..jangan berlalu tanpa kesan di hati..yg tersisa hanya lelah di badan saja...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;2. Perbanyak tilawah Qur'an.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Nabi s.a.w. Ibnu Abbas RA berkata; "Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawaanya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawaan Nabi melebihi angin yang berhembus."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;ada saat ramadhan itulah rasulullah SAW mengulang hapalan Al-qur'annya, saat ramadhan inilah qur'an turun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Maka sungguh merugi bila kita masih saja tidak terketuk untuk memperbanyak tilawah, memperbaiki bacaan al-qur'an di bulan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;3. Perbanyak sedekah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Banyak hadits yg mengungkap keutamaan memberi berbuka utk org yg berpuasa..walaupun hanya dgn seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Bandingkan...lebih banyak mana jajan kita di mall, dg sedekah yg kita masukkan kotak amal?? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;bila nilai nominalnya sama...percayalah..nilainya sangat jauh berbeda...apalagi di bulan suci ini..semua amal dilipatgandakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Nah..insyaAllah mulai sekarang, sebelum belanja, jajan..kita hitung dulu..berapakah uang yg diinfakkan sebelum belanja ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Beberapa waktu lalu saya di beri pesan lewat Ym, katanya teman tsb, hanya dgn 50 rb sudah bisa memberi buka puasa untuk satu keluarga..subhanallah...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;sebegitu bernilainya uang 50 rb itu untuk saudara2 kita yg tidak mampu...pdhl mungkin saja..uang senilai itu biasa kita beli untuk selembar kerudung misalnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;pdhl kerudung kita bertumpuk2 menanti giliran dipakai ada di lemari...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;jadi...mari kita edit lagi neraca dompet kita...mana yg lebih banyak..belanja akherat atau dunia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="color:#000066;"&gt;dan saat ramadhan inilah momentum yg pas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;4. jangan sia-siakan malam-malam di bulan ramadhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Sayang sekali bila kenikmatan, keberkahan malam yg di janjikan ALlah terlewati tanpa sujud tarawih kita, tanpa tangis taubat kita, tanpa suara memelas kita padaNya atas do'a2 kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Perbanyak tahajud, sholat istikharah, sholat hajat, dll. InsyaAllah saat inilah terbukanya pintu2 terkabulnya do'a. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;5. Kurangilah hal-hal yg sia-sia.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Mata kita jangan dibiarkan habis hanya untuk memandangi si kotak ajaib TV.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Telinga kita jangan dibiarkan melanglangbuana mendengar hal-hal yg tidak bermanfaat. Kaki kita, paksalah untuk senantiasa melangkah ke tempat2 yg membiuat kita ingat sama ALlah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;InsyaALlah masih banyak lagi hal yg bisa kita lakukan untuk mengisi bulan keberkahan ini. KIta tidak tahu..apakah ini ramadhan kita yg terakhir atau bukan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;tapi kita harus terus berusaha, melakukan yg terbaik untuk kehidupan yg abadi di akherat nanti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-115977469734933456?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/115977469734933456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=115977469734933456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115977469734933456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115977469734933456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/10/mengisi-bulan-ramadhan-dengan-taqorub.html' title='Mengisi Bulan Ramadhan dengan Taqorub Ilallah'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-115770463334926743</id><published>2006-09-08T15:21:00.000+07:00</published><updated>2006-09-08T15:37:13.696+07:00</updated><title type='text'>SALON KHUSUS MUSLIMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebagai ummat Islam, kita di tuntut utk menjadi hamba yang bersih, yg cantik dari segi penampilan dan tentunya cantik yg sederhana, bukan yg berlebih lebihan&lt;br /&gt;Bahkan Islam menganjurkan di saat hendak mengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjaga kebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian.seperti dlm firman Allah di surat al a'raaf : 31, pakailah pakaianmu yg bersih pada saat ke masjid. Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagi laki-laki maupun wanita.maka terhadap wanita, Islam lebih memberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya, sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasan emas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salon adalah salah satu bentuk jasa yang tujuannya adalah memperbagus dan mempercantik penampilan pisik seseorang.Dan bila salon khusus wanita, tentunya para pekerjanya adalah wanita,dan begitu juga dengan konsumennya. Sehingga tidak ada masalah dalam melihat aurat atau memegang rambut dan kepala.&lt;br /&gt;Sedangkan yang perlu diperhatikan dalam mengelola salon adalah hal-hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Karena bila memang termasuk praktek yang dilarang, maka bentuk usaha itupun juga tidak halal dan berpengaruh juga pada kehalalan uang yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain:&lt;br /&gt; 1. Pewarna Rambut (hitam)&lt;br /&gt;Termasuk dalam masalah perhiasan, yaitu menyemir rambut kepala atau jenggot yang sudah beruban.&lt;br /&gt;ada satu riwayat yang menerangkan, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak memperkenankan menyemir rambut dan merombaknya,dengan suatu anggapan bahwa berhias dan mempercantik diri itu dapat menghilangkan arti beribadah dan beragama, seperti yang dikerjakan oleh para rahib dan ahli-ahli Zuhud yang berlebih-lebihan itu. Namun Rasulullah s.a.w. melarang taqlid pada suatu kaum dan mengikuti jejak mereka, agar selamanya kepribadian umat Islam itu berbeda, lahir dan batin seperti hadits yg di riwayatkan Abu Huraurah ra&lt;br /&gt;agar selamanya kepribadian umat Islam itu berbeda, lahir dan batin  (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Perintah di sini mengandung arti sunnat, sebagaimana biasa dikerjakan oleh para sahabat, misalnya Abubakar dan Umar,Sedang yang lain tidak melakukannya, seperti Ali, Ubai bin Kaab dan Anas.&lt;br /&gt;Tetapi warna apakah semir yang dibolehkan itu?&lt;br /&gt;Dengan warna hitam dan yang lainkah atau harus menjauhi warna hitam?&lt;br /&gt;bagi orang yang sudah tua, ubannya sudah merata baik di kepalanya ataupun jenggotnya, tidak layak menyemir dengan warna hitam. Oleh karena itu tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Kuhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka bersabdalah nabi : `Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam.` (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak seumur dengan Abu Kuhafah (yakni belum begitu tua), tidaklah berdosa apabila menyemir rambutnya itu dengan warna hitam.&lt;br /&gt;Dalam hal ini az-Zuhri pernah berkata: `Kami menyemir rambut dengan warna hitam apabila wajah masih nampak muda,tetapi kalau wajah sudah mengerut dan gigi pun telah goyah, kami tinggalkan warna hitam tersebut.` Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain. Sedang dari kalangan para ulama ada yang berpendapat tidak boleh warna hitam kecuali dalam keadaan perang supaya dapat menakutkan musuh, kalau mereka melihat tentara-tentara Islam semuanya masih nampak muda.&lt;br /&gt;seperti hadits yang diriwayatkan Abu Dzar&lt;br /&gt;`Sebaik-baik bahan yang dipakai untuk menyemir uban ialah pohon inai dan katam.` (Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan) &lt;br /&gt;Inai berwarna merah, sedang katam sebuah pohon yang tumbuh di zaman Rasulullah s.a.w. yang mengeluarkan zat berwarna hitam kemerah-merahan. Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Abubakar menyemir rambutnya dengan inai dan katam, sedang Umar hanya dengan inai saja.&lt;br /&gt;`Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untuk mengubah warna ubanmu adalah hinna` dan katam` (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan)&lt;br /&gt;Hinna` adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Abubakar menyemir rambutnya dengan inai dan katam, sedang Umar hanya dengan inai saja.&lt;br /&gt;`Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untuk mengubah warna ubanmu adalah hinna` dan katam` (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan)&lt;br /&gt;`Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untuk mengubah warna ubanmu adalah hinna` dan katam` (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan)&lt;br /&gt;Hinna` adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;2. Memakai rambut palsu atau menyambung rambut&lt;br /&gt;Termasuk perhiasan perempuan yang terlarang ialah menyambung rambut dengan rambut lain, baik rambut itu asli atau imitasi seperti yang terkenal sekarang ini dengan nama wig.&lt;br /&gt;Dari riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabi saw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliau berpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut dan mengatakan, `Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. Azzur yang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanita untuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakah kalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengar sabda Nabi saw. yang artinya, `Sesungguhnya terbinasanya orang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu (rambut palsu) terus-menerus`.` (H.r. Bukhari).&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari jalan Aisyah, Asma`, Ibnu Mas`ud, Ibnu Umar dan Abu Hurairah sebagai berikut:&lt;br /&gt;`Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang menyambung rambut atau minta disambungkan rambutnya.`&lt;br /&gt;3. Merias dengan riasan yang bertentangan dengan batasan Islam.&lt;br /&gt;Seperti bedak tebal dan gincu merah menyala yang membangkitkan syahwat laki-laki. Begitu juga dengan pakaian yang tidak menutup aurat dan baju yang ketat mencetak bentuk tubuh.&lt;br /&gt;4. Membuat tahi lalat palsu, memangkur gigi dan memotong alis&lt;br /&gt;Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan Islam, yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamakan&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, seperti tersebut dalam hadis:&lt;br /&gt;`Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya.` (Riwayat Abu Daud, dengan sanad yang hasan. Demikian menurut apa yang tersebut dalam Fathul Baari)&lt;br /&gt;Sedang dalam Bukhari disebut:&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang minta dicukur alisnya.&lt;br /&gt;5. Pakaian Wanita Menyerupai Laki-laki dan Sebaliknya&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. pernah mengumumkan, bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan&lt;br /&gt;Disamping itu beliau melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.&lt;br /&gt;Termasuk diantaranya, ialah tentang bicaranya, geraknya, cara berjalannya, pakaiannya, dan sebagainya&lt;br /&gt;Sejahat-jahat bencana yang akan mengancam kehidupan manusia dan masyarakat, ialah karena sikap yang abnormal dan menentang tabiat.&lt;br /&gt;Sedang tabiat ada dua:&lt;br /&gt;tabiat laki-laki dan tabiat perempuan.Masing-masing mempunyai keistimewaan tersendiri.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh Malaikat, diantaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: septina_h&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-115770463334926743?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/115770463334926743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=115770463334926743&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115770463334926743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115770463334926743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/09/salon-khusus-muslimah.html' title='SALON KHUSUS MUSLIMAH'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-115145696604754963</id><published>2006-06-28T07:59:00.000+07:00</published><updated>2006-06-28T08:09:26.373+07:00</updated><title type='text'>Melacak Karakter Istri Sholihah dalam Al Qur'an</title><content type='html'>Oleh : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ustd. Adi J. Mustafa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;(Senin, 26 Juni 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah singkat ini menyajikan beberapa karakter perempuan sholihah yang diungkapkan beberapa ayat al-Quran. Pengungkapan ayat-ayat ini dikaitkan dengan upaya pembangunan keluarga yang diliputi suasana tentram, cinta kasih dan sayang atau keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (samara) sebagaimana diungkapkan pada ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang digunakan sebagian terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri. Sebagian ayat lain tidak terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri, akan tetapi bila kita telusuri lebih jauh, ayat-ayat ini berkaitan secara tidak langsung dengan posisi istri, semisal pengungkapan ayat-ayat terkait kisah Ratu Bilqis pada surat an-Naml atau ayat-ayat yang menggambarkan sifat para bidadari di surga. Insya Allah ayat-ayat ini akan diungkapkan dalam kerangka mengungkapkan karakter istri sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pengkajian, penulis mengelompokkan ayat-ayat untuk menggambarkan karakter istri sholihah dalam tiga profil, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Kekasih&lt;br /&gt;Profil Ibu&lt;br /&gt;Profil Sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;1. Profil Kekasih &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;1.1. Taat kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (QS. 66:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Qutb, secara khusus ayat di atas merupakan pembelajaran bagi istri-istri Nabi, tentang makna kemuliaan sebagai istri di hadapan Allah swt. Akan tetapi orang beriman mendapatkan limpahan kerunia karena dapat mengambil pelajaran berharga dari pengajaran Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan sholihah itu pertama kali disifati dengan karakter ketaatannya kepada Allah swt. Mengapa kita menempatkan ketaatan kepada Allah ini sebagai karakter utama seorang kekasih? Jawabannya karena sebagai kekasih seorang itu mesti memelihara kecantikannya. Dan kecantikan hakiki seorang perempuan itu adalah pada ketaatan kepada Allah swt. Ini adalah puncak kecantikan batin, sebagaimana digambarkan Ibnul Qayyim. Dan kecantikan batin ini akan memperindah dan menyempurnakan kecantikan lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan kepada Allah diwujudkan dalam keimanan dan mewujudkan keyakinannya ini dalam amal perbuatan, taat terhadap semua aturan yang Dia tetapkan bagi perempuan muslimah, yang cepat menyadari kekeliruan dengan bertaubat, yang rajin beribadah, berpuasa dan senantiasa menjelajah kerajaanNya, ciptaanNya dan tanda-tanda keesaanNya dan kebenaran pengaturanNya di alam semesta. Inilah cakupan yang amat menyeluruh dari sifat keislaman bagi muslimah sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ketaatan praktis kepada Allah swt yang saat ini banyak ditinggalkan perempuan muslimah adalah berbusana menutup aurat (QS an Nuur:31 dan al-Ahzab:59). Ini merupakan fitnah yang amat serius, sebab Rasulullah saw pernah menegaskan,”Orang-orang perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang, meliuk-liukan badannya dan rambutnya disasak, mereka tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak amat jauh.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;1.2 Taat kepada Suami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang sholihah, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri 289 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) 290 (QS. 4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;289: Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;290: Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menyampaikan,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya,dan taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang kamu suka." (HR Ibnu Hibban, al-Bazzar, Ahmad dan Thabrani, Albani menyatakan keshahihannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,”Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk Surga." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kedurhakaan kepada suami akan mendatangkan kutukan dari Allah, para malaikat dan segenap manusia. Cukuplah pelajaran yang terdapat pada surat at-Tahrim menjadi peringatan bagi kaum muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sikap taat para istri kepada para suami adalah meminta ijin kepada suami jika hendak keluar rumah (tidak keluar rumah kecuali dengan ijin suami), tidak meminta bercerai tanpa alasan yang dibenarkan syariah, menjaga kesopanan dan kehormatan saat keluar rumah, tidak mengeraskan suara melebihi suami, tidak membantah suaminya dalam kebenaran, dan tidak menerima tamu yang dibenci suaminya ke dalam rumah, apalagi bermesraan dengan lelaki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;1.3. Lembut dan Pemalu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami" … (QS. 28:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran yang merupakan kalam Allah tak pernah menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Begitu pula dengan disampaikannya sifat malu-malu pada ayat di atas, tentulah tersimpan hikmah untuk menggambarkan kemuliaan sifat perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu sendiri adalah bagian dari iman. Bahkan sebuah hadits pada Kumpulan 40 Hadits an-Nawawiy mengungkapkan: “Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.” Penafsiran hadits ini paling tidak ada dua. Pertama, malu menjadi parameter apakah sebuah perbuatan layak dilakukan atau tidak. Kedua, orang yang rendah rasa malunya, akan melakukan apapun yang dia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat pemalu ini menunjukkan kemuliaan dan penjagaan kemuliaan dirinya. Bahkan sifat sopan dan pemalu ini dijadikan daya tarik pada bidadari, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya …(QS. 55:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:70-72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;1.4. Pencinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang shalihah.” (HR Muslim). Kata perhiasan terkait dengan makna keindahan. Seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya. Isyarat tentang para bidadari menggambarkan keindahan dan keadaan penuh cinta pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. 56:22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung 1452, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1452: Maksudnya mereka diciptakan tanpa melalui kelahiran dan menjadi gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mengisyaratkan keadaan istri terbaik,”Istri yang paling baik adalah, bila suami memandang kepadanya memberikan kebahagiaan; Bila menyuruhnya, mentaatinya.; Bila sang suami bepergian, ia menjaga dirinya dan hartanya." (HR An-Nasai dan dishahihkan oleh al-Iraqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri shalihah senantiasa menyenangkan hati suaminya dan menjaga suasana mesra tetap bersemi dalam keluarga. “Sesungguhnya apabila seorang suami menatap istrinya dan istrinya membalas pandangan (dengan penuh cinta kasih), maka Allah menatap mereka dengan pandangan kasih sayang. Dan jika sang suami membelai tangan istrinya, maka dosa mereka jatuh berguguran di sela-sela jari tangan mereka." (HR Maisaroh bin Ali dari Abu Said bin al-Khudri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini para suami dihadapkan pada godaan besar di sisi hubungan intim pria-wanita. Banyak perempuan yang secara sadar atau tidak telah menjadi penggoda kaum pria baik langsung ataupun tak langsung. Maka menjadi salah satu tanggung jawab mulia bagi para istri untuk membantu para suami mencurahkan cinta mereka pada sesuatu yang halal. Di sinilah makna larangan bagi para istri menolak ajakan para suami, seperti tercatat dalam pengarahan Rasulullah saw berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak sehingga suaminya semalaman marah kepadanya, maka malaikat mengutuknya hingga pagi." (Muttafaqun alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hadits ini mesti ditempatkan dalam kerangka menjaga hubungan mesra dan cinta; Bukan menempatkan perempuan dalam posisi tertekan dan terpaksa dalam menjalankan hubungan intim suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Profil Ibu**&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;2.1. Memiliki Visi Pendidikan untuk Mengabdi kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". (QS. 3:35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. 46:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas mengajarkan agar para Ibu muslimah menjadikan visi terbesar pendidikan anak untuk menjadikan mereka para hamba Allah yang senantiasa berkhidmat kepada Allah swt. Kesuksesan utama orang tua dalam pendidikan anak adalah manakala mereka menjadi orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap syukur ini menyiratkan kebaikan-kebaikan mereka terhadap sesama manusia. Sebab syukur dalam makna yang luas berarti memanfaatkan segala kebaikan Allah swt untuk mentaatiNya. Artinya berbagai perbuatan kebajikan adalah perwujudan terima kasih kita kepada Allah. Dalam kerangka berpikir ini kita menemukan pentingnya pendidikan bagi anak, sebab pendidikan lah yang akan membuat seorang manusia memiliki karakter atau akhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu seorang Ibu dituntut melengkapi wawasan dan pengetahuannya untuk mendidik anak-anak. Diantara pengetahuan mendasar bagi anak-anak adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dalam sisi keagamaan: tilawah Quran (serta pemahamannya pada hal-hal mendasar) dan sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya ra. Pengetahuan dasar keagamaan ini akan menjadi fondasi bagi kekokohan aqidah dan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dalam sisi pengetahuan dan keterampilan umum: komunikasi-berbahasa (termasuk sastra), logika-matematika, pengetahuan sejarah dan musik-bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;2.2. Memiliki Keyakinan Kuat terhadap Janji Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. (QS. 28:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi berbagai tantangan jaman, seorang Ibu mesti senantiasa optimis, bahwa Allah akan menolong mereka mendidik anak-anaknya menjadi manusia berguna di masa depan. Sikap teguh Ibunda Nabi Musa sebagaimana digambarkan pada surat al-Qashash menjadi teladan utama dalam bersikap yakin akan bantuan Allah swt ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Musa ditakdirkan melahirkan anaknya dalam kondisi amat berat, yaitu ketika Firaun, penguasa yang amat zhalim saat itu, mengeluarkan perintah untuk membunuh anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, karena alasan ketakutan akan runtuhnya kerajaannya. Akan Allah swt memerikan keteguhan kepada Ibu Musa dan dengan dibantu oleh kakak perempuan Musa, Ibu Musa berhasil melalui masa-masa sulit tersebut untuk melindungi dan memelihara Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas menjadi pelajaran berharga bagi para ibu muslimah. Saat ini tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak-anak amat besar. Kita dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mendidik anak-anak, mulai dari seleksi pendidikan yang berkualitas, tantangan finansial, tantangan lingkungan hingga tantangan pada diri kita sendiri. Untuk tantangan lingkungan, kita menyaksikan banyaknya “polusi” berita dan informasi tentang kekerasan atau tindakan a-susila baik dalam bentuk tulisan ataupun tayangan-tayangan audio visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ini peran para Ibu amatlah besar untuk menjaga anak-anak agar tumbuh pada fitrah kesuciannya. Modal paling besar bagi para Ibu adalah kedekatan dengan Allah swt, memahami pengarahan (taujih) dan pengajaran dari Allah swt melalui al-Quran dan sunnah NabiNya. Untuk itu para Ibu hendaknya senantiasa mengadakan pengkajian yang mendalam terhadap dua sumber utama ajaran Islam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. 33:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;2.3. Penuh Suka Cita dalam Mendidik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan berkatalah istri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa'at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedangkan mereka tiada menyadari. (QS. 28:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap kasih sayang kepada anak-anak adalah fitrah yang Allah berikan kepada para Ibu untuk mendidik anak-anak mereka. Selama fitrah ini terjaga baik, seorang Ibu akan menjadikan perhatian pada anak sebagai perhatian terbesar dalam hidupnya. Kisah jatuh cintanya Asiyah istri Firaun kepada bayi Musa diabadikan al Quran untuk menggambarkan fitrah ini. Padahal Musa bukanlah anak kandungnya sendiri. Hendaknya sikap kasih sayang ini terus menyertai proses pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tantangan yang dihadapi para Ibu masa kini adalah tarikan untuk berkarir dan mencari penghasilan yang besar. Tarikan ini terjadi karena struktur sosial-ekonomi-masyarakat yang “memaksa” sebagian ibu-ibu untuk bekerja mencari nafkah. Padahal di dalam ajaran Islam, kewajiban mencari nafkah ini ada pada pundak para bapak. Motivasi lain adalah karena adanya kelemahan pola hubungan suami-istri. Sebagian istri merasa khawatir dirinya direndahkan oleh suami apabila tidak memiliki penghasilan sendiri. Tentu saja kondisi ini pun tidak seharusnya terjadi dalam keluarga muslim, sebab ajaran Islam telah memerintahkan para suami untuk bersikap kasih sayang dan adil dalam memimpin rumah tangga. Yang patut diwaspadai adalah ketika kaum perempuan justru sangat menikmati karirnya, sehingga meletakkan masalah pendidikan dan kasih sayang kepada anak pada prioritas ke sekian dibandingkan karirnya. Bahkan misalnya pada sebagian kalangan perempuan ada pandangan bahwa memiliki anak itu akan mengganggu karir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Profil Sahabat (Mitra)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;3.1. Pencari Kebenaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat 1462. (QS. 58:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1462: Sebab turunnya ayat ini adalah berhubungan dengan persoalan seorang wanita yang bernama Khaulah binti Tsa'labah yang telah didzihar oleh suaminya Aus bin Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada isterinya: "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri. Maka Khaulah mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw menjawab bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah. Dan pada riwayat yang lain, Rasulullah saw mengatakan: "Engkau telah diharamkan bersetubuh dengan dia". Lalu Khaulah berkata: "Suamiku belum menyebut kata-kata thalak". Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, sehingga kemudian turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah hendaklah terus bersemangat mencari dan menegakkan kebenaran sebagaimana ditunjukkan pada contoh sahabiyah Khaulah binti Tsalabah ini. Dengan demikian ia akan menjadi partner diskusi yang handal bagi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;3.2. Memiliki Kriteria Tepat tentang Pendamping Hidup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (QS. 28:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ayat di atas, sepertinya karakter ini berlaku bagi mereka yang belum menikah. Ayat di atas mengungkapkan kalimat putri seorang yang sholih di negeri Madyan, negeri tempat Musa muda melarikan diri dari kejaran Firaun. Sebagian penafsir mengatakan orang sholih ini adalah Nabi Syu’aib as. Begitulah gambaran seorang gadis yang cerdas dan sholihah menginterpretasikan sifat baik seorang pemuda. Ia tempatkan gejolak curahan hatinya mencari pasangan hidup, sekaligus melindungi posisinya dari kemestiannya bekerja dengan saudara perempuannya, karena sang ayah telah lanjut usia. Sang ayah pun memahami rahasia yang disembunyikan anak gadisnya. Setelah berbincang dengan Musa, ia menawari Musa untuk bekerja di tempatnya, dan ia berjanji akan menikahkan Musa dengan putrinya (kisah ini ada pada rangkaian ayat di atas, sebelum dan sesudahnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bagi para muslimah yang telah menikah pun kisah di atas mengungkap pelajaran berharga. Perhatikanlah, perempuan sholihah meletakkan parameter lahir dan batin secara seimbang dalam berinteraksi dengan pasangan hidupnya. Maka semestinya apresiasi seorang istri kepada pasangannya pun selalu seimbang diantara sisi fisik dan psikis. Dalam kehidupan berumah tangga ini dapat diterjemahkan dalam bentuk perhatian pada pola makanan, pola istirahat, olah raga dan juga pada pola pendidikan serta pola ibadah ritual yang senantiasa mewarnai kehidupan suami-istri. Semakin panjang usia pernikahan, semakin terasa kebutuhan untuk saling mengingatkan dalam menjaga kondisi prima fisik dan psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;3.3. Kesetaraan di Hadapan Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 27:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ratu Balqis telah menyaksikan kerajaan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Sulaiman as dan mengetahui siapakah yang benar-benar harus disembah di muka bumi ini, sadarlah ia bahwa ternyata perbuatannya dan kaumnya (di antaranya menyembah matahari) adalah perbuatan yang zhalim. Akan tetapi perhatikanlah, Ratu Bilqis tidak pernah menyatakan ketundukan kepada Sulaiman. Yang ia ucapkan adalah bahwa ia bersama Sulaiman tunduk patuh, berserah diri kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita mendapatkan taujih Rabbani (pengarahan Ilahi), bahwa kedudukan kaum perempuan dan kaum lelaki di hadapan Allah swt itu sama, yaitu sebagai hamba. Islam telah memuliakan kedudukan kaum perempuan. Untuk itu kaum muslimah hendaknya senantiasa menjaga kemuliaan ini dan bahu-membahu bersama para suami mereka dalam menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;3.4. Berkontribusi Aktif dalam Kerja Sosial dan Da’wah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min 1219, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 33:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1219: Yang dimaksud dengan "orang muslim" di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud "orang yang mu'min" di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain 259. (QS. 3:195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab turunnya dua ayat di atas terkait langsung dengan kehidupan para muslimah di masa kehidupan Nabi Muhammad saw. Ayat pada surat al Ahzab turun karena adanya ucapan Ummu ‘Imarah al-Anshari kepada Rasulullah saw,”Kami menyaksikan segala sesuatu (terkait ajaran Islam) hanya bagi lelaki dan kami tidak melihat kaum perempuan disebut-sebut.” (diriwayatkan at-Tirmidzi melalui Ikrimah). Atau melalui Ibnu ‘Abbas diriwayatkan bahwa para muslimah berkata kepada Nabi saw,”Ya Rasulullah, mengapa hanya disebutkan kaum beriman lelaki dan tidak disebutkan kaum beriman perempuan?” (diriwayatkan ath-Thabrani). Sedangkan pada riwayat lain dikabarkan bahwa para muslimah menanyakan mengapa hanya para istri Nabi yang disebutkan. Mereka berkata,”Kalaulah pada kami ada kebaikan, tentu kami disebutkan.” Maka Allah swt menurunkan ayat di atas. (diriwayatkan Ibnu Sa’ad dari Qatadah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk ayat pada akhir surat Ali ‘Imran, diriwayatkan bahwa Ummu Salamah berkata,”Ya Rasulullah, aku tidak mendengar Allah menyebutkan kaum perempuan dalam peristiwa Hijrah sedikitpun.” Maka Allah swt menurunkan ayat tersebut. (diriwayatkan oleh Abdur Razaq, Said bin Manshur, at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Abi Hatim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita ketahui konteks sosial sebab turunnya, ayat-ayat di atas semakin meneguhkan adanya peran sosial dan da’wah yang penting dari kaum perempuan sejak masa pertama turunnya ajaran Islam. Ini berlaku bagi semua perempuan. Mereka tidak kalah dengan kaum lelaki dalam melakukan seluruh aktifitas kehidupan, mulai yang sifatnya ibadah ritual hingga aktifitas sosial dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaLlaahu a'lamu bish shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Beberapa Buku Bacaan&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Abdurahman, Istri-istri Nabi saw., Pustaka Mantiq, 1988&lt;br /&gt;Abu Mohd Rosyid Ridho, Wanita Sholihah: Ciri-ciri dan Fungsinya, Hikmah, Medan, 1985&lt;br /&gt;Ibnu Ahmad Dahri, Peran Ganda Wanita Modern, Pustaka al-Kautsar, 1991&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim, Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.&lt;br /&gt;Ibrahim bin Shalih al-Mahmud, Kiat Hidup Bahagia dengan Suami Anda, Firdaus, 1992&lt;br /&gt;Khairiyah Husain Thaha, Konsep Ibu Teladan: Kajian Pendidikan Islam, Risalah Gusti, 1992&lt;br /&gt;Muhammad Qutb, Figur Wanita Sorga dan Neraka, Penerbit Amarpress, 1987&lt;br /&gt;As-Suyuthi, Asbabun Nuzul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** Sebetulnya istri sholihah dalam profil ibu memiliki dimensi lain daripada apa yang disampaikan makalah ini, yaitu secara kejiwaan seorang istri memberikan ketentraman bagi suami, laksana seorang ibu kepada anaknya. Ada pembahasan menarik dari Prof. Dr. Aisyah Abdurrahman tentang suasana kejiwaan Muhammad bin Abdullah saw di masa anak-anak dan remajanya yang telah ditinggal wafat ibunya pada usia 6 tahun. Suasana kejiwaannya merindukan seseorang yang bisa memberikan ketentraman bagai seorang ibu baginya. Allah swt Maha Pengasih, dengan takdir-Nya yang penuh hikmah, Muhammad pun dipertemukan dengan Khadijah. Pernikahannya dengan Khadijah, seorang perempuan yang matang jiwanya serta penuh kelembutan, seolah merupakan jawaban bagi Muhammad yang telah ditinggalkan ibunya sejak masa anak-anak. Ya ... dari Khadijah ini, Muhammad mendapatkan sentuhan lembut laksana seorang ibu, yang terus memberikan kasih sayang dan dukungan. Bahkan dukungan Khadijah ini semakin besar dan berarti ketika Muhammad telah diangkat menjadi Rasul Allah. Demikian kurang lebih kupasan Prof. Aisyah pada bab yang menerangkan profil Khadijah ra sebagai istri dalam buku "Istri-istri Nabi saw".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : &lt;a href="http://adijm.multiply.com/journal/item/65"&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/65&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-115145696604754963?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/115145696604754963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=115145696604754963&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115145696604754963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115145696604754963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/06/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam.html' title='Melacak Karakter Istri Sholihah dalam Al Qur&apos;an'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-115129293543770751</id><published>2006-06-26T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T14:11:37.383+07:00</updated><title type='text'>Taujih Online Tentang "Fikih Nikah"</title><content type='html'>Ada acara bagus nih. Sayang klo dilewatkan &lt;img src="http://geocities.com/izzatul_islam16/iconku/smile.GIF"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Buat para muslimah yang belum menikah ..&lt;br /&gt;belum ada keinginan utk menikah ?&lt;br /&gt;atau ..&lt;br /&gt;Ingin nikah, tapi belum tahu persiapan2 apa yg harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..&lt;br /&gt;Apa sih hukumnya Nikah?&lt;br /&gt;Bagaimana sih sebenarnya proses pernikahan yang islami?&lt;br /&gt;Persiapan2 apa aja sih yang harus dilakukan untuk menuju pernikahan yang barakah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus..trus..&lt;br /&gt;Buat para Mba2..Ibu2...yang sudah menikah..&lt;br /&gt;bagaimana tips2 membina rumah tangga agar sakinah, mawaddah warahmah..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yuukk..Dengerin &lt;strong&gt;Taujih On Line Divisi Dakwah Fahima &lt;/strong&gt;yang Insya Allah dilaksanakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hari/Pukul : Rabu, 28 Juni 2006/ 20.30- 22.30 JST&lt;br /&gt;(jam 18.30-20.30 WIB)&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tema : Fikih Nikah/Fiqh Munakahat&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Muwajih/Pembicara : Ustzh. Fathiya Khatib, LC, MA&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tempat : RadioTarbiyah&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls"&gt;http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls&lt;/a&gt;)&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan sahabat informasikan undangan ini ke saudari muslimah lainnya.&lt;br /&gt;Jazakumullahu khairan katsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi Dakwah FAHIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;CV Pembicara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Ustadzah Fathiya Khatib,LC,MA&lt;br /&gt;Pendidikan :&lt;br /&gt;S1 : &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Islamic Studies, University of The Punjab Lahore Pakistan (1992)&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Faculty Ushuluddin, International Islamic University Islamabad Pakistan (1993)&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;S2 :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Islamic Studies, Salafiyah University Faisal Abad, Pakistan (1996)&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tafsir Hadits, International Islamic University Islamabad, Pakistan (1998)&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-115129293543770751?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/115129293543770751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=115129293543770751&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115129293543770751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115129293543770751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/06/taujih-online-tentang-fikih-nikah.html' title='Taujih Online Tentang &quot;Fikih Nikah&quot;'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-115017606343801786</id><published>2006-06-13T11:29:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T12:28:40.750+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kajian Muslimah</title><content type='html'>Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com"&gt;Kajian Muslimah&lt;/a&gt; yang diselenggarakan secara online telah berlangsung 2 tahun lebih sejak pembukaan perdananya sekitar awal Februari 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Muslimah adalah salah satu program dari Divisi Kewanitaan &lt;a href="http://blog.muslimblog.net" target="_blank"&gt;Indonesian Muslim Blogger (disingkat IMB)&lt;/a&gt;. Berawal dari berdirinya &lt;a href="http://blog.muslimblog.net/tentang-imb/" target="_blank"&gt;IMB&lt;/a&gt; pada 16 September 2004, para muslimblogger yang memasang fasilitas &lt;a href="http://messenger.yahoo.com/" target="_blank"&gt;Yahoo Messenger&lt;/a&gt; seringkali 'berkumpul' di sebuah conference room, berdiskusi masalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blog" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;, diskusi masalah keislaman, ataupun membahas berita-berita yang sedang hangat di tanah air dan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Muslimblogger yang ikut berdiskusi saat itu terdiri dari ikhwan dan akhwat. Adakalanya dari kalangan akhwat ada ingin yang bertanya tentang masalah kewanitaan. Tetapi seringkali merasa canggung menyampaikannya di hadapan peserta diskusi yang di dalamnya juga terdapat banyak ikhwan. Akhirnya...tercetuslah ide untuk membuat conference room khusus akhwat dengan tema-tema diskusi (utama) adalah masalah kewanitaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...terbentuklah &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com"&gt;Kajian Muslimah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini pada awal Februari 2005 (sayang sekali tanggal persisnya lupa &lt;img src="http://geocities.com/izzatul_islam16/iconku/sedih.GIF"&gt;) dipunggawai antara lain oleh &lt;a href="http://septina2004.blogspot.com" target="_blank"&gt;Mbak Septina&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://elah82.blogdrive.com/" target="_blank"&gt;Elah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nur-3.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Nur&lt;/a&gt;, Vita, &lt;a href="http://yentrimarchelino.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Yentri&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com" target="_blank"&gt;Hanum&lt;/a&gt;. Di awal-awal terbentuknya, &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com"&gt;Kajian Muslimah&lt;/a&gt; diadakan setiap hari kerja! dari Senin s/d Jum'at setiap ba'da Dhuhur hingga Asar menjelang. Demi kerapihan organisasi serta agar kajian lebih terfokus, sedikit demi sedikit diadakan perubahan. Jadwal kajian dikurangi, menjadi tiga kali seminggu dengan jam yang sama, hingga akhirnya sekarang terbentuk format baru : &lt;strong&gt;kajian dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis jam 13.00 - 15.00 WIB&lt;/strong&gt;. Dan demi ketertiban serta keseriusan kajian, ditunjuklah seorang pemateri didampingi oleh seorang moderator dalam setiap kajian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat yang berperan sebagai moderator tetap saat ini adalah &lt;a href="http://gallerydevi.blogspot.com" target="_blank"&gt;Devi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://keluargadimyati.blogspot.com" target="_blank"&gt;Ica&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://aqputri.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Putri&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://cakrawala80.blogdrive.com/" target="_blank"&gt;Nora&lt;/a&gt;, serta dikomandani oleh &lt;a href="http://annidalucu.multiply.com" target="_blank"&gt;Ummi Nida&lt;/a&gt; sebagai PJ. Bila ingin ikut serta dalam &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com"&gt;Kajian Muslimah&lt;/a&gt;, silahkan menghubungi beliau-beliau ini &lt;img src="http://geocities.com/izzatul_islam16/iconku/smile.GIF"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga diadakannya &lt;a href="http://kajian-muslimah.blogspot.com"&gt;Kajian Muslimah&lt;/a&gt; yang bertujuan untuk menambah wawasan serta keimanan muslimah mendapatkan kemudahan dan ridho dari-Nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-115017606343801786?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/115017606343801786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=115017606343801786&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115017606343801786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/115017606343801786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/06/tentang-kajian-muslimah.html' title='Tentang Kajian Muslimah'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-114404699360429230</id><published>2006-04-03T13:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T10:47:58.833+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kesendirian bagi seorang muslim</title><content type='html'>ustadzah : ummu_fatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu diantara kita, seringkali merasa sendiri, apalagi bila sdg ditimpa suatu persoalan kesedihan, masalah dgn teman, saudara. Seringkali perasaan kesendiriannya ini menjadi begitu berlarut2...bahkan bisa mencapai timbulnya rasa putus asa. Bagi seorang muslim, logika kesepian tidak boleh sampai menyentuh sisi2 keimanannya. Meski secara fisik, secara sosial, kesendirian itu bisa menjadi benar-benar terjadi. Namun seorang muslim tidka hanya melihat dgn mata kepala saja. Sebab alat perasa seorang mukmin bukan panca indra belaka Ada mata hati, ada iman, ada keyakinan, ada pengharapan kepada Allah dan yang pasti tentunya adanya kerinduan akan surga yg abadi.&lt;br /&gt;Ada banyak makna yg bisa kita renungkan, yg menunjukkan bahwa betapa seorang mukmin, tidak boleh merasa sendirian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Kita tidak sendiri, ada Allah SWT bersama kita.&lt;br /&gt;Ini sangat prinsip. Bahkan intinya.&lt;br /&gt;Ada Allah tempat kita mengadu, menyerahkan segala jerih payah kita.&lt;br /&gt;Sesulit apapun masalah yg kita hadapi, kita tidak boleh berputus asa. Ada Allah..&lt;br /&gt;Sebaliknya, semeriah apapun kesenangan yg kita peroleh, jangan lupa diri...ada Allah Yang Maha Pemberi Karunia.&lt;br /&gt;Firman ALlah SWT dalam Q.S&gt; Al-An'am , 16.&lt;br /&gt;"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan DIa sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu."Menghadirkan keberadaan ALlah (bhs kerennya...Maiyatullah..) adalah obat kesendirian yang sangat mujarab.&lt;br /&gt;Mungkin terlihat terlalu teoritis...namun begitulah adanya.&lt;br /&gt;Bila segala materi, daya dukung hidup benar2 buntu, percayalah masih ada Allah Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;Jika semua ikhtiar manusiawi telah diledakkan hingga ke urat2nya, percayalah..masih ada Allah Yang Maha Kaya...Karenanya ada seorang ulama Mesir pernah mengatakan...sebenarnya masalah hidup hanya satu (menjawab pertanyaan murid2 ttg bgm menyikapi masalah2 hidup)&lt;br /&gt;Masalah kita dalam hidup ini adalah...bagaimana bila kita tidak sampai masuk surga???&lt;br /&gt;Alangkah dalamnya ucapan itu. Bukan berarti hiduo ini tidak ada masalah&lt;br /&gt;Tapi, ada masalah yg sangat utama yg akhirnya kelak akan melupakan masalah2 duniawi itu.&lt;br /&gt;Untuk itulah, ditengah2 masalah yg mendera, belum kabulnya keinginan dan harapan2 kita, ditengah2 ketidakberdayaan kita...masih ada Allah Yang Maha Penolong.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Tentu ini hanya rumusnya seorang muslim.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Karenanya, dalam banyak ayat Allah mengingatkan kita tentang saat-saat dimana manusia harus bertekuk lutut di hadapan kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;ummu_fatih: FirmanNya dalam Q.S. An-Naml : 63-64&lt;br /&gt;i"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang dalam kesulitan apabila ia berdo'a padaNya&lt;br /&gt;dan yang menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu, manusia sebagai khalifah di bumi?&lt;br /&gt;Apakah disamping Allah ada tuhan yang lain? Amat sedikitlah kamu mengingatNya.."&lt;br /&gt;luckycantik has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luckycantik has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luckycantik has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummu_fatih: Yah..firman Allah dalam ayat di atas menjadi jawaban bagi seorang muslim yg berputus asa terhadap pertolongan Allah...Astaghfirullah...&lt;br /&gt;ummu_fatih: Ternyata seorang mukmin tidak pernah merasa sendiri. Apapun situasi yg ia hadapi...bersama Allah ada kekuatan..&lt;br /&gt;luckycantik has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika_nursila has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betma_1999 has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betma_1999 has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luckycantik has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahoo! Messenger: sherly_sr has declined to join and sent: No, thank you.&lt;br /&gt;ceceti has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;y4t12002 has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummu_fatih: 2. Kita tidak sendiri, ada orang-orang mukmin yang lain.&lt;br /&gt;alifia6 has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhwat72 has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luckycantik: assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;akhwat72 has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luckycantik: makasih atas invite-annya teman2&lt;br /&gt;Yahoo! Messenger: gilang234 has declined to join and sent: No, thank you.&lt;br /&gt;dian_andriati has left the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika_nursila: assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;ummu_fatih: Ada banyak orang mukmin yang bisa kita jadikan teman.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Terlebih untuk kepentingan mengajak kita kepada kebaikan, kepentingan menyeru kepada jalan yang lebihbaik.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Prinsip kebersamaan dalam islam tercakup dalam internal dan eksternal.&lt;br /&gt;el_mumtazah: subhanallah...&lt;br /&gt;ummu_fatih: Secara internal....kebersamaan adalah saling tolong menolong, saling bantu dalam kebaikan&lt;br /&gt;ummu_fatih: Sabda Rasulullah SAW&lt;br /&gt;ummu_fatih: "Sebaik-baik amal adalah kamu menghadirkan rasa gembira ke hati saudaramu atau engkau membayar utangnya atau engkau memberinya roti."&lt;br /&gt;ummu_fatih: Secara eksternal...kebersamaan adalah ruang untuk berlomba dalam kebaikan&lt;br /&gt;ummu_fatih: atau fastabiqul khoirot&lt;br /&gt;fu_fu97 has joined the conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummu_fatih: Bersama-sama dgn orang2 mukmin, kita jalin kebersamaan.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Ada banyak orang lain yg bisa membuat kita tidak sendiri.&lt;br /&gt;ummu_fatih: 3. Kita tidak sendirian, apa yang hilang dari kita akan diganti oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Rasa sedih, duka, kesendirian, akan dibayar oelh Allah. Sekali lagi selama kita seorang mukmin.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Sebab...apapun yg Allah berikan pada kita, adalah ketetapan terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;ummu_fatih: Meski itu adalah hal yg tidak mengenakkan, namun ada hikmah kebaikan dibaliknya.&lt;br /&gt;ummu_fatih:Yah..firman Allah dalam ayat di atas menjadi jawaban bagi seorang muslim yg berputus asa terhadap pertolongan Allah...Astaghfirullah...&lt;br /&gt;Ternyata seorang mukmin tidak pernah merasa sendiri. Apapun situasi yg ia hadapi...bersama Allah ada kekuatan.&lt;br /&gt;Kita tidak sendiri, ada orang-orang mukmin yang lain.&lt;br /&gt;Ada banyak orang mukmin yang bisa kita jadikan teman.&lt;br /&gt;Terlebih untuk kepentingan mengajak kita kepada kebaikan, kepentingan menyeru kepada jalan yang lebihbaik.&lt;br /&gt;Prinsip kebersamaan dalam islam tercakup dalam internal dan eksternal.&lt;br /&gt;Secara internal....kebersamaan adalah saling tolong menolong, saling bantu dalam kebaikan.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW&lt;br /&gt;"Sebaik-baik amal adalah kamu menghadirkan rasa gembira ke hati saudaramu atau engkau membayar utangnya atau engkau memberinya roti."&lt;br /&gt;Secara eksternal...kebersamaan adalah ruang untuk berlomba dalam kebaikan atau fastabiqul khoirot.&lt;br /&gt;Bersama-sama dgn orang2 mukmin, kita jalin kebersamaan.&lt;br /&gt;Ada banyak orang lain yg bisa membuat kita tidak sendiri.&lt;br /&gt;3. Kita tidak sendirian, apa yang hilang dari kita akan diganti oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Rasa sedih, duka, kesendirian, akan dibayar oelh Allah. Sekali lagi selama kita seorang mukmin.&lt;br /&gt;Sebab...apapun yg Allah berikan pada kita, adalah ketetapan terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;Meski itu adalah hal yg tidak mengenakkan, namun ada hikmah kebaikan dibaliknya.&lt;br /&gt;Misalnya dalam do'a...bila kita mohon dgn tulus, pasti Allah memberikan jawaban.&lt;br /&gt;Tetapi tidak mesti sesuai dgn yg kita minta.&lt;br /&gt;Bisa jadi pengabulan do'a itu berupa hal yg sama dgn yg kita harapkan,&lt;br /&gt;bisa jadi pengabulan do'a itu berupa dijauhkannya kita dari malapetaka dan dihapuskannya kesalahan2 kita.&lt;br /&gt;Bisa juga balasannya bukan di dunia ini, namun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Begitulah seorang mukmin dihadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;Ada banyak hal yg membuat kita tidak sendirian, tetapi pusaran utamanya ada pada nyala keimanan.&lt;br /&gt;Dari sana ia memancarkan sumber-sumber kebersamaan,&lt;br /&gt;pengharapan dan dukungan Allah SWT.&lt;br /&gt;Secara vertikal, hidup kita gantungkan kepada ALlah. Secara horizontal, kita memupuk kebersamaan dgn saudara2 mukmin untuk saling berfastabiqul khoirot dan saling menasihati-mengingatkan.&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana cara seorang muslim membebaskan diri dari kesendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertegur sapa dengan salam dan tersenyumlah&lt;br /&gt;adalah tanda-tanda kehidupan.&lt;br /&gt;Tegur sapa dan tersenyum telah memberikan banyak pembuktian dalam masyarakat, bahwa dgn ini bisa meningkatkan produktifitas&lt;br /&gt;Tegur sapa dan senyuman berangkat dari kebugaran jiwa dan fisik. berpikir positif, optimis.&lt;br /&gt;Tentunya hal2 ini akan memberikan pengaruh positif bagi diri dan org lain.&lt;br /&gt;Bayangkan..begitu banyak fitnah dan masalah yg timbul hanya karena pelitnya bertegur sapa dan senyum...&lt;br /&gt;Didalam Islam, kita bertegur sapa dengan mengucapkan salam yg bermakna do'a&lt;br /&gt;Tegur sapa dan senyum bisa mencairkan ketegangan dalam interaksi sosial yg kerap menjadi konflik, mispresepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Segeralah berkeluarga dan bertetanggalah&lt;br /&gt;Untuk memecah kesendirian, menikahlah segera. karena begitu banyak rahasia kehidupan yg baru terungkap setelah menikah. Dan itu tidak bisa dibayangkan oleh idealitas seorang pelajang.&lt;br /&gt;Rasa tanggung jawab akan lebih bisa tumbuh pada org2 yang telah teruji melewati masa2 sulit berkeluarga.&lt;br /&gt;Sehingga mempercepat proses pematangan.&lt;br /&gt;Keluarga adalah sel terkecil dari masyarakat.&lt;br /&gt;Disanalah tercipta kebersamaan yg paling inti. Untuk itulah anggota keluarga sekcil apapun, yang pertama memberikan makna kehidupan kita.&lt;br /&gt;bertetanggalah...jangan bersikap eksklusif dgn tetangga2 kita.&lt;br /&gt;Karena RAsulullah SAW dalam banyak riwayat, mencontohkan bgm kita sebainya bersikap baik pada tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berhimpulah dalam jamaa'ah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-114404699360429230?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/114404699360429230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=114404699360429230&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114404699360429230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114404699360429230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/04/tentang-kesendirian-bagi-seorang.html' title='Tentang Kesendirian bagi seorang muslim'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-114318445612641959</id><published>2006-03-24T14:12:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:00:40.690+07:00</updated><title type='text'>Doa yang Efisien dan Efektif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Assalammu`alaykum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bil huda wa dinilhaq, liyudzhirohuu `aladdiniqullihii walau karihal mussyrikuun, Ashadu ala ilaahaillah waashhaduanna muhammadarrosululloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut bersyukur dengan segala ni`mat yang Allah telah ,baik ni`mat iman, sehat dan ni`mat berukhuwah dengan sesama muslimah dimanapun berada.&lt;br /&gt;Semoga pertemuan KAMUS ini juga dicatat sebagai amalan dalam rangka taqarubb ilallah.**************************"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Berdoalah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orangyang menyombongkan diri dari dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalamkeadaan hina dina."(QS,al-Mu`min:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya."(HR.Tirmidzi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak pernah berdoa selama hidupnya? Pertanyaan di atas hanya ingin mengingatkan bahwasanya sebagai makhluk yang lemah,kita pasti memerlukan yang berKuasa atas diri ini baik ketika dalam keadaan susah maupun senang. Hanya saja kebanyakan manusia hanya ingat kepada Khaliqnya saat `terjepit` dengan berdoa agar cepat berlalu masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Doa:manifeatasi dzikrullah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Doa sebagai ekspresi dzikrullah merupakan saripati ibadah yang dapat memberikan kesadaran diri cognizance (self awareness);senantiasa merasakan kehadiran Allah dan pengakuan kelemahan&lt;br /&gt;diri. Doa pada dasarnya bukan sekedar ritual melainkan sebuah oase di tengah gurun kegersangan ruhani dan di tengah rimba keresahan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Doa yang benar akan membawa keteguhan dalam prinsip hidup. Dengan doa pula seseorang akan memiliki sikap optimis, karena doa pada hakekatnya merupakan rintihan,curhat dan harapan akan curahan pertolongan seorang hamba kepada Khaliqnya. Karena doa merupakan dzikrullah,maka ia otomatis tidak dapat dipisahkan dari keimanan kepada Allah,Zat yang senantiasa ada untukdipuja dan dimohon dan telah memerintahkan hamba-Nya untuk tidak jemu memohon kepada-Nya.&lt;br /&gt;Allah swt mencintai hamba-Nya yang rajin berdoa secara benar dan kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terminologi Islam,konsideran doa tidak sekedar takut(khauf)yang melahirkan jiwa tabah,berani dan rasa harap(roja`)yang melahirkan jiwa yang optimis dan menumbuhkanmotivasi tapi juga terdapat gelora cinta(mahabbah)yang menghidupkan dan menerangi jiwasehingga akan semakin mesra hubungan dengan Allah sang Maha Kekasih."Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka ,bertambah kuat imannya dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal." (QS al-Anfal:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Kekuatan doa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Doa merupakan esensi jiwa yang harus disampaikan dari nurani terdalam dengan penuh kesadaran, sehingga doa yang dilatunkan dapat melahirkan kekuatan(energi)spiritual bagi orang yang berdoa. Doa,sebagaimana kesimpulan pakar psikologi,merupakan kekuatan terbesar untuk memecahkan masalahnya. Sebuah pengalaman ketika seseorang dalam keadaan terperangkap kawanan copet di mikrolet, tak ada yang dapat menolongnya.Ketika itu hanya ingat akan bantuan dari yang Maha Penolong,maka sungguh kekuatan doa dapat lari dari kawanan copet itu dengan berusaha tidak menyerahkan dompet dan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun cerita ketua rombongan haji yang kehilangan jamaahnya dan sudah berusaha mencarinya tetapi nihil.Seolah tiada lagi harapan menemukan mereka kecuali dengan bergantung pada doa.Setelah berdoa di depan jumrah `Aqabah,apa yang terjadi kemudian?Sekejap saja setelah doa itut terucap,serta merta beberapa jama`ah yang hilang itu berjalan di hadapannya.Sungguh,merinding saat itu dan kejadian itu membuat hati kami haru dan bertambah yakin bahwa"Maha benar Engkau Ya Allah dengan segala janji-Mu; berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku-kabulkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah publikasi penelitian tentang kanker yang dilakukan oleh para peneliti dan Nasional nstitutesof Health,USA,yang dipimpin oleh Dr.Richad Childs,menyatakan bahwa penyakit kanker berat,seperti kanker darah,kenker ginjal dan kanker getah bening,biasanya sangat resisten dan tidak mempan terhadap pengobatan chemotherapy maupun radio therapy. Namun sel-sel kanker ganas ini justru sangat rentan (susceptible) dan takluk pada sistem kekebalan tubuh. Diantara cara peningkatan sistem kekebalan tubuh,sebagaimana temuan seorang dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya,adalah melalui doa dan shalat yang benar dan rutin(wirid tahajjud).Sumber majalah UMMI;manajemen doa oleh DR.Setiawan Budi Utomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Kaidah berdoa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menyebutkan bahwa syarat diterimanya doa adalah mengkosumsi makanan halal dan berusaha menjauhi perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam kitab Ihya``Ulumuddin,Imam al-Ghazali menyampaikan sepuluh metode yang efisien dan efektif, yaitu:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memilih waktu yang tepat dan memanfaatkan saat-saat mulia seperti ramadhan,`Arafah,Jum`at dan saat sepertiga akhir di waktu sahur yang merupakan mustajab.&lt;br /&gt;2. Memanfaatkan kondisi yang mustajab(terkabul) seperti kondisi sujud,jihad,turun hujan dan diantara azan dan qamat.&lt;br /&gt;3. Menghadap qiblat,menengadahkan tangan dan mengusap wajah saat selesai.&lt;br /&gt;4. Menyederhanakan suara dan menghindari suara keras.&lt;br /&gt;5. Menyederhanakan bahasa doa dan lebih utama-bila takut salah ucap-menggunakan doa alqur`an dan doa yang diajarkan atau dilakukan oleh Nabi(doa matsurat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.)&lt;br /&gt;6. Penuh khidmat,khusyu` dan emosi jiwa.&lt;br /&gt;7. Bersungguh-sungguh dalam memohon dan berharap yang disertai keyakinan akan dikabulkan doanya.&lt;br /&gt;8. Menekankan permohonannya dan dapat mengulanginya tiga kali tanpa disertai prasangka akan lama dikabulkannya.&lt;br /&gt;9. Memulai doanya dengan dzikir dan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Rasulullah saw.Bismillahhirohmaanirrohiim.Alhamdulillahi robbil`aalamiin.Allahumma sholii wasallim `alaa sayyidinaa muhaddin wa`alaa aalihi washohbihii ajma`iin ( lalu teruskan dengan doa yang dihendaki)&lt;br /&gt;10. Itikad tulus dan niat kuat untuk bertaubat secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dalam ayat-ayat al-Qur`an Banyak dalam ayat-ayat al-Qur`an yang baik untuk dibaca dan dihafalkan dalam doa sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqarah:250,286, Ali`Imran:8,147,191-194Al-`Araf:23Al-Kahfi:10An-Naml:19Al-Furqon:74As-Syu`ara`:83-87Al-Ahqaf:15Al-Hasyr:10At-Tahrim:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan ditambahkan jika ada yang menemukan dalam surah dan ayat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu`alam bish-showab.Yang benar datangnya dari Allah swt dan yang salah dari saya yang dhoif.(Aquulu qaulii hadza wastaghfirullah lii walakum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalammu`alaykum wr.wb.&lt;br /&gt;Yokohama,23 Maret 2006&lt;br /&gt;Oleh : Ummu_azka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-114318445612641959?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/114318445612641959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=114318445612641959&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114318445612641959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114318445612641959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/03/doa-yang-efisien-dan-efektif.html' title='Doa yang Efisien dan Efektif'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-114248639860771696</id><published>2006-03-16T12:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:04:50.350+07:00</updated><title type='text'>Bekal untuk  Perubahan</title><content type='html'>Alhamdulillah, washolatu  wasalamu `ala Rosulilah saw.Semoga pertemuan kita dalam  KAMUS kali ini, di catat sebagai amal kebajikan yang  dapat memperberat timbangan kebajikan untuk masuk ke surgaNya yang memangdi peruntukkan bagi hamba-hambaNya yang sholih dan mau memperbaiki diri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam moment pergantian tahun baru  1427 Hijriah ini selayaknya kita sebagaiumat Islam yang meramaikannya dengan membuat program dan bermuhasabah atas segala amalyang telah kita perbuat selama kita menghirup udara dengan gratis dari Allah Ta`ala.Dan dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak terutama untuk saya pribadi juga saudara-saudara muslimah yang dirahmati Allah untuk memperbaiki diri untuk bekal kita dalam merajut benang-benang kehidupan dengan sisa umur yang tidak kita ketahuikapan ajal itu akan tiba. Tapi selayaknya kita mempersiapkannya dengan melakukan perubahan-perubahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadikan tekad baik tidak pernah berbuah adalah mengandalkan perubahan datang dari luar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan perubahan ini diperlukan usaha denganberamal dan seni mengelola hidup karena tidak semua rencana baik berjalan mulus.Bisa jadi apa-apa yang telah kita rencanakan , terhambat atau tidak berhasil samasekali. Oleh karena itu  kita membutuhkan kekuatan jiwa dalam melakukan perubahan."...Bawalah bekal,karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa"(QS 2:197).    Dengan berbekal takwa, jiwa tak akan pernah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kehidupan yang beraneka ragammasalah, dihadapi dengan shabar tidak berputus asa,qona`ah yang meredam ketidakpuasandan istiqomah yang mengikis dari perbuatan menyimpang.&lt;br /&gt;Bekal yang cukup tidak akan berarti kalau perubahan belum menjadi pilihan. Jadi harus ada kesadaran dan memaksakan diri. Seperti, kalau susah untuk shaum sunnah,butuh paksaan agar bangun sahur dan menahan lapar dan haus juga hal-hal yang dapatmengurangi pahala shaum kita.&lt;br /&gt;Menariknya, paksaan bisa datang dari luar diri, misalnya banjir,gempa bumi atau hal lainyang memaksa kita untuk melakukan perubahan dari kejadian yang dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 fondasi amaliah dalam melakukan perubahan:1.Aspek ibadah" Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu"(QS 51:56)  Dimana kita mulai dari sholat, apakah dalam 5 waktu ada yang tertinggal atau dilakukan hanya  sekedar melunaskan kewajiban tanpa menjaganya untuk melaksanakannya di awal waktu, berjama`ah   dan berusaha khusyu` bahkan menambahnya walau hanya sekedar 2 raka`at sholat sunnah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita tengok ibadah dari tilawah qur`an, masihkah dengan terbata-bata dan cukup dengan   10 menit saja tanpa ada perasaan merugi di kala bersentuhan dengan komputer bisa lebih dari 1 jam.    Begitupun dengan ibadah lainnya yang terkadang kurang di perhatikan karena alasan kesibukan.  Dalam kaitan ibadah ini, berkaitan dengan kebutuhan ruhani yang memang perlu diperhatikan  sebagaimana kita memperhatikan tubuh dengan makan yang bergizi dan kebutuhan akal  dengan membaca dan belajar . 2.Aspek Pekerjaan dan Perolehan Rizki  Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh  kebanyakan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Karena dianggap merupakan urusan duniawi  tidak memberikan pengaruh  pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadist,Rasulullah SAW besabda: &lt;br /&gt;" Dari Ibnu Mas`ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda,`Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat,hingga ia ditanya tentang&lt;br /&gt;5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya kemana dipergunakan,hartanya darimana diperoleh dan kemana dibelanjakannya dan ilmunya sejauh mana pengamalannya?" (HR.Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aspek Kehidupan Sosial  Aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab  dengan sesama manusia. Jangan sampai dalam  berinteraksi, orang lain merasa tidak nyaman.  Entah dengan lidah yang tak menyadari telah melukai perasaan teman ,kadang juga menganggap ringan   perilaku ketidakpedulian,mudah saja  membiarkan tetangga miskin tanpa pernah menjenguknya,  membiarkan PRT memakan lauk ala kadarnya yang berbeda dengan kita,membiarkan orang tua kita memenuhi  kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dan pengertian dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, bagaimana kedepannya kita berusaha melakukan perubahan dengan mengedepankan akhlak  sebagai muslim, yang dengan begitu siapapun dan di manapun akan senang dan nyaman bersama kita. Dari Abu Hurairah ra,bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?` Sahabat menjawab,`Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.`Raasulullah SAW bersabda,`Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala)shalat,zakat,puasa, namun ia juga datang dengan membawa (dosa)menuduh, mencela, memakan harta orang lain,memukul atau mengintimidasi orang lain. Maka orang-orang tersebut  diberikan pahala kebaikan-kebaikan  dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya,diambillah dosa-dosa mereka dan docampakkan pada dirinya, lalu diapun di  campakkan ke dalam api neraka.(HR.Muslim ) Semoga kelak, ketika yaumul hisab kita bukan menjadi orang yang muflis atau bangkrut tapi menjadi muslim yang muflih atau sukses karena kepedulian kita dengan sesama tanpa pamrih. Terakhir mari mengingat firman Allah SWT "..Sesunggunya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...(QS Ar-Ra`du:11 )Akhirul kalam, mohon maaf atas  salah dan khilaf.Aquulu qouli haazda wastaghfirullahal`adzim lii walakum.&lt;br /&gt;Wassalammu`alaykum wr.wb.Yokohama, Februari 2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-114248639860771696?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/114248639860771696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=114248639860771696&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114248639860771696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114248639860771696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/03/bekal-untuk-perubahan.html' title='Bekal untuk  Perubahan'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-114007192041896641</id><published>2006-02-16T13:33:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:08:12.883+07:00</updated><title type='text'>Karakteristik Anak Pra Sekolah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Karakteristik Anak Pra Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh Rina M.Taufik &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak yang terkategori para sekolah adalah anak dengan usia 3-5 tahun, seorang ahli psikologi Elizabeth B. Hurlock mengatakan bahwa kurun usia pra sekolah disebut sebagai masa keemasan (the golden age). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di usia ini anak mengal;ami banyak perubahan baik fisik dan mental, dengan karakteristik sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Berkembangnya konsep diri&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;,2. Munculnya egosentris,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Rasa ingin tahu yg tinggi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Imanjinasi yang tinggi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Belajar menimbang rasa&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. munculnya control internal&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Belajar dari lingkungannya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. berkembangnya cara berpikir&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. berkembangnya kemampuan berbahasa&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. munculnya perilaku ‘buruk’&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. berbohong&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. mencuri&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. bermain curang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. gagap&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. mogok sekolah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. takut monster/hantu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g. yeman imajiner&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;h. lamban &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;i. tempertantrum&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baiklah kita bahas satu persatu sesuai waktu yg tersedia, jika tdk cukup waktu kita sambung pada pertemuan selanjutnya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Berkembangnya konsep diri,secara perlahan pemahamannya tentang kehidupan berkembang . Anak mulai menyadari bahwa dirinya, identitasnya karena kesadarannya itu menunjukkan “akunya” (eksistensi diri) segalanya ingin ia coba, ia merasa dirinya bisa, namun di sisi lain ia memiliki kebutuhan yang besar utk tetap disayang dan didukung oleh orang tuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Munculnya egosentris,Di usia ini anak berpikir bahwa segalan yg ada dan tersedia adalah untuk dirinya, semuanya ada untuk memenuhi kebutuhannya. Kuatnya egosentris ini mempengaruhi perilaku anak dalam bermain, saat bermain anak enggan utk meminjamkan mainanannya pd anak lain jg menolak mengembalikan mainan pinjamannya. Wajarlah jika saat seperti ini terjadi onflik dg temannya. Pada saat mengalami konflik ini anak belum bisa menyelesaikannya secara efektif, ia cenderung menghindar dan menyalahkan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Rasa ingin tahu yg tingiRasa ingin tahunya meliputi berbagai hal termasuk seksual sehingga ia selalu bereksplorasi dalam apapun dan dimanapun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Imanjinasi yang tinggiImajinasi di usia ini sangat mendominasi setiap perilakunya, sehingga anak sulirt membedakan mana khayalan dan mana kenyataan . ia kadang2 suka melebih-lebihkan cerita. Daya imaninasi ini beasanya melahirkan teman imajiner (teman yang tidak pernah ada), teman khayalnya ini mampu mencurahkan segala pengalaman dan perasaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Belajar menimbang rasaDi usia 4 tahun minat terhadap teman2nya mulai berkembang, anak mulai bisa terlibat dalam permainan kelompok bersama teman2nya walaupun kerap terjadi pertengkaran. Hal ini karena ia masih memikirkan dirinya sendiri. Empati anak mulai berkembang, ia mulai merasakan apa yg sedang org lain rasakan. Jika melihat ibunya bersedih ia akan mendekati, memeluk dan membawa sesuatu yg dapat menghibur. Pada masa ini anak mulai belajar konsep mbenar salah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Munculnya control internalKontrol internai muncul di akhir masa usia prasekolah, perasaan malu mulai muncul ia akan merasa malu dan bersalah jika ia melakukan perbuatan yg salah. Dengan demikian tepatnya di usia 5 tahun ia sudah siap terjun ke lingk. Di luar rumah dan sudah sanggup menyesuaikan diri dg standar perilaku yg diharapkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Belajar dari lingkungannyaAnak mulai meniru apa yg sering dilihatnya ia belajar mengidentifikasi dirinya dengan model yg dilihatnya misalnya ia akan berperilaku sama persis seperti apa yg dilihatnya di TV dan ia pun akan bercita-cita sama seperti profesi orang tuanya. Jadi di usia ini lingkunganlah yg sangat berperan dalam membentuk perilakunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. berkembangnya cara berpikirAnak mulai mengembangkan pehamannya ttg hubungan benda antara bagian dan keseluruhan. Pemahaman konsep waktu belum berkembang sempurna anak belum bisa membedakan antara tadi pagi dan kemarin sore.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. berkembangnya kemampuan berbahasaDibanding masa sebelumnya anak lebih bisa diajak berkomunikasi, ia mulai bisa mengungkapkan keinginannya dengan bahasa verbal, namun kadang2 ia ingin bereksperimen dengan mengatakan kata2 yg kotor atau yang mengejutykan orang tuannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. munculnya perilaku ‘buru’a. berbohongBagi anak prasekolah bohong adalah normal, sebab di usia ini anak belum bisa membedakan antara realitas dan dunia fantasinya. Pada dasarnya alas an bohong pada anak bermacam2 ada anak yg berbohong untuk menghindari hukuman, mengelakkan tanggung jawab, melindungi teman, agar dipuji atau untuk melindngi hal2 yg pribadi. Semakin besar anak alas an berbohong berubah mendekati alas an orang dewasa. Konsep benar salah yang baru muncul, nurani yg baru tumbuh dan imajinasi yang tinggi akan membuat bohong mereka tidak masuk akal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. MencuriMengambil barang yg bukan miliknya sama dg bohong, ini normal bagi anak usia prasekolah. Ia belum mengetahui konsep moral yg ada. Kata’mencuri” lebih tepat untuk orang dewasa dan terlalu keras bagi anak. Ada dua alas an mengapa anak ‘mencuri” pertama anak memiliki asumsi bahwa semua benda itu adalah miliknya sampai ada yg memberitahu kalau itu bukan miliknya.Kedua kebutuhan mengidentifikasi dirinya dengan orang lain sangat besar. Kebutuhan tsb mendorong ia utk mengambil barang orang lain, dalam pikirannya mengambil barang milik orang lain sama artinya dg menjadi orang tsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. bermain curangAnak2 prasekolah sering bermain curang. Hal ini mereka lakukan karena mereka tdk tahu aturan main yg benar. Pada usia ini tepatnya 4 th tumbuhkan sikap menghormati perasaan orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. GagapSetiap anak di usia 1-6 th sedang mengembangkan keterampilan bahasanya. Di usia ini anak2 selalu mencari kata2 yg tepat dan mengalami kesulitan menemukannya. Biasanya bicara gagap ini pada saat2 tertentu misalnya ketika ia sedang gembira, marah dan bersemangat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. mogok sekolahDi usia 3 tahun anak2 mulai merasakan takut berpisah dengan orang tuanya. Hal yg normal jika anak usia 4-5 th sesekali anak tidk mau pergi ke sekolah. Sebenarnya ia bukan tdk mau pergi sekolah tapi ia ingin bersama ibu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. takut monster/hantuKesadaran diri yg mulai berkembang dan daya khayal yg mulai berkembang pesat, membuka dunia fantasi dg ketakutan2 dan fantasi sendiri. Mulai usia 3 tahun anak mulai mampu menciptakan gambaran2 yg menakutkan. Seekor cecak akan tergambar seperti buaya dalam pikiran mereka begirupun dg kucing akan terdengar seperti harimau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g. Teman imajinerTeman imajiner adalah hal yg wajar dg adanya teman imajiner anak akan belajar mengekspresikan segala apa yg dirasakannya, anak akan belajar mengembangkan keterampilan bahasanya juga ia alan berlatih memainkan perannya sebagai seorang teman dalam pergaulan yg sesungguhnya, namun jangan biarkanb ia menjadikan teman imajinernya sebagai kambing hitan atas segala kesalahan yg diperbuatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;h. lamban Anak usia prasekolah seringkali sukar untuk bertindak cepat, tanpa merasa bersalah ia tak acuh dengan kekesalan orang tuanya yg terburu2. Hal ini adalah perilaku yg wajar, anak bukanlah sesuatu yg obyektif. Ia menganggap waktu dapat disesuaikan dg perassannya. Seperti halnya orang dewasa ketika sedang antri akan terasa waktu lama sekali tetapi ketika sedang asyik waktu akan terasa begitu cepat padahal durasinya 2 jam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;i. TempertantrumTempertantrum adalah mengamuk tanpa alasan yg jelas kadang2 dikeramaian. Hal ini disebabkan anak usia 2-3 tahun memiliki rasa ingin tahu yg tinggi dan segala ingin melakukan pekerjaan sendiri, namun saying kadang2 keinginan itu lebih besar dari kemampuannya akibatnya anak putus asa dan mengamuk, ia ‘frustasi’ dengan kenyataan bahwa ia masih kecil. Ia belum bisa mengekspresikan rasa marahnya melalui kata2. Untuk menghadapi anak yg sedang mengamuk beri ia penguatan pada perilaku yg benar dan beri hukuman atau jangan diacuhkan pada perilaku yg tdk benar&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-114007192041896641?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/114007192041896641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=114007192041896641&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114007192041896641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/114007192041896641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/02/karakteristik-anak-pra-sekolah.html' title='Karakteristik Anak Pra Sekolah'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113989095549165426</id><published>2006-02-14T11:21:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:09:52.006+07:00</updated><title type='text'>Istri Sebagai Kekasih</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Pemateri : Pak Adi J Mustafa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jazakum Allahu khairan untuk akhwat filLaahi yang tekun menngikuti Kamus iniassalaamu'alaikum wa rahmat Allahi wa barakatuhualhamdulillah, ash shalaatu was salaamu 'alaa habibinaa wa qudwatinaa Muhammad ...Semoga jalasah ini menjadi sarana kita membina kepribadian kita, mendekatkan diri kepada Allah swtsiang ini saya akan teruskan kwartet kajian posisi Istri dalam kehidupan rumah tanggayang lalu kajian kita "Istri sbg Pembelajar",&lt;br /&gt;silakan akhwat sekalian intip kajiannya di blog kamus http://kajian-muslimah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allahtelah memelihara mereka” (al Quran, surat an Nisa:34)&lt;br /&gt;Wanita shalihah adalah sebaik-baiknya perhiasan bagi seorang suami dalam kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;Setelah ketaqwaan, tidak ada kebaikan yang lebih besar yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba mukmin, kecuali istri yang shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka jika dipandang menarik hati. Senantiasa menjaga kehormatan dirinya dan suaminya.&lt;br /&gt;Tutur katanya lembut menawan penuh ketaatan karena Allah semata. Penuh kesabaran menghadapi ujian kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pelipur lara dikala duka. Kawan menyenangkan dalam keceriaan. Ketajaman jiwanya dapat merasakan kapan suami mereka berbahagia dan kapan dalam keadaan gundah gulana. Menjadi penyemangat selalu dalam menjunjung kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah seorang suami yang mendapatkan istri shalihah. Ia adalah kekasih sejati. Akan sempurna kebahagiaan ini jika perannya sebagai suami, semakin mengokohkan peran istri sebagai kekasih sejatiSiapakah istri yang menjadi kekasih sejati?&lt;br /&gt;Kekasih sejati itu ada pada ketaatannya kepada Allah dan sikapnya memelihara cinta kepada suami baik ketika berdekatan ataupun ketika berjauhan. Ini adalah cinta murni yang tak berkurang karena ruang memisahkan dan tak surut seiring berjalannya waktu.Cinta sejati hanya tumbuh jika disemai di atas ladang subur kecintaan kepada Allah ar Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang tumbuh di atas iman. Dua orang yang saling mencinta karena Allah semata akan mendapatkan kelezatan iman. Pastilah ketentuan ini berlaku bagi pasangan suami-istri.(ada hadits yang menyatakan kelezatan iman akan diperoleh dengan 3 kondisi/syarat ... salah satunya mencintai saudaranya dengan landasan cinta kepada Allah saja)&lt;br /&gt;Seorang suami memiliki peran penting dalam membantu menumbuhkan peran istri sebagai kekasih. Ia pun mesti menjadi kekasih sejati. Senantiasa memelihara hatinya untuk mencinta karena Allah semata.&lt;br /&gt;Secara kejiwaan, ia mesti memelihara sikap lembut dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum adalah shadaqah, maka istrinya menjadi orang yang paling berhak memperoleh senyum termanis yang ia miliki.Membantu orang lain adalah perbuatan mulia, maka istri adalah orang yang paling patut mendapatkan uluran tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan orang lain adalah sikap komunikatif terpuji, maka mendengarkan cerita suka dan gundah istri adalah realisasi kebaikan terindah dalam akhlak muslim. Sebaik-baik muslim adalah yang paling baik perilakunya kepada istri mereka.&lt;br /&gt;(kalimat terakhir didasarkan pada hadits, "khairukum, khairukum linisaa-ikum"Berpenampilan menarik adalah bagian dari shadaqah seorang muslim buat saudaranya yang lain, maka berpenampilan menarik dihadapan istri adalah bagian dari shadaqah yang diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telitilah, pakaian seperti apa dan warna apa yang paling disukainya. Sebaliknya sampaikanlah penampilan mana yang paling disukai padanya.&lt;br /&gt;Memberikan fasilitas baginya untuk merawat tubuhnya adalah bagian dari nafkah yang patut diberikan suami.(seperti kajian lalu, beberapa bagian kajian memang buat para suami ... silakan akhwat filLaahi jadikan sbg bahan dialog di rumah ... atau buat dijadikan refrensi mendapatkan calon suami yang shalih)&lt;br /&gt;Ketajaman sensitifitas membaca suasana jiwa amat diperlukan dalam interaksi suami-istri.&lt;br /&gt;Begitu kenalnya Rasul saw akan suasana jiwa istrinya, Aisyah, hingga beliau mengetahui kapan istrinya ini senang dan kapan marah, hanya dengan pilihan kata yang disebut sang istri.&lt;br /&gt;“Jika kau senang kau pasti berkata ‘tidak demi Rabb Muhammad’, tapi jika kau marah kau berkata ‘tidak demi Rabbnya Ibrahim’ Aisyah hanya tersenyum dan menjawab,”Benar ya Rasulullah, aku hanya ingin menghindari menyebut namamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kau senang kau pasti berkata ‘tidak demi Rabb Muhammad’, tapi jika kau marah kau berkata ‘tidak demi Rabbnya Ibrahim’ Aisyah hanya tersenyum dan menjawab,”Benar ya Rasulullah, aku hanya ingin menghindari menyebut namamu.&lt;br /&gt;”Dalam bertutur kata, panggilah istri dengan panggilan sayang yang disukainya.&lt;br /&gt;Nyatakanlah cinta kepadanya di banyak kesempatan secara tulus dan jujur. Ini bagian dari sunnah dari Nabi saw.&lt;br /&gt;Diantara cara mengungkapkan cinta tanpa ucapan ‘aku cinta kamu’ adalah dengan pujian yang tulus.Rangkaian kalimat di bawah ini adalah contoh ungkapan verbal dalam memberitahu pasangan hidup kita akan kebaikannya. Beri tahukan keindahan yang patut disyukuri yang ada padanya. Ini akan meningkatkan rasa cinta kasih diantara suami-istri.&lt;br /&gt;“Istriku tahukah, makin hari aku makin menemukan butir-butir mutiara kebaikan padamu. Ternyata kamu seorang yang lembut. Kamu mengerti kapan dan bagaimana cara mengingatkan aku saat semangat ini melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caramu mendengarkan luapan rasa senangku, sungguh membuat diriku berarti.""Aku tahu kamu begitu lelah memikul tugas di rumah dan di luar rumah. Namun kamu mengisahkan langkah-langkahmu menjalani segenap amanah da’wah ini dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;Istriku, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang melimpah.”tentu ada seribu satu cara mengungkapkan rasa kasih dan sayangbagi para muslimah, surprise kecil di rumah bisa menjadi wasilah perekat cintabelilah bunga melati, hiaslah kamar denganya ... insya Allah suami akan merasakan pesan-pesan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat filLaahi ... demikianlah pengantar kajian kita. Semoga pada sesi diskusi kita bisa perkaya materi ini.wa Allahu a'lamu bish shawwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa pertanyaan dari peserta kajian :&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 1:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;----------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;bagaimana menyikapi diri dg rutinitas kita sbg ibu rumah tangga, namun disaat yg sama kita harus bersikap lembut pd suami, terkadang sukar menahan amarah?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirohmanirohim&lt;br /&gt;memang segala yang nampak pada lahiriah kita adalah cerminan kestabilan atau ketentraman jiwa kita&lt;br /&gt;kententraman jiwa lah yang akan membuat seorang istri dg tenang bisa memikul beban tugasnya&lt;br /&gt;dalam term islam itu disebut "sabar"&lt;br /&gt;sabar artinya: qudrotun 'alaa tahamul&lt;br /&gt;kemampuan dalam memikul beban.. dalam hal bersikap lembut thd suami,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tipsnya:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. jaga suasana dzikr, sebab dg dzikr kpd Allah hati akan tentram&lt;br /&gt;2. atur waktu dengan baik, jangan kepepet2 dalam mengerjakan tugas2 di rumah dan luar rumahadijm2001&lt;br /&gt;3. jaga kondisi fisik yang sehat dan fit, bisa dg rutin olah raga atau senam&lt;br /&gt;insya Allah akhwat filLaahi lebih siap mengatur jiwa dan hati dengan tubuh yang sehat dan fit&lt;br /&gt;4. kalau memang cape banget, sampaikan pada suami bgm kondisi ukhti pada hari itu. mudah2an suami pun mengerti dan enggak ada mis-understanding dalam komunikasi di masa2 cape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 2:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;----------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Assalamu`alaikum wr wb.Teringat ucapan Siti khodijah. yaitu belejar agar nabi Muhammad tetap Menyukai beliau. nah itu belajarnya gimana yah ustadz adi. sedangkan kita maseh jauh dari sifat Siti Khodijah. jazakhalloh sebelum dan sesudahnya ustadz?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;saya malah belum pernah baca khusus ttg kiat belajar Khadijah ra itu.&lt;br /&gt;mungkin yang dimaksud adalah bagaimana Khadijah mengenal betul pribadi Muhammad semasa pemuda itu&lt;br /&gt;pintar juga Khadijah ra ini (kalau enggak pintar mana mungkin jadi saudagar sukses)beliau mengangkat Muhammad menjadi wakil yang mengurus perniagaannya.&lt;br /&gt;itu dijadikan sarana beliau mengenal pribadi Muhammad, tentu dengan meminta beberapa asistennya mengamati Muhammad.jadi pelajarannya: mengenal bagaimana sifat2 pria shalih yang hendak dipilih menjadi suami.&lt;br /&gt;kedua, Khadijah memang telah matang secara psikologis&lt;br /&gt;tentu akhwat sekalian ingat, bgm beliau menenangkan suaminya, Muhammad RasulilLaahi, tatkala bingung setelah mendapatkan wahyu awal&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi pelajaran kedua: matangkan kondisi jiwaa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ketiga: Khadijah itu sangat hanif, mendukung Islam dan mengorbankan harta dan waktunya untuk membela suaminya,dalam mendakwahkan risalah Islam&lt;br /&gt;pelajarannya: jadilah istri yang mendukung suami all-out ketika suami mengusung misi kebenaran (kejujuran dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 3:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-----------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ustadz bagaimana caranya menyampaikan kekesalan kita pada suami, misalkan ada yg ga cocok menurut kita, bolehkan kita mendiamkannya untuk beberapa saat(ga bicara )untuk bermaksud menjaga lisan agar ga keluar kata2 yg tidak diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawbanan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;hmm ... kalau mendiamkan tanpa ada "pendahuluan" komunikasi, bisa jadi salah sangka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gini ya, saya suka dengan cara orang barat komunikasi di rumah (dalam masalah ini ya)&lt;br /&gt;kalau pas suasana hati lagi keruh kita bisa bilang "hari ini hati sedang tidak terlalu nyaman. mas enggak keberatan kan kalau saya minta dibiarkan sendirian ..."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"please, let me alone, I need to contemplate a little bit" paling tidak dengan begini suami negrti ... dikit lah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cuma kondisi "ngambek" ini jangan membuat muslimah melupakan kewajiban yang biasa dilakukan,katakanlah untuk memasak seperti biasa. trus juga jangan kelamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 4:&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ikhwan yang sudah ngaji itu apa sudah bisa dikategorikan pria shalih tad ?karena gak semua ikhwan ngaji menurut saya mempunyai sifat yang bisa dikatakan seorang ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;seorang itu mengaji (maksudnya punya forum rutin mengaji), itu menjadi salah satu parameter kebaikanyang berikutnya tentu bgm hasil mengaji itu, jadi parameter keshalihan itu tetap pada nilai-nilai Islam yang dikenal dengan baik.taat kpd Allah, suka menolong, sabar, ramah dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 5:&lt;br /&gt;---------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya mau nanya: tadi Ustdz bilang bhw kita hrs all out mendukung semua aktivitas suami, slma dalam koridor kebaikan. Namun seringkali akibat dari suami yg supersibuk, komunikasi jadi kurang sekali. bagaimana mengatasi hal ini?&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pertama, sebagai seorang istri mudah2an Allah swt memberikan kesiapan kepada akhwat sekalian untuk bersabar punya suami yang sibuk di jalanNya&lt;br /&gt;(saya menulis artikel "Perempuan-perempuan Teguh" di Oase Iman Eramuslim, silakan menyimak jika ada waktu)&lt;br /&gt;sebab ketika suami kita seorang yang aktif dalam kebaikan, insya Allah para istri akan memperoleh pahala yang besar juga, jika mendukung suami&lt;br /&gt;bagaimana kalau kesibukan suami membuat komunikasi mengering&lt;br /&gt;di sini barangkali seorang istri dituntut untuk kreatif memanfaatkan waktu yang sempit utk menciptakan suasana kondusif dalam berkomunikasi, ada waktu2 yang bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;saat makan bersama, saat menjelang tidur ... atau suasana di kamar secara umum&lt;br /&gt;apakah pernah mendengar kisah seorang shahabiyyah yang ketika suaminya bertempur di medan perang, mendapatkan anaknya wafat&lt;br /&gt;ketika suaminya pulang shahabiyyah ini tak menceritakan kejadian wafat putra mereka&lt;br /&gt;malahan sang istri berhias dengan baik dan malam itu memadu kasih dengan suaminya dengan indah.baru setelah itu sang istri menceriatakan perihal wafat itu, sang suami marah, lalu melaporkan kejadian ini kepada Nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apa reaksi Nabi, beliau memuji perbuatan shahabiyyah itu dan mendoakan semoga dari hubungan mereka semalam akan lahir keturunan yang shalih, dan doa Nabi ini tentu saja makbul&lt;br /&gt;ada yang ingat nama shahabiyyah dan sahabat serta keturunan mereka berdua ini?jadi gitu ukhti ... mudah2an perenungan2 dari teladan wanita2 shalihah membuat akhwat sekalian lebih matang membantu suami yang sibuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan Ke 6:&lt;br /&gt;-----------------------&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gini ustadz.. untuk menjalani peran sebagai istri sbg kekasih.. tentulah kita perlu ada rasa "kecenderungan" ke suami apakah itu sayang atau cinta atau apalah.. Gini ustadz..buat yg blum menikah, kalau akhwat itu ditawari seorang ikhwan, dari seorang yg terpercaya (mr misalnya)..trus sama sekali tidak ada kecenderungan itu.. tapi sementara orang lain?takutnya kalau diawali tidak ada kecenderungan.. menjalani peran istri sbg kekasih itu agak sulit..mungkin kalau fisik dsj itu masih nomor sekian ustadz.. tapi kalau sifat gimana tuh ustadz.. susah sekali misalnya kalau dapat suami yang pendiam.. bisa mati kutu gitu ustadz.. sementara org2 bilagn dia sholeh dst dst...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(kalau nama sahabatnya Abu Thalhah, saya ingat, nama shahabiyyah nya bukan ummu sulaim, sebab ummu sulaim tidak menikah dengan Abu Thalhah tapi dengan Abu Salamah dan lalu dengan RasulilLaahi Muhammad, setelah Abu Salamah gugur dalam perang)jadi masalah fisik, ketampanan dll itu sah menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan,sama juga seorang lelaki perlu mendapatkan "sinyal" rasa suka kepada calon istrinya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ini ada atsar-nya ... ketika seorang sahabat menyatakan ingin menikah dengan seseorang, Nabi saw bertanya, sudahkah dia melihat calonnya,ketika dia menjawab belum, Nabi menyuruhnya melihat dulu,so, baik. jadi masalah fisik itu boleh menjadi pertimbangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang mesti diperhatikan adalah konsideran fisik ini tidak ditempatkan di atas parameter agama dan akhlak&lt;br /&gt;kecocokan sifat dll itu bisa dikomunikasikan.hanya mungkin saran saya, mudah2an akhwat sekalian tidak "terjebak" dengan sifat2 sekunder ... hingga melupakan hal-hal yang primer&lt;/p&gt;&lt;p&gt;enggak bisa dapet yang pendiam ... mungkin calon suami kelak bisa agak "rame" dikit&lt;br /&gt;ada satu rumus Qurani dalam hal interaksi ini "bisa jadi kalian tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian suka dengan sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kalian"tapi sekali lagi, di masa-masa perkenalan (ta'aruf) masalah sifat masing2 dll, bisa dikomunikasikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ini ada sedikit tambahan&lt;br /&gt;salah satu rasa indah yang bisa dirasakah hati adalah ketika hati bisa bertawakkal kepada Allah swt&lt;br /&gt;tawakkal sendiri artinya menyerahkan urusan kepadaNya sepenuh hati, setelah didahului dengan ikhtiar kita.&lt;br /&gt;jadi kalau kita sudah berihtiar dalam berkenalan, saling mengkomunikasikan sifat dan cita-cita ... setelah itu serahkanlah urusan kepadaNya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan ke 7:&lt;br /&gt;-----------------------&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ustadz, bgmn membedakan perasaan menyegerakan dan tergesa-gesa untuk menikah? [out of topic ga?]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(terima kasih atas tambahan ayat Quran: setelah berazam, mka bertawakkalah ... 'azzam ini dibangun dengan pengetahuan dan wawasan yang mantap, hingga melahirkan tekad dan lalu 'azzam))&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyegerakan itu adalah setelah semua persyaratan kesiapan menikah ada, maka segera melangkah&lt;br /&gt;tergesa-gesa itu, kalau persayaratan masih belang bentong, tapi udah pengen buru-buru ... (buru2 = tergesa2 ya?) jadi ukurannya pada penyiapan diri agar siap untuk menikah. singkatnya: siap ilmu, siap jiwa, siap fisik, dan (khusunya buat pria) siap finansial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan Ke 8:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;------------------------&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;btw, mengenai pasangan yang "menyusahkan", ada seorng ustazah di acara televisi di tanah air yang dalam setiap curhat pemirsanya yang curhat suaminya begini-begitu, selalu meminta untuk bersabar saja, menerima saja karena balasannya di surga nanti. Menurut ustadz bagaimana ya kalau seorang istri mendapatkan pasangan yang menyusahkan, haruskah seperti itu? sabar untuk nanti mendapat surga? bukankah boleh seorang istri mengambil langkah &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;kita sepakat sabar itu adalah salah satu sifat Islami yang mulia,balasan sabar itu tiasa batas; Allah cinta orang yang sabar dll,tapi nih. sabar itu tidak sama dengan pasrah, ini salah kaprah bahasa Ind,tadi saya sampaikan ash-shabru: qudratun 'alaa at-tahaamul. kemampuan memikul beban&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahkan sebagian ulama menyebutkan: ash shabru mazhaahiru al-quwwah,sabar itu adalah perwujudan dari kekuatan,karenanya sabar itu proaktif.untuk kasus suami menyusahkan istrinya, tentu mesti dikupas "menyusahkan"nya itu bgm?kalau sampai melanggar kewajiban suami thd istri (akan menelantarkan hak istri), atau bahkan sampai menyakiti fisik istri ... tentu ada aturan islam yang mengatur, dalam hal ini membela sang istri. jadi mungkin kita mesti teropong maksud "menyusahkan" di sini ya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113989095549165426?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113989095549165426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113989095549165426&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113989095549165426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113989095549165426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/02/istri-sebagai-kekasih.html' title='Istri Sebagai Kekasih'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113946973742648963</id><published>2006-02-09T14:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:28:50.453+07:00</updated><title type='text'>Kerjasama Pria &amp; Wanita Dalam Koridor Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillahiladi arsala rosulahu bil huda wa dinilhaq, liyudhorohu aladinni qulli wakaffa billahi shahida, Ashadu ala ilahailallah waashadu’anna muhammadarrosululloh&lt;br /&gt;Segala puji bagi Rabb sekalian alam yang Maha Menguasai ,atas rahmatNya kita semua dimudahkan untuk hadir di majlis cyber ini ,InsyaAllah dalam rangka tolabul ilmi. Semoga pertemuan kita kali ini semakin menambah taqorrub kita kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama pria dan wanita adalah suatu hal yang mutlak terjadi dalam seluruh aspek muamalah&lt;br /&gt;karena itulah salah satu fungsinya, kenapa Allah menciptakan dua makhluk tersebut.&lt;br /&gt;Kerjama sama pria dan wanita semata untuk saling menjamin tercapainya ketakwaan dan pengabdian padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat dalam Q.S. At-Taubah : 71&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yg ma'ruf dan mencegah dari yang munkar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari salah satu ayat ini menjadikan landasan bahwa kerjasama tersebut ada dan diperbolehkan&lt;br /&gt;Meskipun demikian, bukan berarti pria dan wanita dapat berhubungan sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Islam mengatur SANGAT teliti ttg kerjasama ini karena bila dari aturan-aturan tersebut diabaikan, akan mengakibatkan hal yang buruk terjadi fitnah tersebar dimana-mana,keburukan akan menumpak pribadi, keluarga ataupun masyarakat...akibat kerjasama pria dan wanita yg tdk mengindahkan aturan kaidah agama Mari kita kaji satu persatu ttg kaidah-kaidah tsb &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Menahan pandangan dari kedua belah pihak, baik pria ataupun wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak boleh memandang dengan syahwat,tidak boleh melihat aurat,tidak berlama-lama memandang tanpa ada suatu keperluan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah berfirman; Q.S. An-Nuur : 31&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu elbih suci bagi mereka&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pihak wanita harus memakai pakaian yang sopan sesuai syariat &lt;/span&gt;yang menutup seluruh tubuh kecuali yang diperbolehkan dilihat. Jangan tipis dan ketat. Allah berfirman Q.S. An-Nuur : 31&lt;br /&gt;"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah berfirman alasan kenapa mesti berhijab&lt;br /&gt;Q.S. Al-Ahzab:59.&lt;br /&gt;"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal karena itu mereka tidak diganggu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berhijab, maka seorang wanita akan lebih dihormati dan dapat mengeliminir keinginan jahat atau gangguan pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. mematuhi adab-adab wanita muslimah dalam segala hal terutama saat berinteraksi dgn pria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;adab2nya seperti :&lt;br /&gt;a. Hindari berkata yang mendayu-dayu, merayu dan membangkitkan ransangan&lt;br /&gt;Q.S. Al-Ahzab : 32&lt;br /&gt;".Maka janganlah kamu tunduk (terlalu lembut) dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik."&lt;br /&gt;b. dalam berjalan, janganlah memancing pandangan orang.&lt;br /&gt;Firman Allah Q.S. An-Nuur:31&lt;br /&gt;"...dan jangalan mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan..."&lt;br /&gt;c. Dalam gerak, bertingkahlakulah yang tidak emnarik perhatian karena dapat membuat org lain jatuh kpd kemaksiatan&lt;br /&gt;"Hadits Rasulullah SAW : "Yaitu wanita-wanita yang menyimpang dari ketaatan dan menjadikan hati laki-laki cenderung kepada kerusakan (kemaksiatan) (HR. Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;selanjutnya kaidah yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.tidak boleh berdua-duaan tanpa diserta muhrim (pria dan wanita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak hadits yang melarang hal tersebut seraya mengatakan yang ketiga adalah syetan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Janganlah kamu masuk ke tempat wanita,&lt;br /&gt;Mereka (sahabat) bertanya"Bagaimana dengan ipar wanita?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab. Ipar wanita lebih membahayakan." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Islam melarang wanita untuk keluar rumah kecuali seizin suaminya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena suami memiliki hak atas istrinya, maka tidak dibenarkan seorang istri keluar rumah tanpa seizinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. hendaknya kumunitas wanita terpisah dari komunitas pria &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Pertemuan pria dan wanita hanya sebatas untuk suatu keperluan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tidak berlebihan yang dapat mengeluarkan wanita dari naluri kewanitaannya (malu) menimbulkan fitnah, melalaikan kewajiban dalam rumah tangga dan mendidik anak-anak. Inilah hukum-hukum Islam ttg kerjasama pria dan wanita.Sehingga bila kaidah ini dilaksanakan terus menerus, interaksi yang terjadi tidak akan mengarah pada hubungan yang bersifat seksual hubungan tersebut tetap pada koridor kerjasama semata dalam mencapai kebaikan. ummu_fatih: kaidah ini berlaku buat yang masih single..ataupun yang sudah double, banyak kita jumpai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan Terima Kasih&lt;br /&gt;Wassalamu`alaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa pertanyaan dari peserta  kajian :&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ke 1:&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;apa bedanya dibonceng sama temen (laki2) dan tukang ojeg??&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;lihat kondisinya apa sudah sedemikian daruratkah?&lt;br /&gt;dgn berjalan kaki...atau nabung dan ujian SIM motor misalnya&lt;br /&gt;maksudnya...bila memang kondisi itu sudah sedemikian darurat..mau jalan jauh, keamanan juga tidak terjaga&lt;br /&gt;tidak ada kendaraan lain...tentunya itu kondisi yg sudah darurat&lt;br /&gt;tapi selanjutnya kita mengusahakan agar untuk kedepan ada jalan keluar agar tidak berboncengan ama ojek&lt;br /&gt;ttg ojek ..pernah di bahas ustadz di eramuslim yah dgn lugas sekali...&lt;br /&gt;yang mengukur darurat itu pribadi sendiri yah...namun tetep mengusakan untuk mencari jln keluar biar engga terus2an boncengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertannyaan ke 2.&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana bila dengan  bila dengan sepupu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;tentangg muhrim itu siapa saja ada pada Q.S&gt; An-nuur 23&lt;br /&gt;sepupu itu gak ada yg muhrim,baik dari ayah atau ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 3:&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;bagaimana jika wanita tsb memang sudah diciptakan utk menarik perhatian yaitu karena berwajah cantik? apa perlu pakai cadar? dan adik/kakak ipar = bukan muhrim?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;jadi bila berinteraksi..sama dgn pria non muhrim biasanya..kita menjaga dgn hijab&lt;br /&gt;iyah adik/kakak ipar juga NONMUHRIM&lt;br /&gt;ada diulasan di atas ttg hadits Rasul yg mengatakan ttg ipar&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :"Janganlah kamu masuk ke tempat wanita, ummu_fatih: Mereka (sahabat) bertanya ummu_fatih: "Bagaimana dengan ipar wanita?" ummu_fatih: Beliau menjawab. Ipar wanita lebih membahayakan." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;memang secara kodrati, naluri..wanita diciptakan dengan segala keindahannya&lt;br /&gt;baik secara fisik atau pun perasaan,untuk itulah Allah menjadikan wanita sebagai salah satu ujian baik bagi wanita itu sendiri, agar bagaimana dia bersyukur dan melakukan kaidah Allah.dan ujian bagi kaum pria agar tidak tergoda. Cara menjaganya..bisa dilihat adab2 di ulasan diatas...pakaian, cara bicara, berkata, dll&lt;br /&gt;ttg cadar...ini diperlukan ulasan lebih dalam..karena ada beberapa pendapat yang berkenaan dgn ini&lt;br /&gt;Jumhur ulama...mengatakan muka dan telapak tangan boleh terlihat.&lt;br /&gt;sedikit tambahan...kisah interaksi sahababiyah dgn para sahabat pria di jaman rasulullah SAW adalah&lt;br /&gt;Di masa Rasulullah SAW, para wanita diperlukan peran sertanya di dalam peperangan. Karena peperangan memang sesuatu yang masuk dalam kategori darurat. Para wanita ditempatkandi bagian logistik dan juga perawatan korban perang. Para wanita shahabiyah berjibaku dengan para laki-laki dalam perang, terutama untuk mengobati orang-orang yang luka. Mereka merawat,&lt;br /&gt;Dalam upaya mereka, pastilah terjadi sentuhan kulit, namun hal ini menjadi boleh untuk sementara waktu, karena sifatnya yang darurat. Bahkan diriwayatkan bahwa karena alasan darurat, Rasulullah SAW mengizinkan seorang laki-laki untuk melakukan hijamah (bekam) atas seorang pasien wanita. Di dalam kitab Fathul Qadir jilid 8 halaman 98 disebutkan seorang shahabat Nabi, Abd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tambahan Jawaban Dari Peserta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(Ibnu Taimiyah memberikan dua hukum tenatng cadar ini, pertama sunnah dan kedua wajib. Dua2nya punya dalil yg kuat tergantung qt mau mengambilnya yg mana)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 4:&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana Tentang jabat tangan yah?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seorang muslim tidak diperbolehkan menjabat tangan atau mencium selain istrinya dan mahramnya, bahkan hal tersebut termasuk sesuatu yang diharamkan dan sebab-sebab terjadinya fitnah serta timbulnya perzinaan dan telah diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ?laihi&lt;br /&gt;diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ?laihi wa sallam bersabda. ?rtinya : Sesungguhnya saya tidak menjabat tangan wanita·br /&gt;&lt;br /&gt;boleh bila berjabat tangan..karena sesama wanita, namun tidak untuk memperlihatkan aurat&lt;br /&gt;kalau jabat tangan dgn saudara yg muhrim gpp.&lt;br /&gt;iyah...tidak boleh buka jilbab dgn wanita non muslim&lt;br /&gt;lihat di Q.S. An-Nuur : 31&lt;br /&gt;disitu dikatakan bahwa...menjaga pandangan dan mengulurkan jilbab hingga menutupi dada kepada...salah satunya perempuan (sesama islam) mereka....&lt;br /&gt;karena kita dimata wanita non muslim pun harus memperlihatkan martabat seorang muslimah yg terjaga...&lt;br /&gt;Jadi kalau sekamar dg non muslim...bisa dipertimbangkan ke depannya untuk ganti dgn teman muslimah..yg insyaAllah akan lebih menenangkan dalam beribadah terutama.&lt;br /&gt;Pada masa rasulullah SAW....saat itu rasulullah membai'at atau mengambil sumpah setia para sahabat yang baru masuk islam&lt;br /&gt;beberapa diantaranya adalah wanita, meskipun jarak usianya jauh...&lt;br /&gt;Rasulullah SAW yang tidak menjabat tangan perempuan ketika melakukan bai`at dengan para wanita. Padahal biasanya bai'at itu ditandai dengan jawab tangan.&lt;br /&gt;Dari Ma`qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik,daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR Thabrani dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 5:&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana klo misalkan sekamar dgn non muslim giman atuh untuk masalah peralatan makan ummu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bila dipastikan kawan non muslim kita itu tidak makan makanan haram..yah gpp..asala kita bisa menjamin hal itu&lt;br /&gt;tapi bila..misalnya seperti di jepang sini yah...sekamar ama org jepang tapi kan setiap kali makan pasti ada unsur haramnya..entah itu babi atau arak..maka harus dipisahkan peralatan yg berhubungan dgn itu.&lt;br /&gt;sebetulnya secara kaidah fiqh&lt;br /&gt;bila najis itu sudah hilang...dgn sabun misalnya..maka ia akan suci kembali dan bisa kita pakai&lt;br /&gt;hanya hendaknya kita bersikap hati-hati agar tidak ada hal-hal yang tanpa kita ketahui memasuki tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 6:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;misalnya kita makan di hotel dst dst.. atau di luar negeri.. kan sptnya semua piring pernah tersentuh daging babi .. gmn ya ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;kan piring2 itu sudah di cuci, jadi najis itu telah hilang&lt;br /&gt;bisa kita baca di buku Halal Haran Dr. Yusuf Qordhawi&lt;br /&gt;kaidah fiqh..bahwa Allah tidak akan mengambil pertanggungjawaban atas apa-apa yg tidak kita ketahui&lt;br /&gt;ini artinya Allah ...Islam mengingkan suatu kemudahan&lt;br /&gt;Jadi buat di hotel...insyaAllah pasti barang2 itu sdh dicuci..yg perlu dikhawatirkan adalah sajian makanannya..apakah mengandung zat haram atau tidak...&lt;br /&gt;Bila kita tidak tahu makanan itu ada zat haram...benar2 engga tahu..insyaAllah Allah Maha Tahu..tdk apa-apa&lt;br /&gt;namun sbg org muslim..kita harus berhati dalam2 bertindak..termasuk untuk masalah makanan yah...&lt;br /&gt;karena sedikit banyak barang haram masuk ke dalam tubuh kita..akan sangat berpengaruh baik dalam keimanan, akhlak, bahkan ibadah bisa 40 hari tidak diterima (afwan lupa haditsnya)&lt;br /&gt;Jadi bila kita dihidangkan ama non muslim..pastikan dulu hidangan itu tidak mengandung barang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebenaran hanya datang dari Allah SWT...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113946973742648963?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113946973742648963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113946973742648963&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113946973742648963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113946973742648963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/02/kerjasama-pria-wanita-dalam-koridor.html' title='Kerjasama Pria &amp; Wanita Dalam Koridor Syariat Islam'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113921024505546287</id><published>2006-02-06T14:05:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T11:22:12.040+07:00</updated><title type='text'>Istri sebagai Pembelajar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Innalhamdalillah Nahmaduhu wanasta`inuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahiminsyuruuri Anfusina waminsyayyiaati `amalina Manyyahdillah falaamudillalah wamanyudlilfalahadiyalahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi ALlah yang masih memberikan kita nikmat iman dan islam serta nikmat umur sehingga hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk tttp berakstivitas dan berbuat sesuatu untuk bekal kita di akhirat nanti.Insya Allah.&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pemateri kita kali ini Ustadz Adi Junjunan Mustafa dr Jepang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu'alaikum wa rahmat Allah wa barakatuh.&lt;br /&gt;alhamdulillah, wash shalaatu wassalaamu alaa Rasulillah wa ba'du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian kita bertema "Istri sbg Pembelajar"&lt;br /&gt;4 rangkaian kajian ttg posisi istri ini&lt;br /&gt;3 yang lainnya adalah: sebagai  Kekasih, sebagai Mitra dan sebagai Pendidik. Tema2 ini saya buat sebagai bahan renungan para suami sebetulnya, tapi di dalamnya insya Allah ada bahan bermanfaat buat para muslimah,setidaknya jadi bahan dialog dengan para suami atau bagi yang belum menikah, jadi bahan perenungan buat memilih calon suami kelak.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;" Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Maha Melihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;(al Quran, surat Al Ahzab:34)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yang diajak berdialog pada ayat di atas adalah para istri Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Akan tetapi pelajarannya bisa dipetik oleh para perempuan muslimah, sebab pelajaran (‘ibroh) sebuah ayat itu tidak hanya terbatas pada sebab turunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali, Nabi saw sebagai suami yang menjadi pembimbing atau murabbi para istrinya, tidak disebutkan secara eksplisit pada ayat ini (kalimat ayat ini berbentuk pasif, ketika menyebut "yang dibacakan di rumahmu").&lt;br /&gt;Seolah dimaksudkan dengan cara pengungkapan ini, bahwa para istri Nabi menjalani proses pembelajaran aktif terhadap dua sumber utama ilmu dan hikmah, yaitu al Qur’an dan as Sunnah.&lt;br /&gt;Tersirat juga dari ayat ini, bahwa peran suami dalam proses ini adalah membangkitkan kekuatan self-learning para istri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyebutan dua sifat Allah swt yang senantiasa Mahalembut (lathiifan) dan Maha Melihat (khabiiran) pada akhir ayat menjadi muatan aqidah dalam proses pembelajaran seorang istri muslimah. Kelembutan dan pengawasan yang menjadi warna proses pembelajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dalam fitrahnya adalah sosok makhluk yang lembut. Kerenanya instrument kejiwaan perempuan lebih mudah disentuh dengan sensasi atau kejadian emosional.Perhatikanlah sosok perempuan seteguh Ratu negeri Saba saja tersentuh instrument emosionalnya melalui sepucuk surat berhiaskan "BismilLaah ar Rahmaani ar Rahiimi" dari Nabi Sulaiman as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Ratu Saba mengapresiasi surat ini dengan ungkapan, "Sebuah surat yang mulia telah dilayangkan kepadaku". Dengan diawali sentuhan emosional inilah, surat itu menyampaikan seruan da'wah ke dalam Islam (QS. an Naml:28-31).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sang Ratu pun menimbang ajakan Islam dari Nabi Sulaiman melalui musyawarah dengan para menterinya. Karena sifat lembutnya pula dia menghindari pertumpahan darah dan dengan penuh kesadaran menerima Islam, tunduk patuh kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;(kisah Ratu Saba menunjukkan bahwa muslimah punya kompetensi berkiprah di ruang publik ... tapi ini di luar konteks kajian siang ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap memberikan perhatian serta pengawasan (khabiiran) juga mesti diperhatikan dalam bimbingan terhadap para istri. Kita tidak meragukan kelembutan dan kasih sayang Nabi saw dalam membina para istrinya. Betapa beliau senantiasa berwajah manis dalam keseharian di rumah bersama para istrinya. Akan tetapi sikap lembut ini tetap berada dalam kerangka kebenaran dan kerangka da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, al Quran memberikan pengarahan kepada Nabi untuk bersikap tegas dalam membina kepribadian istri. Perhatikan ayat ke-28 dari surat al Ahzab ini:&lt;br /&gt;"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepada kalian mut'ah (pemberian kepada perempuan yang diceraikan sesuai kesanggupan suami) dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ditegaskan bahwa ciri utama kematangan kepribadian istri ini adalah ketika keridhaan Allah, kesesuaian langkah dengan ajaran ar-Rasul dan kehidupan akhirat menjadi orientasi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;(ayat ke-29).(bagi yang telat silakan kontak moderator atau akhwat lain, supaya dapat bahan dari awal dan nyambung mengkajinya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sesungguhnya sikap tegas suami ini dilandasi dengan tanggungjawab besar sebagai kepala keluarga untuk menjaga diri dan keluarganya dari kesengsaraan siksa api neraka di akhirat kelak. "Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (QS. at Tahriim:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembangunan pribadi istri muslimah lewat proses pembelajaran Quraniy dan hikmah sunnah Nabi ini sangat diperlukan untuk menyongsong berbagai tugas kehidupan yang mesti dipikul komunitas muslimah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah mengarahkan para istri Nabi dengan proses self-learning di ayat ke-34 surat al Ahzab, al Quran melanjutkan pengarahan kepada seluruh muslimin dan mu’minin dalam ayat ke-35 untuk bahu membahu menegakkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan, yang terangkum dalam sikap ta’at, bersifat shiddiq (jujur dan benar), bersabar, bersikap khusyu’, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatan dan berzikir kepada Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemudian menutup kesempurnaan kepribadian ini dengan totalitas ketundukan kepada ketetapan Allah dan RasulNya dalam seluruh aspek kehidupan (ayat ke-36).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(sekali lagi silakan membuka mushaf, bagi yang memungkinkan, sehingga bisa membaca ayat2 di atas lebih tenang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam asbab nuzul ayat ke-35, diantaranya melalui riwayat at Tirmidzi, disebutkan bahwa Ummu ‘Imarah, seorang shahabiyah Anshar, datang kepada Nabi saw. dan mengatakan: "Kami tidak menemukan pengarahan dalam al Quran kecuali untuk kaum laki-laki; Dan kami tidak mendapatkan kaum perempuan disebutkan di dalamnya."Maka turunlah ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sebab yang diriwayatkan Ibnu Sa’ad dari Qatadah, sebagian shahabiyah menanyakan mengapa ayat-ayat di atas hanya turun kepada para istri Nabi. Kalau saja pada kami ada kebaikan, tentu kami pun akan disebutkan dalam ayat al Quran, begitu kata para shahabiyah; Maka turunlah ayat ini.&lt;br /&gt;Maka utuhlah kita melihat bagaimana Islam menjadikan proses pembelajaran para istri muslimah ini dalam membangun kekuatan umat secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya terdapat komunitas muslimah yang tak pernah mau ketinggalan dari kaum laki-laki dalam berbuat kebajikan di tengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;Demikianlah keutuhan pembinaan kepribadian muslimah di rumah berpaut erat dengan kontribusi kebaikan mereka di tengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para istri Nabi yang menjadi ummahatul mu’minin (ibu orang-orang beriman) menjadi contoh teladan bagaimana istri muslimah berkiprah dalam berbagai aspek kebaikan.&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang menonjol dengan ketekunan ibadahnya, dengan kecintaannya kepada orang miskin, dengan keberhasilannya mendidik anak-anak, dengan ketekunannya menimba ilmu pengetahuan, hingga keikutsertaan aktif dalam kancah da’wah dan sosial-politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke arah ini pula para istri muslimah dikembangkan kepribadiannya sesuai dengan potensi masing-masing.&lt;br /&gt;bahwa kajian ini ada dalam rangkaian 4 kajian posisi istri&lt;br /&gt;tiga yang lainnya: sbg Kekasih, sbg Mitra dan sbg Pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa pertanyaan dari peserta  kajian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;---------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Assalamu`alaikum wr wb. Bagaimana Hukumnya seorang ibu yang berkeluh kesah trus. tanpa dia sadari mengucapkan kalimat itu? ibadahnya makruh atau bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;Bismillah.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;memang sifat keluh kesah itu melekat pada manusia, manakala ia kurang kuat dalam berdzikir&lt;br /&gt;dzikir di sini, artinya mengingat Allah, mengingat bahwa semua aktifitas itu semata dalam rangka beribadah&lt;br /&gt;sifat keluh kesah manusia ini digambarkan di surat al Ma'arij&lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir" (QS. 70:19)&lt;br /&gt;"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah" (QS. 70:20)&lt;br /&gt;"dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir"(QS. 70:21)&lt;br /&gt;"kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat"(QS. 70:22)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, (QS. 70:23) "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;coba perhatikan, ternyata yang terhindar dari berkeluh kesah itu yang sholatnya dawam (kontinyu)&lt;br /&gt;jadi sifat keluh kesah erat kaitannya dengan kekhusyuan hati, nah, gimana hukumnya ...&lt;br /&gt;paling rendah adalah makruh, perbuatan yang tidak disukai&lt;br /&gt;yang jadi masalah adalah gmn supaya tidak berkeluh kesah ... dalam kaitan kajian kita, di sinilah perlunya para muslimah dan ummahat terus memperdalam ilmu keislaman, khususnya yang terkait tugas2 nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;---------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara menghadapi suami yang agak membatasi ruang gerak istri, termasuk dlm mendapatkan ilmu dan wawasan dari 'dunia luar' ? dan apa saja adab2 seorg istri bila dia harus beraktivitas atau bekerja di luar rumah? Afwan kalo pertanyaannya klise :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;ketaatan istri kepada suami itu menjadi salah satu ajaran utama dalam berumahtangga&lt;br /&gt;bahkan kalau istri itu membuat suami ridha ... jaminannya adalah surga&lt;br /&gt;hanya saja ketaatan kepada suami itu tidak boleh melanggar ketaatan kepada Allah&lt;br /&gt;"tak ada ketaatan kepada makhluq, li ma'shiyati al khaaliq"&lt;br /&gt;makanya dalam kasus di atas, sang istri bisa membuka dialog sama suaminya&lt;br /&gt;bicarakan baik2 ... cari moment yang pas utk mengutarakan apa yang sang istri inginkan&lt;br /&gt;kalau masalah bekerja di luar. yang perlu diingat, mencari nafkah itu tidak merupakan kewajiban istri, tapi tugas suami. kedua, kalau memang mesti kerja karena memang ada kebutuhan yang tidak bisa dihindari, maka tempat kerja mesti terhindar dari percampurbauran dengan lelaki ... sang istri juga mesti berlaku sopan dan menutup auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Ke 3&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Msh ada hub dgn pertanyaan pertama soal yg berkeluh kesah.Sering sy lihat, ibu2 yg aktif di pengajian pun berkeluh kesah hal yg sama. Padahal dzikir sering mereka lakukan, tetapi kesehariannya tetap tidak berubah. Kalo seperti itu bagaimana ya? Apanya yg salah, pdhl mreka jg belajar di pengajian? Apa yg kira2 qta bisa lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ya ... manusia itu kan memang punya kelemahan.hanya saja, sebetulnya masalah mengeluh selain terkait dengan kekuatan ruhiyyah, juga dengan keterampilan komunikasi,sebetulnya keluhan itu bisa di-switch jadi komunikasi&lt;br /&gt;misalnya dari pada bilang "aduuuuh, kok meja makan ini berantakan!"kan bisa bilang "anak-anak, kalau makannya rapi, bunda akan senang sekali ... mungkin nanti bunda kasih hadiah ... "&lt;br /&gt;mungkin juga keluh kesah ini karena sang istri memendam masalah di dada,enggak pernah dikeluarin scr sistematis ... jadi pas keluar meledak jadi keluhan, marah atau malah ... nangis,jadi mesti ada keterampilan komunikasi ... sama suami juga mesti pinter komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;kalo qta-nya sbg org luar, apa yg hrs qta lakukan thd ibu yg spt itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;ya nasihati lah ... ajak ngobrol, mungkin saja memang ada masalah yang belum terpecahkan pada dirinya.jadi bisa ditelusuri, apa akar masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 4.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;gimana kalau suami memang belum sanggup untuk menafkahi keluarga, sementara kesempatan rejeki ada di istri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;jadi memang ada beberapa syarat yang membolehkan istri bekerja, salah satunya bila suami tidak cukup penghasilannya,bener2 enggak cukup ya, sebab kalau pengeluaran RT banyak pada hal2 yang enggak perlu, ada evaluasi lain. nah, untuk kasus seperti ini, istri boleh bekerja, tapi syaratnya udah saya sampaikan di atas, suasana tempat kerja, kesopanan muslimah tsb dll,juga kondisi ini darurat, suaminya mesti "mikir" jangan sampai kondisi ini berlanjut terus.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan ke 5:&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;hmmm....kalau suasana tempat kerja tdk memenuhi syarat seperti di atas, tetapi suami sangat mengenal person masing2, terutama laki2nya bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;hmm ... yang pasti mesti dipenuhi adab berinteraksi perempuan dan laki-laki&lt;br /&gt;bahwa suami mengenal laki2 di tempat kerja ... dan para lelaki itu memang dikenal baik akhlak islam-nya, tentu jjadi suasana yang cukup baik,tapi sekali lagi ... para muslimah mesti tetap menjaga adab bergaul&lt;br /&gt;saya ingat ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk 1214 dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya 1215, dan ucapkanlah perkataan yang baik," (QS. 33:32) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) menikahi isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS. 33:53)&lt;br /&gt;itu adalah ayat2 yang Allah ajarkan dalam kaitan interaksi para istri Nabi dengan para sahabat Nabi&lt;br /&gt;kita pasti tahu kalau para sahabat itu orang2 sholih,tetapi demikianlah adab2 yang Allah ajarkan&lt;br /&gt;sebab kita tidak tahu setan itu akan masuk menggoda dari pintu mana.&lt;br /&gt;tambahan keterangan dari ayat ke 32 surat al Ahzab&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "tunduk" di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "dalam hati mereka ada penyakit" ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong terhadap wanita, seperti melakukan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan Ke 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-----------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gini ustadz, mau nanya.. persiapan kita yang masih single agar dpt berperan sebagai "istri sebagai pembelajar" itu spt apa yah? Persiapan yg udah dilakukan sekarang ini baru membaca buku tarbiyatul awlad nya Abd Nasih Ulwan. Apakah ada rujukan lain yg ustadz sarankan? lebih baik kan kalau kita banyak baca dulu selagi masih single gini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;--------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya kaidah menambah pengetahuan buat muslimah dan pria muslim itu sama&lt;br /&gt;ilmu2 yang dibutuhkan untuk menjalankan kewajibannya, baik ibadah mahdah (ritual) atau bukan mahdah, juga wajib dituntut,nah untuk kaitan kerumahtanggaan, ilmu2 yang mesti dimiliki muslimah itu banyak lho ...&lt;br /&gt;masalah kesehatan praktis, psikologi praktis, komunikasi, ekonomi praktis (ada kan buku ekonomi RT muslim)&lt;br /&gt;sampai ilmu2 umum yang dipelajari anak2 di sekolah prinsipnya seorang ibu (or calon ibu) mesti menguasai&lt;br /&gt;nah tentu saja untuk ini perlu perlu sistematis dalam belajarnya,juga ketika sudah menikah, belajar itu tak boleh berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan ke 7:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;seperti apa sih istri pembelajar itu? apakah parameternya? apa ilmunya lebih mendalam dibanding sebelum nikah? atau lebih shalihat atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setelah mengarahkan para istri Nabi dengan proses self-learning di ayat ke-34 surat al Ahzab, al Quran melanjutkan pengarahan kepada seluruh muslimin dan mu’minin dalam ayat ke-35 untuk bahu membahu menegakkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan, yang terangkum dalam sikap ta’at, bersifat shiddiq (jujur dan benar), bersabar, bersikap khusyu’, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatan dan berzikir kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui". (QS. 33:34)&lt;br /&gt;"laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar". (QS. 33:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (QS. 33:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi parameter keberhasilan muslimah pembelajar itu adalah makin melekatnya akhlak mulia sebagaimana disebutkan pada ayat2 si atas,yang pasti para muslimah ini makin taat kepada Allah dan Rasul ...&lt;br /&gt;tentu saja di rumah makin mantap menjalankan fungsinya sebagai istri dan ibu bagi anak2nya&lt;br /&gt;mungkin ini ya ... normatif sih, tapi saya yakin akhwat filLaahi bisa menjabarkan praktis2nya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113921024505546287?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113921024505546287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113921024505546287&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113921024505546287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113921024505546287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/02/istri-sebagai-pembelajar.html' title='Istri sebagai Pembelajar'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113705349666536613</id><published>2006-01-12T14:58:00.000+07:00</published><updated>2006-01-12T15:11:36.916+07:00</updated><title type='text'>Mencontoh Nabiyullah Ibrahim a.s.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asslammu`alaykum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sholat dan salam tuk Rasulullah beserta keluarga dan sahabatnya dan pengikutnya yg setia.&lt;br /&gt;Dan semoga kita termasuk didalamnya dan pertemuan kita ini juga pertemuan kita ini dicatat sbg amalan kebiakan...amin&lt;br /&gt;Alhamdulillah, serempak kita telah melaksanakan hari raya Idul Adha , 10 dzulhijjah 1426 H.&lt;br /&gt;dan telah mengorbankan sedikit dari harta kita , yakni menyembelih hewan korban&lt;br /&gt;dimana selain bermanfaat dlm membersihkan jiwa kita dari sifat kikir.&lt;br /&gt;juga yang utama adalah berusaha mencontoh , Nabiyullah Ibrahim a.s .&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak hal yg kita bisa petik dari peristiwa "pengorbanan " ini.dalam surah 37: 102&lt;br /&gt;dimana diceritakan bhw Nabi Ibrahim, menceritakan mimpinya kps anaknya Ismail....tuk menyembelihnya&lt;br /&gt;Disini Beliau mengajarkan, berkata dg kasih sayang ...ya bunayya/ "wahai anakku, , sesghnya aku bermimpi bhw aku menyembelihmu" dan beliau juga mengkomukasikan "perintah untuk thoat " dg cara yg baik kepada anaknya.&lt;br /&gt;tidak dg kata2 spt seorang atasan kpd bawahannya ( to the point )&lt;br /&gt;"saya akan menyembelihmu, kr ini perintah Allah" bukan spt itu.&lt;br /&gt;tapi dan beliau juga meminta pendapat anaknya.&lt;br /&gt;"Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu" Ismail menjawab:&lt;br /&gt;Wahai Ayahku, lakukanlah apa yg diperintahkan Allahb kpdmu,&lt;br /&gt;InsyaAllah engkau akan mendaptiku termasuk orang2 yg shabar.&lt;br /&gt;Nah, dg turunnya ayat ini juga menunjukkan rasa husnuzhon beliau kpd Allah.&lt;br /&gt;bhw dg adanya perintah ini pasti ada hikmahnya.&lt;br /&gt;Kita tahu , beliau sudah lama menanti kehadiran seorang anak, tapi setelah anaknya besar malah mau disembelih.&lt;br /&gt;disini juga kita lihat rasa Tawakal yg tinngi kpd allah.&lt;br /&gt;Surah Ibrahim: 38 " Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yg kami&lt;br /&gt;sembunyikan dan apa yg kami tampakkan&lt;br /&gt;dan tidak ada sesuatupun yg tersembunyi bagi allah , baik yg ada dibumi maupun yg dilangit.&lt;br /&gt;jadi begitulah kissah Nabi Ibrahim dan Ismail yg diuji...&lt;br /&gt;menjalaninya dg penuh kethoatan, baik sangka, tawakal dan shabar.&lt;br /&gt;Dan Nabi Ibrahim do`anya sll dikabulkan Allah swt&lt;br /&gt;berkat keshabarannya pula , belian mendapatkan 2 anak ( nabi pula )&lt;br /&gt;"Sgl puji bagi allah yg tlh m`anugrahkan kpdku Ismail dan Ishak.&lt;br /&gt;sungguh, Rabbku benar2 Maha Mendengar do`a ( surah Ibrahim : 39)&lt;br /&gt;itulah sekilas dari pengorbanan Nabi Ibrahim, yg bisa kita ambil ibrah/ pelajaran.&lt;br /&gt;sedikit tambahan, Nabi Ibrahim ini bapaknya kafir tp belai tetap mendo`akannya.&lt;br /&gt;Bagus juga do`a awalnya ( bisa kita hafalkan ) asy-syu`ara` 83-87.&lt;br /&gt;"ya Rabbku, berikanlah kpdku ilmu dan masukkanlah aku ke dlm orang2 yg shaleh.&lt;br /&gt;dan jadikanlah aku buah tutur yg baik bagi orang2 yg datang kemudian.&lt;br /&gt;dan jadikanlah aku termasuk orang yg mewarisi surga yg penuk kenikmatan.&lt;br /&gt;dan ampunilah Ayahku ...&lt;br /&gt;dan jangalah Engkau hinakan aku pd hari mrk dibangkitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu`alam bish-showwab.&lt;br /&gt;akhir kata, mohon maaf ats salah dan khilaf. yg benar datangnya dari Allah dan yg salah dari saya yg dhoif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Pemateri : Ummi Maryam/ Ummu_Azka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113705349666536613?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113705349666536613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113705349666536613&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113705349666536613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113705349666536613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/01/mencontoh-nabiyullah-ibrahim-as.html' title='Mencontoh Nabiyullah Ibrahim a.s.'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113619373047816377</id><published>2006-01-02T16:04:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T08:58:06.006+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Waktu</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemateri : Pak Adi J Mustafa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillaah, wash shalaatu was salaamu 'alaa RasulilLaahi wa aalihi wa shahbihi wa awwalahu wa ba'du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman pada surat al 'Ashr : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-'Ashr, 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia diberi empat macam modal oleh Allah, yaitu &lt;strong&gt;fitrah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;akal&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Agama&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;waktu&lt;/strong&gt;. Dan modal waktu itu sesungguhnya telah diberi oleh Allah , hanya kita tidak tahu berapa lama waktu yang diberikan Allah, itu rahasia Allah. Kalau kita diberi modal waktu 70 tahun, maka Allah tidak akan menambahnya. Jika untung, maka beruntunglah perjalanan waktu kita, dan jadilah kita khusnul khatimah. Dan kalau rugi, maka rugilah perjalanan waktu kita, dan su'ul khatimah.Permasalahannya bagaimana cara kita me-manage waktu supaya menjadi khusnul khatimah, dan memperoleh hasanah fid dunya, hasanah fil akhirah, waqina 'azabannar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bisa lebih berharga dari pada uang, bahkan sekarang keuntungan uang diperhitungkan dalam waktu. Semakin canggih sistem bisnis, semakin diperhitungkan dari sisi waktunya. Apabila waktu yang diberikan oleh Allah telah habis, “sedetikpun tidak akan bisa dimajukan&lt;br /&gt;ataupun dimundurkan”. (QS. Al-A’raf, 34). Modal waktu yang telah Allah berikan harus diperhatikan betul, apa hasil yang ingin dicapai. di akhirat nanti ada sekelompok umat yang&lt;br /&gt;menyatakan, "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rabbi law laa akhkhartani ilaa ajalin qariib faashoddaqa wa akun minash shalihin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;", "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"(QS. Al-Munafiqun, 10). Penyesalan pada waktu itu adalah penyesalan yang percuma,&lt;br /&gt;karena sudah di Yaumul Mahsyar. Demikian pentingnya waktu, dan waktu itu tak lain adalah nasib kita sendiri. Maka Allah bersumpah, "Wal 'Asr", demi waktu. Allah juga bersumpah&lt;br /&gt;tentang waktu dengan sebutan, "Wad duha, Wal layli, Wal fajri". Ini menunjukkan betapa&lt;br /&gt;pentingnya persoalan waktu.Demi waktu, sesungguhnya semua manusia, akan merugi dalam hal memanfaatkan waktu. Terkadang memang orang-orang kafir lebih bagus dalam me-manage waktu, sehingga dia beruntung. Tetapi beruntungnya hanya di dunia. Sebaliknya sekalipun&lt;br /&gt;dia seorang muslim, jika tidak pandai me-manage waktu, di dunia dia akan rugi, apalagi di akhirat nanti. Kalau orang kafir di akhirat rugi, mungkin di dunia dia beruntung, karena disiplin waktunya luar biasa. pengecualian dari kerugian adalah: "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;illallaziina aamanu wa 'amilus shalihati wa tawa saubil haqqi wa tawa subis sabri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;", orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan landasan iman, kemudian menghabiskan waktu dengan amal-amal yang shalih, dan orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan saling memberikan nasehat dan kebenaran. Tidak bosan-bosannya dia menyampaikan kebenaran, dan di dalam menyampaikannya ada resiko, "watawa saubis sabri", dia harus bersabar. Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Menyia-nyiakan waktu sama dengan membunuh diri secara perlahan. Bukankah kita ini hanyalah terdiri atas himpunan waktu. Bila waktunya habis, kita akan mati. Hasan Al Basri pernah mengatakan, ''&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Anda hanyalah himpunan hari-hari yang terbilang&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;". Bila sebagian hari telah pergi, maka ia akan lenyap semuanya.''Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dalam kitab Sahih al Jami', Rasulullah SAW bersabda, "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;La tazula qaduma 'abdin hatta yus al 'an arba'in&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, "Belum lagi telapak manusia yang mengantarkan kita di kuburan, saat dibaringkan dalam liang lahat, berangkat pulang, kita sudah ditanya 4 hal oleh Allah, salah satu diantaranya adalah &lt;strong&gt;UMUR. &lt;/strong&gt;Umur yang diberikan Allah, kemana dihabiskan, kita dimintai pertanggungjawaban, tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadits dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, bahwa dalam hidup ini sesungguhnya ada dua nikmat yang sangat didambakan oleh manusia, tapi sering membuat lalai...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Pertama : Nikmat Sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sekalipun mempunyai harta berlimpah, tetapi kalau sedang sakit akan merasa tidak enak.&lt;br /&gt;Disamping itu justru dengan sehat itu kita bisa menambah nikmat Allah, yakni bisa mencari nafkah dan menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Kedua : Nikmat Waktu Senggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Walau kita harus me-manage waktu, tapi lebih penting lagi adalah me-manage waktu senggang. Yang dimaksud waktu senggang adalah celah-celah waktu diantara dua kesibukan. Misalnya, dalam Al Qur'an dikatakan, "Waja'alnal layla libasa, wan nahara ma'asa", "Kami jadikan&lt;br /&gt;waktu malam itu untuk kalian istirahat, dan kami jadikan waktu siang untuk kalian mencari&lt;br /&gt;penghidupan” (QS. An-Naba, 10-11). Secara sunah, memang tidak sehat kalau malam hari digunakan mencari rizki ada waktu-waktu malam dimana kit amemiliki waktu senggang selaras dengan ini ada taujih dari Rasulullahi saw : Jagalah waktu muda sebelum datang masa tua. Jagalah kesehatan sebelum datang sakit. Peliharalah waktu, atur waktu dengan baik ketika&lt;br /&gt;memiliki kekayaan sebelum datang fakir. Aturlah waktu senggang sebelum datang waktu sibuk, dan jagalah waktu hidupmu, di manage-lah dengan baik, sebelum datang kematian (HR. Hakim)Agar kita tidak celaka saat dihisab, kita harus membagi waktu sesuai arahan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Dalam bab Al Muraqabah dan Al Muhasabah kitab Kanzul Umal disebutkan, ''Orang yang berakal hendaknya membagi waktunya menjadi empat : Waktu untuk bermunajat kepada Rabb-nya, waktu untuk melakukan muhasabah (introspeksi), waktu untuk merenungi ciptaan Allah SWT, serta waktu untuk keperluan makan dan minum.&lt;br /&gt;Berdasar hadis tersebut, setiap Muslim yang ingin menyiapkan diri menghadapi hisab, wajib membagi waktunya dalam empat hal.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, waktu untuk bermunajat. Saat munajat, kita harus senantiasa meneliti kembali apakah yang kita lakukan ikhlas karena Allah SWT atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, waktu untuk muhasabah. Setiap selesai berbuat sesuatu atau minimal saat menjelang tidur, sebaiknya kita melakukan muhasabah. Apakah kita sudah melaksanakan semua kewajiban? Apakah pelaksanaan kewajiban itu sudah sempurna sesuai syarat dan rukunnya? Apakah semua pekerjaan dan amal ibadah kita dilakukan dengan ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, waktu untuk merenungi semua ciptaan Allah SWT. Renungan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan keimanan kita. Dengan memikirkan dan merenungi diri dan semua ciptaan Allah SWT, kita akan lebih mengetahui kekuasaan Allah SWT dan keagungan-Nya.termasuk pada bagian ketiga ini adalah ketekunan kita menggali ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, waktu untuk memenuhi kebutuhan duniawi seperti untuk mencari nafkah, makan, minum, dan mengurusi keluarga. Kita adalah makhluk yang terdiri atas unsur materi dan rohani dengan komposisi yang seimbang. Unsur rohani memerlukan makanan dari apa yang diturunkan Allah SWT berupa agama-Nya. Sedangkan unsur materi berasal dari tanah, air, juga udara, maka ia memerlukan makanan dan minuman yang semuanya berasal dari saripati tanah. Ekstrapolasi point keempat ini adalah pada kerja besar umat Islam dalam membangun peradaban yang diridhi Allah. Muslim yang hakiki hendaknya membagi waktunya secara proporsional untuk empat hal tersebut agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita tidak boleh tenggelam dalam ibadah mahdhah saja dengan mengesampingkan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah akhwat filLaahi, beberapa renungan tentang al-waqt. Sekedar penutup, banyak sekali pekerjaan2 umat Islam saat ini baik dalam skala individu, keluarga, masyarakat dan di panggung peradaban dunia. Semoga kita pandai me-manage waktu kita, menunaikan semua hak waktu yang ada pada diri kita. Saya akhiri pengantar diskusinya...wa Allahu a'lamu bish shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa pertanyaan dari peserta kajian :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. Kenapa ya saat ini banyak akhwat yg seharusnya sudah sangat mengerti ttg konsep waktu tapi malah menggunakannya untuk suatu hal dengan berlebihan, misal. nonton bola tengah. Padahal kan bisa dipake untuk qiyamul lail. Atau begadang hanya untuk chatting.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;br /&gt;Terima kasih buat pertanyaanya. ada beberapa point yang bisa membantu kita mengurangi pemanfaatan waktu pada hal-hal yang kurang bermanfaat.&lt;br /&gt;1. memahami makna waktu seperti tadi sudah kita bahas. Kalau boleh saya cerita....di jepang ini sering terjadi gempa. Kadang saya sedang di lab (lantai 8) tiba-tiba gempa datang. Saat-saat seperti itu langsung membuat saya mengingat kematian. Yang pasti saat ajal itu misteri (ghaib)&lt;br /&gt;buat kita kan? Nah coba bayangkan kalau kita dikunjungi malaikat Izrail pas lagi teriak2 nonton bola.&lt;br /&gt;2. kita punya target2 dalam hidup. Ada target studi, target di keluarga, target pekerjaan dlla. Bahkan bagus kalau ada target2 pribadi misalnya target hafalan quran, target membaca buku2 tertentu dll. Insya Allah kalau ada target2 dan kita bermujahadah (disiplin) dalam mengejarnya akan terminimalisir kita menyia2kan waktu.&lt;br /&gt;3. seiring target ada scheduling kegiatan harian, pekanan, bulanan dan bahkan tahunan dan tentu saja tsabat (teguh) dalam memenuhi schedule itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;2. Pak, gimana caranya merubah pola hidup yg udah menahun. Krn rutinitas berakhir pd jam 11 malam dan baru bisa tidur jam 12 stlh itu sulit sekali untuk bangun pagi. Bahkan sering subuh di akhir waktu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;u&gt;Jawab&lt;/u&gt; :&lt;br /&gt;Tadi kan dibacakan ayat2 dari surat an Nabaadijm2001: fitrahnya, siang adalah waktu buat&lt;br /&gt;maisyah (mencari kehidupan) dan malam "libasan", berselimut... artinya beristirahat waktu malam juga diisyaratkan Quran, waktu paling bagus untuk bermunajat (al Muzammil). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Jadi buat penanya, dan buat kita semua termasuk saya, sebaiknya memang diatur agar waktu kerja jangan menyita sebagian besar waktu malam kita sayang juga kalau waktu2 sepertiga malam kita enggak bisa bermunajat kepadaNya, padahal itu adalah waktu2 paling mustajab kalau kita berdoa. Saya juga masih mesti belajar ttg tidur berkualitas. Paling tidak kita ikuti tuntunan sunnah. Sebelum tidur diawali dengan dzikr yang khusyu' (membaca doa). Yang dimaksud dzikir itu bacaan2 doa yang ma'tsuur dari Nabi saw. Baca tasbih, tahmid dan takbir 33xbaca doa sebelum tidur ... ada belakangnya, astagfirullahal azhiim alladzii laa ilaaha illaa anta, astagfiruka wa atuubu ilaikaini kalau dibaca 3x dengan penuh keyakinan akan menjadi wasilah kita masuk surgajadi intinya saat mau tidur hati dan jiwa kita tenang. Insya Allah tidurnya berkualitas.&lt;br /&gt;Mengenai pembagian waktu malam, ada yang membagi jadi tigasepertiga buat keluarga, sepertiga buat tidur, seperti buat munajat kepada Allahinsya Allah seiring menguatnya ruhiyyah kita akan makin sedikit waktu tidur seiring usia juga begitu, kalau usianya berkah...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113619373047816377?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113619373047816377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113619373047816377&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113619373047816377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113619373047816377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2006/01/keutamaan-waktu.html' title='Keutamaan Waktu'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113513468937330356</id><published>2005-12-21T09:35:00.000+07:00</published><updated>2005-12-21T10:23:26.606+07:00</updated><title type='text'>Ta`adud</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Jauh sebelum datangnya Islam, laki-laki pada masa lampau terutama pada masa jahiliyyah, memperlakukan wanita dengan perlakuan keji serta kasar, membencinya, merendahkannya, dan melarangnya dari hidup bebas yang mulia. Hal ini terutama pada masalah poligami, mereka menikah dengan wanita dengan jumlah yang tidak terbatas, hingga mencapai jumlah 80 istri untuk satu suami. Hal ini tidak hanya terjadi di bangsa Arab saja, bahkan juga terjadi di masyarakat barat dengan segala macam bentuk dan ragamnya dengan batas yang tak terhingga, yang semuanya kembali menurut adat yang berlaku dan hasrat laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Maka tidak ada pilihan lain bagi wanita dalam pernikahaannya, kecuali tidak berdaya dan terpaksa Inilah gambaran poligami pada masyarakat terdahulu dan masa lampau, yang mungkin ada kesamaan dengan masyarakat sekarang Maka Islam bukanlah pendahulu sama sekali dalam asal penikahan dan poligami secara mutlak. Justru Islam mengatur masalah pernikahan dan memberi batasan dalam poligami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Seperti merebaknya poligami di negara perancis yang kemudian dilarang karena suatu alasan. Sehingga tersebarlah perzinahan dan lahirnya anak-anak di luar pernikahan dalam jumlah yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dan setelah mereka melampaui batas dalam “menghormati” wanita serta tuduhan terhadap Islam yang telah melegalkan poligami, dan menganggapnya sebagai tindakan keji dan mambatasi kebebasan berdirilah para pemikir dari mereka, menuntut diberlakukannya poligami untuk mengecilkan angka pelacuran mencegah tersebarnya perzinahan, serta mencegah penyakit, kerusakan dan penyimpangan akhlak, mencegah hilangnya masyarakat dan kehancuran keluarga Ta’adud diberlakukan di dalam masyarakat Islam pada saat timbulnya problematika sosial, ekonomi dan politik misalnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;em&gt;terdapat janda2 yg ditinggal suami dengan banyak anak dalam asuhannya - populasi akhwat lebih banyak dari pada ikhwan - mencegah timbulnya jinnah Sehingga tujuan utama Ta’adud adalah : Menyelamatkan aqidah ummat dalam rangka menegakkan Islam &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dengan adanya ta’adud maka :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;1. Mencegah janda2 miskin dg banyak anak dari rasa prustasi karena kurangnya kasih sayang, perlindungan dan harta sehingga jangan sampai terjadinya penurunan iman dan rusaknya aqidah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;2. Akan terjaga keberlangsungan generasi penerus yang lebih baik aqidah dan akhlaqnya. Oleh karena itu Islam tidak membiarkan anak-anak yatim hidup dengan kekurangan kasih sayang, ilmu, dan harta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;3. Terciptanya ruhamahu bainahu, terciptanya kasih sayang diantara ummat, untuk berbagi kasih , berbagi beban dan derita dalam rangka menegakkan dienul Islam. Sehingga Islam sebagai suatu tubuh, yang jika anggota tubuhnya sakit maka bagian lain pun akan merasakan sakit yg sama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;4. Terciptanya ruhamahu bainahu, terciptanya kasih sayang diantara ummat, untuk berbagi kasih , berbagi beban dan derita dalam rangka menegakkan dienul Islam. Sehingga Islam sebagai suatu tubuh, yang jika anggota tubuhnya sakit maka bagian lain pun akan merasakan sakit yg sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;5. Mencegah timbulnya perbuatan2 keji seperti berjinnah, berbohong, merampok, mencuri, membunuh dsb yang semuanya timbul akibat kurangnya pendidikan, kasih sayang dan bimbingan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ta’adud atau Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ta’adud adalah bentuk pengabdian suami dan isteri kehadapan Allah (ibadah)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ta’adud merupakan ibadah yang terstruktur, artinya ibadah ini merupakan tugas yang diberikan oleh seorang rasul kepada ummatnya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dulu ketika jaman Rasulullah orang yang akan melakukan ta’adud berdasarkan perintah/ tugas dari rasulullah untuk menikahi si Fulanah walaupun ada inisiatif pribadi, tapi inisiatif tsb dikonsultasikan dulu dg Rasulullah dg pertimbangan penyelamatan aqidah ummat bukan atas dasar keinginan pribadi yg didasari hawa nafsu, apalagi untuk menyakiti isteri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dalam pelaksanaannya banyak hal yang harus diperhatikan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;1. Suami isteri harus memiliki tujuan yg sama yakni ta’adud dalam rangka izzul islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;2. Suami dan isteri harus memiliki pengetahuan dan kesiapan secara mental dan fisik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;3. Suami harus sanggup berbuat adil terhadap isteri-isterinya, (Q.S.4/Al-Nisa ayat 3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” Berlaku adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;4. Adanya komunikasi yang terbuka diantara isteri-isterinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;5. Suami memiliki kemampuan memanaj keluarga dengan baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Dalam melakukan ta’adud tidaklah mudah, kemampuan untuk mengelola emosi, meredam rasa benci dan marah menjadi sebuah masalah yang sangat menantang, disitulah bentuk jihad yang sulit baik bagi suami maupun bagi isteri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Apalagi tantangan dari keluarga dan lingkungan yang tidak menerima ta’adud sebagai sebuah ibadah yang suci dan luhur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;Walaupun masyarakat kita sebagaian besar adalah muslim tapi budaya kita sangat terpengaruh oleh budaya di luar Islam Gaya hidup, cara pandang, dan keseharian kita bukan budaya seorang mukmin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113513468937330356?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113513468937330356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113513468937330356&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113513468937330356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113513468937330356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2005/12/taadud.html' title='Ta`adud'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113498152167781764</id><published>2005-12-15T15:59:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T08:10:22.666+07:00</updated><title type='text'>Ghibah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alhamdulillahirobbil alamin. Allohumma sholli ala Muhammad, wa’alaa alihi washhbihi ajma’iin. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita sama-sama luruskan niat kita terlebih dahulu, bahwa kita berkumpul di majelis ini semata-mata dalam rangka mengharapkan ridho-Nya. &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Baiklah, disini saya ingin berbagi pengalaman seputar masalah Ghibah (mengumpat/ngrasani/backbiting). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terkadang kita&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;berpikira bahwa kita sudah berusaha membebaskan diri dari makanan haram, seperti daging babi, alcohol dll.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi sungguh kadang dengan “ringan”nya kita seolah sedang memakan daging bangkai saudara kita sendiri!!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;berapa daging bangkai?, 2 atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;1kah 3 dalam sehari????? Astaghfirullohaladziem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kenapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Marilah kita simak firman Alloh dalam QS Al Hujurot ayat 12, yang artinya sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;dari prasangka itu dosa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;memakan daging saudaranya yang sudah mati? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Maka tentulah kamu merasa jijik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;lagi Maha Penyayang . (QS Al-Hujurat:12)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah …….Alloh mengumpamakan antara menggunjing (ghibah) dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Lalu Apakah ghibah itu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Sesuai apa yang diterangkan Nabi SAW: pada Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud : Nabi SAW bersabda : "Tahukah kamu apa ghibah itu ? Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a'lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi SAW bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Nabi SAW : "Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya".&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Dalam kitab al adzkar , Imam AnNawawy memberikan definisi : 'Ghibah, adalah menyebutkan hal-hal yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;tidak disukai orang lain, baik berkaitan kondisi badan, agama, dunia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;jiwa, perawakan, akhlak, harta, istri, pembantu, &lt;/span&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt; ekspresi rasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;senang, rasa duka dan sebainya, baik dengan kata-kata yang gamblang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;isyarat maupun kode. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di era sekarang ini, meng-ghibah (bukan hibah loh…) dapat dilakukan dengan tulisan, sms, email, bahkan lewat bahasa tubuh-pun bisa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adapun kalau sekedar membathin, belum bisa disebut ghibah, meskipun hal ini juga termasuk prasangka. Dalam QS Al Hujurat ayat 12 tadi disebutkan bahwa ber-prasangka pun kita sebaiknya berhati-hati, karena sebagian dari prasangka adalah dosa. Dalam hal ini adalah prasangka&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;yang buruk (su’u dzon). Sebaliknya kita dianjurkan untuk selalu berkhusnudzon atau prasangka yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ghibah dikatakan mempunyai dosa ganda. Karena selain kita harus memohon ampun kepada Alloh, dan alloh maha pengampun atas dosa-dosa kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;Namun, kita juga harus meminta maaf kepada orang kita gunjing tersebut, ini yang terkadang menjadi sulit bagi diri kita. Apalagi jika yang kita gunjing jumlahnya banyak sekali, naudzubillahi min dzaalik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam Sebuah hadit dari abu hurairoh, nabi Muhammad SAW bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Whoever has wronged his brother with regard to wealth or honor, should ask for his pardon (before his death), before he pays for it (in the Hereafter) when he will have neither a Dinar nor a Dirham. (He should secure pardon in this life) before some of his good deeds are taken and paid to this (his brother), or (if he has no good deeds) some of the bad deeds of this (his brother) are taken to be loaded on him.” (Reported by Al-Bukhari and Muslim)&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya textnya masih asli dalam bahasa inggris…tapi kurang lebihnya maksudnya begini: barangsiapa bersalah kepada saudaranya maka kita harus minta maaf kepada dia sebelum meninggal, karena jika tidak, maka amal kita akan dilimpahkan kepadanya, atau jika kita tak memiliki amal, maka amal buruk dia akan dilimpahkan kepada kita, Na’udzubillahimindzaalik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Apakah ghibah haram 100 persen?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;Untuk beberapa kondisi, kita diperbolehkan untuk ber-ghibah, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Pembolehan ini dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bantu membantu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Istifta' (meminta fatwa) akan sesuatu hal. Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan contohnya: Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid'ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid'ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:';color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;br /&gt;6. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti. Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span lang="FR"   style="font-family:';color:blue;"&gt;Mungkin itu aja dulu ya. Marilah kita berdo’a dan berusaha agar lebih&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;dapat menjaga lidah dan hati kita, amiiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113498152167781764?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113498152167781764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113498152167781764&amp;isPopup=true' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113498152167781764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113498152167781764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2005/12/ghibah.html' title='Ghibah'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113375287454354142</id><published>2005-12-05T10:16:00.000+07:00</published><updated>2005-12-06T07:42:16.606+07:00</updated><title type='text'>Halal Bi Hilal Kajian Muslimah Offline</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengundang akhwat fillah sekalian untuk hadir pada acara "HALAL BI HALAL KAJIAN MUSLIMAH" yang insya Allah akan diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tgl : Ahad, 11 Desember 2005&lt;br /&gt;Jam : 09.30 - 11.30 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Al Ihsan, kompleks gedung BKPM, Jl. Gatot Subroto Jakarta&lt;br /&gt;Acara : Halal Bi Halal &amp; Taujih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detail Acara :&lt;br /&gt;09.30 - 09.45 : Pembukaan &amp;amp; Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an&lt;br /&gt;09.45 - 10.30 : Taujih dengan tema "Dilema Muslimah : Antara Karir &amp; Keluarga"&lt;br /&gt;Pemateri : Ustdz. Miriani Kamaliah&lt;br /&gt;10.30 - 11.00 : Tanya Jawab&lt;br /&gt;11.00 - 11.25 : Taaruf peserta &amp;amp; penyampaian kritikan, saran, dan masukan untuk KaMus&lt;br /&gt;11.25 - 11.30 : Penutup &amp;amp; Do'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih lanjut hubungi :&lt;br /&gt;Hanum (YM id : izzatul_islam16/HP : 021-70044928)&lt;br /&gt;Rina (YM id : seu_chi/HP : 0815-931-6832)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10384519-113375287454354142?l=kajian-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/feeds/113375287454354142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10384519&amp;postID=113375287454354142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113375287454354142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10384519/posts/default/113375287454354142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kajian-muslimah.blogspot.com/2005/12/halal-bi-hilal-kajian-muslimah-offline.html' title='Halal Bi Hilal Kajian Muslimah Offline'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10384519.post-113274857256314875</id><published>2005-11-23T19:20:00.000+07:00</published><updated>2005-11-23T19:22:52.576+07:00</updated><title type='text'>Permasalahan Pra Nikah &amp; Sesudahnya</title><content type='html'>B
